← Beranda
7 Kebiasaan Membersihkan yang Harus Dihidari agar Rumah Lebih Bersih dan Bebas Kuman
Nurul FitriyahSabtu, 5 April 2025 | 00.26 WIB
Ilustrasi membersihkan debu. (Freepik)

JawaPos.com – Banyak kebiasaan dalam membersihkan rumah yang sering dilakukan tanpa disadari justru dapat membuat rumah kurang bersih dan tidak sepenuhnya bebas dari kuman.

Kebiasaan membersihkan adalah tindakan atau rutinitas yang dilakukan secara berulang untuk menjaga kebersihan suatu tempat, namun beberapa di antaranya bisa kurang efektif atau bahkan kontraproduktif.

Mengetahui kebiasaan membersihkan yang perlu dihindari dapat membantu menjaga kebersihan rumah secara optimal dan mengurangi risiko penyebaran kuman.

Berikut 7 kebiasaan membersihkan yang sering dilakukan, tetapi perlu dihindari agar rumah lebih bersih dan bebas kuman dilansir dari laman Thespruce, Jumat (4/4):

1. Kain Kering Tidak Efektif

Debu yang dihapus dengan kain kering akan kembali mengendap dalam waktu singkat. Metode ini hanya memindahkan debu ke udara tanpa benar-benar membersihkannya.

Menggunakan kain microfiber lembab akan menangkap debu dengan lebih baik. Semprotan pembersih juga dapat membantu menjaga kebersihan lebih lama.

2. Pelembut Kain Meninggalkan Residu

Bahan pelembut kain dapat menumpuk pada serat pakaian serta mesin cuci, mengurangi daya serap kain. Penggunaan jangka panjang juga dapat menyebabkan pakaian menjadi lebih mudah menyerap bau.

Cuka putih dapat digunakan sebagai alternatif alami untuk melembutkan pakaian. Selain lebih aman, metode ini juga membantu menghilangkan sisa deterjen.

3. Tisu Basah Tidak Efektif

Menggunakan tisu basah hanya menyebarkan kotoran alih-alih mengangkatnya dari permukaan. Sebagian besar tisu basah mengandung bahan yang meninggalkan residu lengket.

Kain microfiber yang dicelupkan dalam larutan pembersih lebih efektif membersihkan noda. Selain itu, kain microfiber dapat dicuci dan digunakan kembali, mengurangi limbah.

4. Debu Jatuh Sebelum Dibersihkan

Membersihkan dari atas ke bawah tidak selalu efisien jika debu masih beterbangan. Membersihkan sudut tinggi terlebih dahulu dengan kemoceng membantu debu jatuh ke bawah.

Setelah itu, gunakan kain lembab untuk mengelap permukaan yang lebih rendah. Teknik ini mencegah debu beterbangan dan kembali menempel setelah pembersihan.

5. Pakaian Tidak Selalu Harus Dipisah

Deterjen modern dan pencucian dengan air dingin mengurangi risiko pakaian luntur. Hanya pakaian baru berwarna gelap atau yang sangat kotor yang perlu dipisahkan.

Pencucian campuran dapat menghemat waktu dan energi tanpa mengurangi hasil kebersihan. Penggunaan kantong jaring juga dapat membantu melindungi kain lebih sensitif.

6. Deterjen Lebih Baik Langsung Dituangkan

Dispenser deterjen pada mesin cuci dapat menyebabkan penumpukan residu yang sulit dibersihkan. Area ini sering menjadi tempat berkembangnya jamur dan lumut.

Menuangkan deterjen langsung ke tabung mesin sebelum memasukkan pakaian menghindari masalah ini. Metode ini juga memastikan deterjen larut lebih merata dalam air.

7. Produk Pembersih Tidak Harus Banyak

Pembersih serbaguna yang efektif dapat menggantikan sebagian besar produk khusus. Soda kue dan cairan hipoklorit cukup untuk menangani banyak jenis noda.

Mengurangi jumlah produk pembersih tidak hanya menghemat biaya tetapi juga lebih ramah lingkungan. Menjaga pembersihan tetap sederhana dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

Menghindari kebiasaan membersihkan yang kurang tepat dapat membuat rumah lebih higienis, nyaman, dan benar-benar bebas dari kuman. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah