← Beranda
6 Kebiasaan Sehari-hari yang Sangat Ampuh untuk Menjaga Ketenangan dan Kedamaian Batin
Akhmad Iqbal Firmansyah• Senin, 29 September 2025 | 22.45 WIB
Ilustrasi orang yang merasakan kedamaian batin. (Freepik)

 

JawaPos.com – Kesibukan sehari-hari karena pekerjaan atau tanggung jawab hidup dapat membuat seseorang mudah merasa stres.

Selain itu, kebanyakan orang mengabaikan kesejahteraan mental karena dianggap tidak sepenting kesehatan fisik.

Faktanya, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, orang yang merasa stres dan frustasi cenderung sulit untuk mencapai kedamaian batin.

Memang hidup penuh dengan ketidakpastian dan perubahan, tapi itu bukan berarti setiap orang tidak dapat memiliki ketenangan dan kedamaian.

Ada beberapa hal yang jika dilakukan secara konsisten dapat membuat seseorang merasakan ketenangan dan kedamaian batin.

Dengan fokus pada kesejahteraan diri, daripada terus mengejar produktivitas, setiap orang dapat merasakan hidup yang lebih bermakna.

Ini bukan tentang kebiasaan yang dapat merubah hidup secara drastis, tapi kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Selain itu, kebiasaan ini dapat membantu setiap orang mengatasi hari yang berat dan terhindar dari stres yang berlebihan.

Dilansir dari Times of India, ada enam kebiasaan sederhana yang secara efektif dapat menjaga ketenangan dan kedamaian batin.

1. Istirahat dari Kesibukan

Di tengah kesibukan kebanyakan orang cenderung sulit untuk meluangkan waktu istirahat yang menenangkan.

Waktu tenang adalah sebuah kebutuhan semua orang, dan setiap menit istirahat sangat berarti untuk kesejahteraan mental.

Entah itu istirahat di sela-sela pekerjaan atau saat sedang dalam perjalanan, cobalah untuk berhenti dari berbagai kesibukan.

Momen ini sangat penting untuk kedamaian batin, dengan mengurangi bermain ponsel dan mengabaikan segala gangguan.

Selain itu, momen istirahat yang menenangkan bukan soal durasi waktu, tapi tentang suasana yang membuat pikiran menjadi lebih jernih.

2. Tinggalkan Hal yang mengganggu Pikiran

Terkadang waktu istirahat di tengah pekerjaan atau kesibukan digunakan untuk bermain ponsel atau mengecek pesan.

Memang itu bukan hal yang salah, tapi justru itu dapat mengganggu waktu istirahat karena pikiran sulit untuk merasa damai.

Banyaknya notifikasi atau mengecek media sosial dapat membuat pikiran setiap orang merasa khawatir.

Selain itu, ini mengganggu waktu istirahat yang dibutuhkan otak agar pikiran tetap tenang untuk produktivitas.

Jadi, cobalah untuk menghindari gangguan ponsel atau membatasi diri mengecek media sosial di tengah waktu istirahat.

Ini secara signifikan dapat membuat pikiran tenang dan kesejahteraan batin dapat dirasakan di tengah-tengah kesibukan.

3. Hindari Overthinking

Overthinking adalah kebiasaan yang secara tidak sadar sering dialami oleh kebanyakan orang di tengah-tengah kesibukan.

Terutama jika tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab yang terlalu berat dapat membuat seseorang mudah dihantui beban pikiran.

Namun, menyadari ketika sedang overthinking dapat menjadi solusi yang efektif untuk menangani stres.

Memang sulit menyadari overthinking, tapi dengan berhenti sejenak dan melakukan refleksi diri, setiap orang dapat mengatasi overthinking.

Cobalah untuk bersyukur akan kenikmatan yang didapatkan, daripada mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi.

4. Prioritaskan Istirahat yang Menenangkan

Memprioritaskan istirahat di tengah-tengah kesibukan tidak semudah yang dibayangkan, karena kebanyakan orang cenderung fokus pada produktivitas.

Namun, setiap orang perlu memahami bahwa istirahat juga bagian dari produktivitas, karena istirahat yang cukup dapat menjernihkan pikiran untuk memulai hari berikutnya.

Terutama waktu tidur di malam hari, itu adalah kebutuhan setiap orang bukan waktu tambahan untuk kerja lembur.

Alih-alih ingin menyelesaikan banyak pekerjaan di penghujung hari, cobalah untuk menetapkan batasan agar dapat beristirahat.

Jadi, jangan abaikan istirahat, karena itu sumber energi dan dukungan untuk kesejahteraan batin.

5. Lakukan Kebaikan Sederhana

Kebaikan bukan hanya memberikan kenyamanan pada orang lain, tapi juga membuat batin menjadi lebih damai.

Ini karena ada perasaan yang kuat ketika seseorang memberikan bantuan, sehingga kebahagiaan dapat menular tidak untuk diri sendiri tapi juga orang lain.

Selain itu, kebaikan tidak harus hal besar, cukup berbuat baik melalui hal-hal sederhana seperti membantu orang tua atau membantu menyiapkan makanan.

Kebaikan kecil ini memberikan efek yang besar untuk kedamaian dan kesejahteraan batin setiap orang.

Dan semakin seseorang peka untuk memberikan bantuan, semakin bahagia pula hidup yang akan dirasakan.

Jadi, jangan hanya memberikan bantuan karena sebuah imbalan, tapi tulus membantu justru memberikan kedamaian batin sejati.

6. Jangan Terlalu Fokus Pada Hasil

Banyak orang cenderung hanya fokus pada hasil, sehingga usaha yang tidak memberikan hasil yang pasti dapat membuat mereka frustasi.

Tak jarang orang merasa stres karena mengharapkan hasil tertentu, tapi usaha yang mereka lakukan belum cukup.

Terutama dalam membangun hubungan, kebanyakan orang merasa frustasi ketika pasangannya tidak melakukan sesuatu yang diharapkan.

Oleh karena itu, setiap orang perlu sadar untuk tidak terlalu fokus pada hasil, dan lebih fokus pada usaha diri sendiri.

Ketika seseorang siap karena usahanya, hasil yang baik akan mengikuti mereka, karena tidak ada usaha yang sia-sia.

Jadi, fokus pada diri sendiri jauh lebih baik daripada fokus pada hasil yang tidak dapat dikendalikan. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah