← Beranda
8 Kiat Berjalan yang Sederhana untuk Mencegah Risiko Terjatuh pada Lansia
Aunur RahmanKamis, 13 November 2025 | 14.25 WIB
Ilustrasi seorang lansia yang sedang berjalan perlahan di luar ruangan dengan berpegangan pada tongkat, menunjukkan kehati-hatian. (Freepik)

JawaPos.com - Kemampuan untuk bergerak secara mandiri adalah kunci penting bagi kualitas hidup para lansia.

Namun seiring bertambahnya usia, risiko jatuh menjadi ancaman serius yang dapat mengurangi mobilitas dan kemandirian.

Untungnya, beberapa penyesuaian sederhana pada cara berjalan dapat meningkatkan keamanan secara drastis.

Keterbatasan fisik bukanlah alasan untuk menyerah, tetapi justru panggilan untuk beradaptasi dengan lebih cerdas.

Menurut Geediting.com, ada delapan kiat berjalan efektif yang dapat membantu mencegah kecelakaan jatuh pada kelompok usia lanjut. Menerapkan tips ini akan membuat langkah kaki menjadi lebih stabil dan percaya diri.

1. Menerima Bantuan Dukungan

Langkah awal menuju mobilitas yang aman adalah menerima kenyataan bahwa Anda memerlukan dukungan. Ini bisa berarti menggunakan tongkat, alat bantu jalan, atau berpegangan pada dinding. Menggunakan alat bantu sama sekali bukan tanda kelemahan, melainkan keputusan yang bijak.

2. Perhatikan Permukaan yang Dilalui

Anda harus selalu memperhatikan jenis permukaan yang sedang diinjak saat berjalan. Tidak semua permukaan dibuat sama, dan beberapa bisa sangat licin, terutama saat basah. Lantai keramik yang mengilat adalah satu di antara permukaan yang perlu diwaspadai.

3. Rutin Melakukan Latihan Fisik

Lansia yang berolahraga secara teratur terbukti mengalami lebih sedikit kasus jatuh. Latihan yang berfokus pada keseimbangan dan kekuatan kaki, seperti Tai Chi atau yoga, sangat bermanfaat. Bahkan berjalan kaki secara rutin sudah dapat memberikan perbedaan yang signifikan.

4. Memakai Alas Kaki yang Tepat

Memilih alas kaki yang benar adalah aspek penting dalam pencegahan jatuh yang sering diabaikan. Hindari sepatu hak tinggi, sandal longgar, atau berjalan tanpa alas kaki sama sekali. Gunakan sepatu dengan sol antiselip, penyangga yang baik, dan pas di kaki.

5. Pemeriksaan Mata secara Berkala

Penglihatan yang jernih sangat vital untuk menjaga keseimbangan dan menghindari rintangan di jalan. Masalah penglihatan yang tidak terdeteksi dapat meningkatkan risiko tersandung. Pastikan untuk rutin memeriksakan mata Anda ke dokter.

6. Tidak Ragu Meminta Bantuan

Kadang kala, Anda memerlukan lebih dari sekadar alat bantu untuk bergerak di tempat-tempat sulit. Meminta bantuan orang lain adalah tindakan proaktif untuk memastikan keamanan Anda. Ini menunjukkan kekuatan, bukan rasa malu atau takut berlebihan.

7. Menjaga Hidrasi Tubuh

Tubuh yang terhidrasi dengan baik sangat penting untuk menjaga konsentrasi dan stabilitas. Dehidrasi dapat memengaruhi keseimbangan dan menyebabkan pusing, yang meningkatkan risiko jatuh. Pastikan Anda minum air atau cairan lain secara cukup setiap hari.

8. Melangkah dengan Perlahan

Tergesa-gesa jarang sekali membawa hasil yang baik, terutama saat berbicara tentang mobilitas yang aman. Aturan emas yang harus diikuti adalah melangkah dengan kecepatan yang santai. Lebih baik sampai dengan selamat daripada mengambil risiko terjatuh.

Menguasai kiat berjalan sederhana ini adalah investasi berharga untuk kemandirian dan kesehatan jangka panjang. Setiap langkah yang diambil dengan kesadaran dan kehati-hatian akan mengurangi bahaya jatuh. Ini adalah langkah kecil yang memberikan dampak besar pada kualitas hidup.

Ingatlah bahwa mobilitas yang baik merupakan bentuk kebebasan. Anda dapat menjalani hari-hari dengan lebih tenang dan percaya diri. Mencegah jatuh adalah tentang menghormati diri sendiri dan menjaga otonomi pribadi.

EDITOR: Novia Tri Astuti