← Beranda
Jika Anda Selalu Mengaktifkan Mode Senyap pada Ponsel Anda, Anda Memiliki 5 Kualitas Ini Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahRabu, 8 Oktober 2025 | 14.31 WIB
seseorang yang selalu mengaktifkan mode senyap (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Di era digital seperti sekarang, ponsel bukan sekadar alat komunikasi—ia sudah menjadi perpanjangan dari diri kita. 

Setiap bunyi notifikasi, dering panggilan, atau getaran pesan membawa respons psikologis tertentu. 

Namun, di tengah hiruk-pikuk notifikasi itu, ada satu kelompok orang yang tampaknya memilih ketenangan: mereka yang hampir selalu mengaktifkan mode senyap.

Bagi sebagian orang, ini tampak aneh—bagaimana bisa seseorang menonaktifkan semua suara di dunia yang begitu “online”? 

Dilansir dari Geediting pada Senin (6/10), terdapat menurut psikologi, kebiasaan sederhana ini justru bisa mengungkap banyak hal tentang kepribadian seseorang. 

Mari kita telusuri lima kualitas menarik yang cenderung dimiliki oleh mereka yang lebih suka hening daripada bunyi notifikasi.

Baca Juga: 6 Weton 'Banyu Mili' Menurut Primbon Jawa: Rezeki dan Kekayaannya Mengalir Seperti Air yang Memberi Kesejukan dan Kesuburan

1. Mereka Menghargai Kedamaian Batin dan Ketenangan Pikiran

Orang yang sering mengaktifkan mode senyap biasanya memiliki kebutuhan tinggi akan ketenangan mental. 

Mereka memahami bahwa terlalu banyak stimulasi—baik suara, pesan, atau panggilan—dapat menciptakan stres kecil yang menumpuk.


Menurut teori sensory processing sensitivity, individu dengan kepekaan tinggi terhadap rangsangan cenderung mencari cara untuk melindungi diri dari kelebihan informasi sensorik. 

Mode senyap menjadi bentuk self-protection mechanism—cara mereka menjaga fokus dan keseimbangan emosi.

Bagi mereka, keheningan bukan kekosongan; justru di sanalah pikiran bisa bernapas.

2. Mereka Memiliki Kemandirian Emosional yang Kuat

Mengabaikan bunyi notifikasi juga menunjukkan kemampuan untuk tidak bergantung pada validasi eksternal. 

Orang yang selalu memeriksa ponsel setiap kali ada pesan biasanya terdorong oleh rasa ingin diterima atau takut tertinggal (FOMO – fear of missing out)

Sebaliknya, pengguna mode senyap tidak merasa perlu untuk selalu terhubung. Mereka tahu bahwa dunia tetap berjalan tanpa harus merespons setiap hal secara instan.

Dalam psikologi kepribadian, ini berkaitan dengan internal locus of control—keyakinan bahwa kebahagiaan dan kendali hidup berasal dari diri sendiri, bukan dari faktor luar. 

Mereka tidak membiarkan ponsel (atau siapa pun) mendikte ritme hidup mereka.

Baca Juga: 10 Weton Super Beruntung: Rezeki Mengalir Tanpa Henti, Hidupnya Dikelilingi Keberuntungan dan Kekayaan

3. Mereka Memiliki Fokus dan Disiplin yang Tinggi

Mode senyap bukan hanya soal ketenangan, tapi juga soal fokus. Orang yang membiasakan diri menonaktifkan suara ponsel biasanya memahami pentingnya deep work—kemampuan untuk bekerja dengan konsentrasi mendalam tanpa gangguan

Psikolog Cal Newport, dalam bukunya Deep Work, menulis bahwa distraksi digital bisa menurunkan kualitas berpikir seseorang secara drastis. 

Dengan menonaktifkan suara, mereka memberi ruang bagi produktivitas yang lebih berkualitas, bukan sekadar kuantitas waktu bekerja.

Mereka tahu kapan harus membuka diri pada dunia, dan kapan harus mematikan kebisingan demi menyelesaikan hal penting.

4. Mereka Cenderung Introvert atau Ambivert dengan Energi Terarah

Bukan berarti mereka anti-sosial—namun kebanyakan orang yang suka mode senyap memiliki energi sosial yang selektif. 

Dalam terminologi psikologi kepribadian, mereka mungkin tergolong introvert atau ambivert, yang membutuhkan waktu tenang untuk mengisi ulang energi.


Notifikasi yang terus-menerus bisa terasa menguras tenaga bagi mereka. Dengan mode senyap, mereka menciptakan “batas tak terlihat” antara diri sendiri dan dunia luar.

Bagi mereka, komunikasi yang bermakna lebih penting daripada sekadar respons cepat. 

Mereka lebih suka membalas pesan dengan penuh perhatian di waktu yang tepat, daripada tergesa-gesa hanya untuk terlihat responsif.

5. Mereka Bijak dalam Mengelola Energi Sosial dan Emosional

Dalam psikologi modern, ada konsep yang disebut digital mindfulness—kesadaran dalam menggunakan teknologi secara seimbang. 

Orang yang sering menggunakan mode senyap biasanya sudah sampai pada tahap ini. 

Mereka sadar bahwa tidak semua pesan perlu dijawab, dan tidak semua hal membutuhkan reaksi.

Alih-alih menjadi budak teknologi, mereka memilih menjadi pengendali. Mereka tahu kapan harus terhubung, dan kapan harus benar-benar hadir di dunia nyata.

Dengan begitu, mereka lebih jarang merasa “burnout digital”—keadaan ketika seseorang merasa lelah akibat terlalu banyak interaksi daring.

Kesimpulan: Keheningan Adalah Bentuk Kekuatan Modern

Di dunia yang semakin bising, memilih hening adalah bentuk keberanian. Orang yang selalu mengaktifkan mode senyap bukan berarti tidak peduli—justru mereka lebih sadar akan apa yang penting bagi hidupnya. 

Mereka memilih kualitas daripada kuantitas, memilih kedamaian daripada kepanikan digital.

Jadi, jika Anda termasuk orang yang sering menonaktifkan suara ponsel, jangan merasa aneh. 

Itu bukan tanda menjauh dari dunia, melainkan tanda bahwa Anda sedang menjaga dunia batin Anda tetap tenang.

Dalam diam, Anda sedang berbicara pada diri sendiri—dan itu adalah percakapan paling berharga dari semuanya. 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti