JawaPos.com – Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, terutama di era yang serba cepat dan penuh kesibukan.
Namun, banyak dari kita mengabaikan pentingnya kesehatan mental, karena kita sibuk dengan rutinitas di tempat kerja.
Kita mungkin lebih banyak menghabiskan waktu di tempat kerja, sehingga sulit untuk menjaga kesehatan mental.
Meskipun lingkungan kerja kita positif, tapi jika kita hanya fokus meningkatkan produktivitas tanpa memikirkan kesejahteraan diri sendiri.
Dan jika lingkungan kerja kita buruk, seperti ada ketidaksetaraan, diskriminasi, atau beban kerja yang berlebihan, itu justru cepat merusak kesehatan mental kita.
Oleh karena itu, kita perlu memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan membangun lingkungan kerja yang positif.
Baca Juga: Mengenal Daddy Issues: Dampak Psikologis pada Hubungan, Kepercayaan Diri, dan Kesehatan Mental
Sebagai pekerja, kita perlu tahu cara berperilaku, berinteraksi, dan memahami prioritas diri sendiri, tanpa mengorbankan kesejahteraan pribadi.
Dilansir dari Times of India, ada enam tips jitu untuk menjaga kesehatan mental kita di tempat kerja dan membangun lingkungan kerja yang positif.
- Memprioritaskan Kesejahteraan Diri
Memprioritaskan diri sendiri di tempat kerja bukan hal yang egois, tapi sebuah kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental.
Memprioritaskan diri sendiri bukan berarti kita bersikap cuek atau tidak ingin membantu orang lain.
Ini tentang meluangkan waktu untuk beristirahat, tidur secara teratur, makan makanan bergizi, dan berolahraga di tengah kesibukan.
Kebiasaan-kebiasaan sederhana ini jika dilakukan secara rutin akan membuat kesehatan mental kita terjaga.
Meskipun kita sibuk bekerja, tapi jika kita mulai memprioritaskan diri sendiri, kita akan tetap terlihat segar, produktif, dan berenergi di tempat kerja.
Jadi, jangan mengabaikan prioritas diri, terutama ketika waktu istirahat, berolahraga, atau tidur.
- Belajar Menetapkan Batasan Pribadi
Batasan pribadi adalah hal yang harus ditetapkan di tempat kerja agar kita tidak terlalu memaksakan diri.
Ini bisa lakukan ketika kita merasa kelelahan, kita menolak untuk memaksakan diri melakukan sesuatu yang bukan tugas kita.
Sikap ini bukan berarti kita egois, tapi kita memahami kapasitas diri sendiri, sehingga kita tahu kapan harus membantu dan kapan harus menolak.
Selain itu, selalu menerima segala hal dan memenuhi segala harapan orang lain dapat membuat kita mudah dimanfaatkan.
Belajarlah menolah, sehingga orang lain lebih menghormati kita, tapi dengan cara yang sopan dan penuh perhatian.
Jadi, menetapkan batasan pribadi adalah tips jitu untuk menjaga kesehatan mental di tempat kerja.
Ini membuat kita tetap berenergi dan produktivitas kita tetap pada tingkat tertinggi ketika bekerja.
- Membangun Koneksi dengan Rekan Kerja
Koneksi di tempat kerja adalah cara agar kita mampu bertahan dan menjaga kesehatan di tempat kerja.
Ini bukan berarti kita memanfaatkan orang lain demi kenyamanan diri sendiri, tapi lebih membangun interaksi dan komunikasi yang positif dengan rekan kerja atau atasan.
Selain itu, hubungan di tempat kerja yang positif membuat kita lebih mudah merasa nyaman saat bekerja.
Tanpa adanya koneksi yang berarti di tempat kerja, kita mudah merasa terbebani dan sulit fokus pada pekerjaan.
Jadi, jangan menjadi orang yang tertutup, bangun koneksi di tempat kerja sebagai cara untuk menjaga kesejahteraan mental.
- Bedakan Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi
Meskipun kita memiliki tanggung jawab di tempat kerja, usahakan agar kita membedakan kapan waktu bekerja dan kapan untuk menikmati hidup.
Bekerja terlalu keras atau berlebihan justru membuat kita merasa kurang produktif dan kesehatan mental kita terganggu.
Usahakan agar menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan tunjukkan kinerja yang baik ketika sedang di tempat kerja.
Namun, jika kita telah berada di luar jam kerja, kita perlu mengabaikan segala bentuk permintaan tambahan di tempat kerja.
Ini bukan sikap apatis, tapi lebih menyeimbangkan diri kita sendiri kapan harus bekerja dan kapan harus menikmati hidup.
Kehidupan pribadi kita juga penting untuk kita prioritaskan agar kita tidak mudah kelelahan dan merusak kesehatan mental kita.
- Mencari Dukungan atau Bantuan
Mencari dukungan atau bantuan bukan sebuah kelemahan, tapi tanda kekuatan sejati dalam diri kita.
Ketika kita terbuka untuk mencari dukungan dan bantuan, kita sebenarnya memahami kapasitas diri kita sendiri.
Selain itu, meminta bantuan menunjukkan bahwa kita adalah orang biasa dan terbuka untuk belajar menjadi lebih baik.
Jika kita merasa kewalahan karena beban pekerjaan yang berlebihan, tidak ada salahnya meminta bantuan atau dukungan.
Selain itu, tempat kerja adalah lingkungan yang harus menekankan kerja sama yang baik, bukan individu yang mementingkan kemandirian.
- Memiliki Rutinitas Setelah Bekerja
Tips terakhir yang perlu kita lakukan agar kesehatan mental kita tetap terjaga di tengah kesibukan pekerjaan adalah memiliki rutinitas setelah bekerja.
Ketika kita telah menyelesaikan pekerjaan kita, waktu di malam hari adalah waktu untuk kita menikmati kehidupan.
Kita perlu memiliki rutinitas yang menenangkan atau rutinitas yang mendorong kesejahteraan pribadi.
Di penghujung hari, itu adalah momen terbaik untuk diri kita melakukan hal yang menyenangkan dan memberikan kita pertumbuhan.
Selain itu, kebiasaan di waktu senja membuat kesehatan mental kita terjaga karena kita menjadi lebih bahagia dan terlibat pada kesenangan kita sendiri.
Memiliki rutinitas ini bisa dilakukan dengan mematikan atau menghindari gadget yang mengganggu fokus kita.
Ini membuat kita lebih mudah fokus dan melakukan refleksi diri untuk kesejahteraan kita secara keseluruhan.