← Beranda
Pernah Dengar Sleepmaxxing? Berikut Adalah 5 Alasan Kenapa Otakmu Butuh Istirahat Berkualitas
Aria Maulana SatriyoSabtu, 23 Agustus 2025 | 06.19 WIB
Ilustrasi seseorang dengan tidur yang tidak cukup

JawaPos.com – Kalian yang online secara kronis mungkin pernah mendengar tren di TikTok dengan tagar sleepmaxxing. 

Dilansir dari Verywell Mind pada Januari 2025, trend ini telah mencapai 130 juta unggahan di aplikasi TikTok.

“Hah sleepmaxxing? Tidur lebih lama maksudnya?” Hampir benar kawan psikologi. Lebih tepatnya, Sleepmaxxing adalah memaksimalkan kualitas dan kuantitas tidur dengan berbagai teknik.

Menurut data dari Verywell Mind, sebanyak 41.2% dari Gen Z terdampak masalah tidur yang berakibat negatif pada kondisi mental mereka.

Baca Juga: Kenapa Doomscrolling Bisa Bikin Otak Overthinking? Ini Dampaknya Bagi Psikologis Kamu!

Seberapa penting sebenarnya tidur? Mari simak beberapa fakta berikut ini yang terjadi jika kekurangan tidur. 

1. Gangguan Mental

Kekurangan tidur yang signifikan – secara kuantitas atau kualitas – dapat mengganggu kesehatan mental Anda. 

Sejumlah penelitian bahkan telah mengkaitkan kurangnya tidur dengan gangguan mental yang cukup parah. 

Gangguan mental yang disebabkan oleh kurangnya tidur meliputi gangguan kecemasan, bipolar, pola makan hingga depresi. 

Baca Juga: 7 Cara Sederhana Meningkatkan IQ Efektif untuk Kinerja Otak Optimal Sepanjang Hidup

2. Brain Fog 

Mungkin ada beberapa dari kalian yang baru mendengar brain fog. Brain Fog adalah terminologi untuk menjelaskan sejumlah masalah kognitif pada seorang individu.

Permasalah kognitif yang meliputi brain fog adalah gangguan memori, fokus, kecepatan berpikir dan kejernihan pikiran.

Menurut Verywell Mind, kekurangan tidur yang berkualitas adalah pelaku utama dari brain fog. 

Sehingga, mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk kinerja otak dan performa dalam keseharian Anda. 

3. Moody-an” dalam Keseharian

Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh terasa lelah, tetapi juga memengaruhi suasana hati Anda sehari-hari. 

Saat tubuh kekurangan istirahat, kemampuan otak untuk mengatur emosi jadi menurun. Akibatnya, Anda lebih mudah merasa marah, cemas, atau tersinggung terhadap orang-orang di sekitar.

4. Stress dan Overthinking

Kurang tidur juga membuat Anda jauh lebih sulit menghadapi stres, bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun. 

Masalah sepele bisa terasa sangat besar dan menimbulkan frustrasi. Akibatnya, hal-hal sehari-hari yang biasanya mudah ditangani justru terasa melelahkan.

5. Gejala Psikosis

Kurangnya tidur yang kronis – dengan jangka waktu terjaga lebih dari 24 jam – membuat seseorang akan lebih mudah terjangkit gejala psikosis atau halusinasi.

Sebuah penelitian menemukan bahwa sebagian orang yang terjaga selama 24 jam mulai mengalami halusinasi dan perubahan persepsi. 

Mereka yang terjaga hingga 60 jam tanpa tidur diperkirakan akan mengalami halusinasi sekaligus delusi yang cukup parah.

Akhir Kata

Dengan mengikuti tren sleepmaxxing, Anda dapat memaksimalkan tidur agar benar-benar restoratif dan berkualitas agar dijauhkan dari dampak-dampak negatif.

Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas Anda dapat menetapkan jadwal tidur yang konsisten, pastikan ruangan tidur gelap dan tenang, serta biasakan ritual santai sebelum berbaring.

Jika Anda masih merasa kesulitan untuk tidur, menggunakan medikasi yang mengandung antihistamin dan melatonin dapat membantu. 

Menggunakan jasa psikolog professional juga dapat membantu Anda mencapai tidur yang berkualitas. 

Umumnya,  Psikolog akan menerapkan CBT-I yang lebih berfokus untuk membantu Anda mengurangi insomnia. 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho