JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terjebak dalam pola people pleasing, keinginan kuat untuk selalu menyenangkan orang lain, meski itu berakibat pada kebutuhan diri sendiri dikorbankan. Perilaku ini kerap muncul karena takut ditolak, dianggap egois, atau menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain.
Dr. Ingrid Clayton, psikolog klinis dari Los Angeles dan penulis buku Fawning: Why the Need to Please Makes Us Lose Ourselves, menyebut perilaku ini sebagai “fawning”.
Dalam wawancara dengan Kiplinger, ia menjelaskan bahwa fawning berkembang sebagai mekanisme bertahan hidup di lingkungan traumatis, seperti untuk meredam ketegangan atau menghindari konflik. Namun dalam jangka panjang, fawning bisa menimbulkan kecemasan, PTSD, batasan pribadi kabur, serta cepat lelah secara emosional dan fisik.
Baca Juga: Mengenali 10 Tanda Pria Diam-diam Berjuang Melawan Ketidakbahagiaan Mendalam
Poin-Poin Tanda Kamu Termasuk People Pleaser
- Sangat sulit mengatakan “tidak”
Kamu sering menyetujui permintaan orang lain meski merasa terbebani. Kesulitan menetapkan batas membuat waktu dan energimu terkuras.
- Suka meminta maaf tanpa sebab nyata
Secara otomatis kamu bilang “maaf” bahkan saat bukan salahmu, sebagai upaya menjaga kenyamanan relasi.
Baca Juga: 8 Tanda Seseorang akan Sukses dalam Hidup Meski Sering Diragukan Menurut Psikologi
- Mencari validasi terus menerus
Perasaan nilai dirimu sangat tergantung pada pujian atau pengakuan dari orang lain.
- Menghindari konflik dan ketegangan hubungan
Kamu memilih untuk diam atau menyetujui orang lain demi menjaga “ketenangan”, walau dalam hatimu nyaman pun tidak.
- Identitas dan kebutuhan diri kabur
Seiring waktu, batas antara keinginanmu dan permintaan orang lain kian tipis, kadang kamu tidak tahu apa yang benar-benar kamu inginkan.
Menurut Alys Nightingale, terapis berlisensi dari Counselling Directory, people pleasing seringkali terbentuk sebagai strategi bertahan saat kebutuhan emosional masa kecil tidak terpenuhi. Dalam situasi seperti itu, menjadi menyenangkan adalah cara untuk menjaga hubungan dan rasa aman. Meskipun awalnya membantu, lama perjalanan ini bisa membuat seseorang kehilangan suara dan identitas diri.
Cara Memulai Bebas dari Pola People Pleasing
- Sadari emosi dan nilai batasan diri
Sadari bahwa kamu berhak memiliki kebutuhan. Praktikkan afirmasi seperti “Saya berhak mengatakan tidak” dan jaga batasan tanpa merasa bersalah.
- Pelajari cara menolak tanpa penjelasan panjang
Belajar mengatakan tidak secara singkat dan tegas tanpa maaf berlebih dapat menghemat energi dan memperkuat rasa hormat diri.
- Bangun jadwal self‑care rutin
Sisihkan waktu khusus untuk dirimu sendiri, entah itu jurnal, meditasi, atau kegiatan kecil lain yang menyenangkan tanpa merasa bersalah.
- Latih komunikasi langsung dan sehat
Gunakan ungkapan “I‑statement” misalnya, “Saya merasa lelah dan butuh istirahat,” alih-alih menerima semua permintaan tanpa pertimbangan.
- Pertimbangkan dukungan profesional jika perlu
Jika pola ini menyebabkan stres berkepanjangan, terapi bisa membantu membangun kesadaran dan strategi sehat dalam berinteraksi.