JawaPos.com - Depresi sering kali dianggap sekadar perasaan sedih yang bisa hilang dengan sendirinya. Padahal, kenyataannya jauh lebih kompleks.
Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang dapat mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan emosi, hingga berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa putus asa, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas, hubungan sosial, bahkan pekerjaan.
Baca Juga: Jangan Disepelekan, Ini Ciri Depresi Ringan yang Bisa Jadi Awal Gangguan Mental Lebih Serius
Yang lebih mengkhawatirkan, depresi kerap tidak disadari karena gejalanya bisa mirip dengan rasa lelah biasa atau masalah emosional sesaat.
Akibatnya, banyak orang terlambat menyadari bahwa dirinya atau orang terdekat sebenarnya sedang mengalami depresi.
Untuk itu, penting bagi kita memahami tanda-tanda depresi, faktor pemicunya, hingga langkah yang bisa dilakukan agar kondisi ini tidak semakin parah.
Dilansir dari kanal YouTube RS Premier Bintaro pada (15/3), Dr. dr. Ria Maria Theresa, Sp.KJ selalu dokter spesial kesehatan jiwa membagikan tanda-tanda depresi lengkap dengan gejala dan langkahnya.
Baca Juga: Waspada, Mager Bisa Jadi Pemicu Depresi! Ini 4 Dampak Psikologis Malas Gerak yang Perlu Kamu Tahu
Ciri-ciri depresi
Seseorang yang mengalami depresi biasanya menunjukkan gejala berikut:
-
Merasa cemas dan memiliki kekhawatiran berlebihan.
-
Mudah tersinggung atau tidak stabil secara emosional.
-
Sering merasa lelah dan kehilangan energi.
-
Mengalami sakit kepala, pusing, atau nyeri tanpa sebab yang jelas.
-
Perubahan pola makan, bisa menjadi lebih banyak atau justru kehilangan selera.
-
Gangguan tidur, seperti insomnia atau tidur berlebihan.
-
Timbul perasaan putus asa berkepanjangan.
-
Muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri bahkan sampai ke arah kematian.
Faktor Pemicu Depresi
Depresi bisa dipicu oleh berbagai kondisi, antara lain:
-
Mengalami peristiwa traumatis atau kehilangan besar.
-
Menderita penyakit kronis atau serius.
-
Efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu.
-
Riwayat keluarga dengan gangguan mental.
-
Tekanan batin yang terus-menerus.
-
Pola pikir negatif yang dibiarkan berlarut-larut.
Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?
Jika gejala depresi semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, terlebih ketika muncul keinginan menyakiti diri, segera periksakan diri ke dokter atau tenaga profesional kesehatan mental.
Langkah ini penting untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Cara Mengurangi Risiko Depresi
Selain pemeriksaan medis, ada beberapa langkah yang bisa membantu menjaga kesehatan mental, seperti:
-
Tidak membiasakan diri menyendiri dalam waktu lama.
-
Rajin berolahraga untuk menjaga keseimbangan hormon dan suasana hati.
-
Mengelola stres dengan cara positif, misalnya meditasi atau hobi.
-
Menghindari konsumsi alkohol serta obat-obatan terlarang.
Depresi bukanlah kelemahan atau sesuatu yang bisa disepelekan.
Kondisi ini adalah masalah kesehatan yang nyata dan dapat dialami siapa saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau latar belakang.
Karena itu, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah berani mengakui kondisi tersebut dan mencari pertolongan yang tepat.
Dengan mengenali ciri-ciri, memahami pemicu, serta menjaga kesehatan mental lewat kebiasaan positif, kita bisa mencegah depresi berkembang menjadi lebih serius.
Jika orang terdekatmu menunjukkan gejala serupa, jangan ragu untuk memberikan dukungan, mendengarkan tanpa menghakimi, dan menyarankan untuk mencari bantuan profesional.
Ingat, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
Depresi bisa diatasi, asalkan kita mau peduli pada diri sendiri dan tidak ragu untuk meminta pertolongan.