JawaPos.com - Pernah merasa kulit justru jadi kusam atau iritasi meski sudah pakai banyak produk skincare?
Tenang, kamu tidak sendirian. Ternyata, penggunaan skincare yang berlapis-lapis tanpa pola yang tepat bisa membuat kulit “kelelahan” dan hasilnya tidak maksimal.
Kini ada metode baru yang sedang viral di dunia kecantikan, yaitu skin cycling.
Skin cycling adalah rutinitas perawatan kulit selama 4 malam yang dirancang agar produk skincare bekerja lebih efektif dan tidak membebani kulit.
Konsepnya sederhana, ada hari khusus untuk eksfoliasi, hari untuk retinol, dan dua hari untuk pemulihan atau recovery.
Dengan pola ini, kulit bisa tetap sehat, terhidrasi, sekaligus mendapatkan manfaat maksimal dari produk skincare yang kamu gunakan.
Apa Itu Skin Cycling?
Melansir dari laman Klik Dokter, skin cycling merupakan metode perawatan kulit yang dijalankan dengan pola rutin selama empat malam.
Konsep ini pertama kali dikenalkan oleh dr. Whitney Bowe, seorang dermatolog asal New York, Amerika Serikat.
Ia menekankan bahwa perawatan kulit tidak harus rumit atau menggunakan banyak produk.
Yang terpenting adalah memaksimalkan penggunaan skincare pada malam hari agar hasilnya lebih optimal.
Dalam siklus empat malam tersebut, urutannya meliputi, malam pertama eksfoliasi, malam kedua penggunaan retinol, kemudian dua malam berikutnya difokuskan pada tahap pemulihan. Setelah itu, siklus diulang kembali dari awal.
Manfaat Skin Cycling untuk Kulit
Menurut laman Everyday Health, skin cycling disebut memiliki berbagai manfaat oleh para dermatolog maupun penggunanya.
- Membantu Memperbaiki Skin Barrier
Skin barrier yang sehat penting untuk melindungi kulit dari infeksi, bahan kimia, maupun alergen.
Eksfoliasi berlebihan dan retinoid kuat bisa merusaknya, sehingga malam pemulihan berperan penting dalam menjaga perlindungan alami kulit.
- Mengurangi Efek Samping Produk
Dengan mengatur frekuensi penggunaan bahan aktif, skin cycling dapat meminimalkan risiko iritasi.
Misalnya, retinol bisa digunakan dengan lapisan pelembap tambahan agar lebih aman.
- Melindungi Kulit dari Perubahan Musim
Pada musim dingin atau udara kering, malam pemulihan membantu menjaga kelembapan kulit sehingga lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan mencegah masalah seperti kulit kering atau eksim.
Cara Melakukan Skin Cycling
Jika ingin mencoba skin cycling, ada rutinitas empat malam yang bisa diikuti secara berulang.
- Eksfoliasi (Malam Pertama)
Langkah pertama adalah mengangkat sel kulit mati melalui eksfoliasi.
Menurut dr. Bowe, lebih baik memilih chemical exfoliator ketimbang physical exfoliator, karena teksturnya lebih lembut dan mampu mencerahkan kulit.
American Academy of Dermatology juga menekankan pentingnya memilih produk sesuai jenis kulit.
Selalu bersihkan wajah sebelum eksfoliasi, lalu akhiri dengan pelembap. Jika terasa perih atau terbakar, segera bilas hingga bersih.
- Aplikasi Retinol (Malam Kedua)
Malam kedua berfokus pada penggunaan retinol. Kandungan ini bermanfaat untuk mengatasi jerawat, flek hitam, hingga kerutan dengan cara merangsang produksi kolagen.
Namun, retinol bisa memicu iritasi, terutama pada kulit sensitif. Karena itu, gunakan tipis-tipis secara merata, jangan berlebihan, dan akhiri dengan pelembap.
Untuk kulit sensitif, pelembap bisa dipakai lebih dulu sebelum retinol agar lebih aman.
- Pemulihan (Malam Ketiga dan Keempat)
Dua malam berikutnya adalah fase istirahat untuk memperbaiki skin barrier. Cukup bersihkan wajah seperti biasa, lalu aplikasikan pelembap tanpa kandungan retinol.
Di pagi hari, lakukan rutinitas sederhana dengan pembersih ringan, serum vitamin C, pelembap, dan tabir surya.
Kunci keberhasilan skin cycling adalah konsistensi dan kesabaran, karena produk skincare membutuhkan waktu agar kulit dapat beradaptasi dan menunjukkan hasil.