← Beranda
Melembabkan atau Menghidrasi? Ini Perbedaan Moisturizing dan Hydrating yang Harus Kamu Tahu
Aulia Nur IsfahaniJumat, 22 Agustus 2025 | 03.44 WIB
Ilustrasi perbedaan moisturizing dan hydrating sesuai jenis kulit (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Sering kesulitan saat memilih produk perawatan kulit karena istilah moisturizing dan hydrating terdengar mirip? Padahal, keduanya bekerja dengan cara yang berbeda untuk kulit.

Hydrating berfungsi menyerap air dari udara atau kulit untuk menjaga kelembapan dari dalam, sedangkan moisturizing berfokus pada membuat lapisan pelindung yang mengunci kelembapan agar kulit tetap lembut.

Memahami perbedaan keduanya penting agar kamu dapat memilih produk yang tepat untuk membuat kulit sehat, lembap, dan glowing.

Hydrator vs. Moisturizer: Apa Bedanya?

Dilansir dari Healthline, secara ilmiah moisturizer adalah istilah umum untuk berbagai jenis pelembap, seperti emolien (lemak dan minyak), skualena (minyak), humektan, dan occlusive.

Namun, dalam dunia pemasaran, istilah ini telah mengalami pergeseran. "Hydrator dan moisturizer adalah istilah pemasaran dan dapat didefinisikan oleh merek sesuai keinginan mereka," ujar Perry Romanowski, seorang ahli kimia kosmetik dan salah satu pendiri The Beauty Brains.

Meskipun tidak ada standar baku yang mendefinisikan hydrator dan moisturizer, sebagian besar merek menggunakan istilah ini untuk membedakan bagaimana kulit mendapatkan kelembapan yang dibutuhkan.

"Moisturizers adalah bahan berbasis minyak, termasuk agen oklusif seperti petrolatum atau minyak mineral, dan emolien seperti ester dan minyak nabati," ucap Romanowski. "Mereka bekerja dengan membentuk lapisan di permukaan kulit yang mencegah air keluar. Selain itu, mereka membuat kulit terasa lebih halus dan tidak terlalu kering."

Sementara itu, hydrator adalah bahan yang disebut humektan, seperti gliserol, yang menyerap air dari atmosfer atau kulitmu dan menahannya di dalam kulit.

Penting untuk memahami bahwa keduanya bekerja dengan cara yang sangat berbeda karena pilihan produkmu bisa menentukan kesehatan kulit. Tujuan akhirnya mungkin sama—kulit yang lebih terhidrasi—tetapi strateginya tergantung pada tipe kulitmu.

Berdasarkan fungsinya, produk hydrating dan moisturizing dibedakan menjadi tiga, menurut Halodoc.com:

1. Produk Hydrating untuk Kulit Dehidrasi

Kulit kering membutuhkan produk hidrasi yang tinggi. Mengandung humektan, seperti gliserin dan asam hialuronat, produk ini meningkatkan hidrasi kulit dengan menyerap air ke dalamnya.

Sangat penting untuk memeriksa kondisi kulitmu. Kulit kusam, tidak bercahaya, serta garis-garis halus dan kerutan yang semakin terlihat dapat disebabkan oleh kekurangan hidrasi. Dehidrasi terjadi ketika sel-sel kulit kering dan kekurangan air, membuat kulit tampak mengerut.

2. Produk Moisturizing untuk Mengatasi Kulit Kering

Produk moisturizing dibuat untuk mengatasi kulit kering. Kulit memiliki penghalang lipid alami untuk melindunginya dari kerusakan dan kehilangan air. Kulit kering dan bersisik adalah sinyal bahwa kulitmu tidak menghasilkan cukup sel lipid untuk membentuk lapisan pelindung.

Di sinilah pelembap berperan penting. Bahan berbasis minyak biasanya digunakan dalam produk pelembap, termasuk bahan occlusive, seperti minyak mineral atau petrolatum, dan emolien, seperti minyak nabati. Mereka bekerja dengan membuat segel pada permukaan kulit yang mencegah air keluar, sehingga kulit terasa lebih halus dan tidak kering.

3. Memiliki Konsistensi yang Berbeda

Selain dari segi manfaat dan komposisi, perbedaan antara produk hydrating dan moisturizing juga bisa terlihat dari teksturnya. Umumnya, produk hydrating memiliki konsistensi lebih ringan dan cair karena berbahan dasar air, sedangkan produk moisturizing cenderung lebih kental karena banyak mengandung minyak sebagai basisnya.

Mana yang Tepat untuk Tipe Kulitmu: Moisturizing atau Hydrating?

Banyak orang bertanya mana yang paling cocok untuk kulit mereka. Banyak produk yang tersedia di pasaran, dari balm, minyak, krim, gel, salep, hingga hydrator, tetapi kenyataannya sebagian besar dari mereka bekerja dengan cara yang sama.

Menurut Perry Romanowski, kebanyakan losion dan produk kulit mengandung bahan occlusive, emolien, dan juga humektan, sehingga produk tersebut dapat melembapkan dan menghidrasi sekaligus, meskipun bentuknya berbeda.

Kuncinya adalah membaca daftar bahan dan mencoba sendiri. Terkadang, kulitmu mungkin lebih cocok dengan hanya moisturizer atau hydrator, bukan keduanya.

Dengan memahami bagaimana kulitmu menyerap kelembapan, kamu bisa memaksimalkan cara untuk mendapatkan kulit yang lebih lembap dan sehat. Tidak semua kulit membutuhkan perawatan yang sama, sehingga penting untuk memilih produk yang sesuai dengan tipe dan kondisi alaminya. Dengan kombinasi yang tepat, kulitmu bisa tetap sehat, lembap, dan terlihat glowing sepanjang hari.

EDITOR: Candra Mega Sari