JawaPos.com – Beberapa pola hidup yang dianggap mewah justru memperlihatkan seseorang berasal dari kelas menenga bawah.
Bagi kelas atas, pola hidup ini mungkin dianggap biasa, namun bagi kelas menengah bawah hal tersebut adalah sesuatu yang mewah.
Dalam konteks sosial, pola hidup yang tampak mewah justru menjadi simbol sebuah pencapaian dan perjuangan bagi kelas menenga bawah.
Dilansir dari geediting.com pada Senin (27/10), bahwa ada tujuh pola hidup dianggap mewah yang tunjukkan seseorang berasal dari kelas menengah bawah.
Baca Juga: Tips Sukses: 8 Pola Hidup Disiplin Ini Buat Selalu Berhasil dalam Jangka Panjang
- Membuang makanan yang sedikit melewati tanggal kedaluwarsa
Kebiasaan memeriksa makanan dengan teliti sebelum memutuskan membuangnya masih melekat kuat hingga sekarang.
Yogurt yang melewati tanggal kemarin atau roti dengan sedikit jamur dianggap masih bisa dikonsumsi.
Makanan tidak pernah terbuang sia-sia karena setiap bahan harus dimanfaatkan secara maksimal. Satu ayam bisa diolah menjadi tiga menu berbeda untuk beberapa hari berturut-turut.
Sisa makanan selalu diperiksa seperti menyelidiki bukti untuk memastikan masih layak dikonsumsi atau tidak.
Keputusan membuang makanan terasa seperti tindakan boros yang sulit dilakukan meski kondisi finansial sudah membaik.
Baca Juga: Rahasia Cara Meningkatkan Fokus Harian: Mindfulness, Pola Hidup Sehat, dan Strategi Anti Buyar
- Menaikkan suhu pemanas ruangan daripada mengenakan sweater tambahan
Termostat rumah seperti memiliki simbol uang yang membuat ragu untuk menaikkan suhunya terlalu tinggi.
Suhu rumah dijaga tetap rendah dan solusinya adalah mengenakan pakaian hangat lebih banyak.
Kalimat klasik tentang tidak memanaskan seluruh lingkungan sekitar masih sering terucap hingga sekarang. Kebiasaan berhemat energi ini tertanam sejak masa kecil sebelum usia sepuluh tahun.
Meski tagihan pemanas tidak akan menguras keuangan, tetap ada pertimbangan internal setiap musim dingin.
Pilihan menambah lapisan pakaian selalu menjadi opsi pertama sebelum menyentuh pengatur suhu ruangan.
- Membeli produk bermerek ketika ada pilihan generik yang lebih murah
Membayar lebih mahal hanya untuk label terkenal terasa tidak masuk akal saat produk tanpa merek sama kualitasnya.
Pola pikir ini membantu mengumpulkan dana pensiun dengan lebih cepat meski memulai terlambat.
Bangga menunjukkan penghematan dari membeli sereal tanpa merek adalah hal yang wajar dilakukan.
Perbedaan harga satu dolar mungkin terlihat kecil namun akumulasinya sangat berarti dalam jangka panjang.
Prinsip berhemat dengan memilih produk generik tetap dipertahankan hingga masa pensiun tiba.
Setiap penghematan kecil dihargai karena dampaknya yang signifikan terhadap keuangan keseluruhan dari waktu ke waktu.
- Makan di luar padahal masih ada persediaan makanan di rumah
Restoran hanya dikunjungi untuk acara spesial seperti ulang tahun atau perayaan penting lainnya.
Makan di luar hanya karena malas memasak adalah kebiasaan yang tidak familiar dilakukan.
Hari Minggu setelah ibadah mungkin ada kesempatan makan luar jika ada penghasilan tambahan.
Prinsip yang sama diterapkan dalam membesarkan anak meski kondisi finansial sudah membaik seiring waktu.
Saran untuk makan di luar selalu memunculkan pikiran tentang sisa makanan yang ada di kulkas.
Keraguan awal untuk pergi ke restoran tidak pernah hilang meski keputusan akhirnya tetap pergi.
- Menyewa jasa tukang untuk memperbaiki sesuatu yang bisa dipelajari sendiri
Video tutorial online telah menghemat ribuan dolar selama bertahun-tahun untuk berbagai perbaikan rumah.
Keran bocor atau suara aneh dari pengering pakaian bisa diatasi dengan menonton panduan dan menggunakan peralatan.
Meminta bantuan orang lain terasa seperti kekalahan meski kondisi fisik sudah tidak memungkinkan.
Memanggil tukang untuk hal yang potensial bisa diperbaiki sendiri terasa seperti menyerah pada tantangan.
Sifat ini mungkin terlihat keras kepala namun sebenarnya adalah bentuk kemandirian dan kepraktisan.
Kepuasan menyelesaikan masalah sendiri jauh lebih besar daripada kemudahan membayar orang lain melakukannya.
- Membeli pakaian baru saat yang lama masih bisa dipakai
Baju dengan lubang kecil di bagian bawah atau jeans yang pudar masih dianggap layak pakai. Pakaian baru hanya didapat dua kali setahun dan sisanya harus bertahan lama.
Sweater yang sudah belasan tahun tetap dipertahankan karena masih nyaman dan tidak rusak parah.
Ada perbedaan antara pakaian usang dan pakaian yang sudah pas di badan menurut perspektif ini.
Orang dengan latar belakang serupa pasti memahami perbedaan ini tanpa perlu penjelasan panjang.
Nilai guna pakaian diukur dari kondisi fisiknya bukan dari tren atau gaya terkini yang berubah.
- Naik taksi atau transportasi online padahal bisa jalan kaki atau naik bus
Aplikasi transportasi online membingungkan dengan cara mudahnya menghabiskan uang untuk perjalanan singkat.
Dua puluh dolar untuk jarak lima mil terasa sangat mahal dan bisa digunakan membeli kebutuhan lain.
Bus mungkin memakan waktu lebih lama namun biayanya jauh lebih terjangkau dibanding taksi.
Tubuh yang sudah tidak muda lagi mungkin protes saat harus berjalan ke halte bus. Namun hati nurani yang terbiasa berhemat akan lebih protes jika membayar tarif taksi yang mahal.
Keputusan tetap memilih transportasi umum atau berjalan kaki meski fisik mengeluh adalah kompromi yang diambil.