← Beranda
8 Kebiasaan Sehari-hari Orang yang Selalu Tidur Delapan Jam Sehari, Terapkan Supaya Tidurmu Lebih Berkualitas!
Elista Ita YustikaSabtu, 8 Februari 2025 | 05.39 WIB
Ilustrasi orang tidur nyenyak.

JawaPos.com - Kadang-kadang terasa mustahil. Anda tahu tidur itu penting, dan Anda sudah mencoba segalanya, memasang alarm, minum teh herbal, bahkan membeli bantal yang sangat mahal.

Namun, apa pun yang terjadi, tidur selama delapan jam penuh terasa seperti mimpi yang sulit dipahami (dengan maksud tertentu).

Faktanya, beberapa orang benar-benar berhasil tidur selama delapan jam setiap malam. Tidak hanya sesekali, tetapi secara konsisten. Dan tidak, mereka bukan hanya beruntung.

Ini bukan tentang memiliki lebih sedikit tanggung jawab atau kehidupan yang bebas stres secara ajaib.

Ini tentang kebiasaan-kebiasaan kecil sehari-hari yang membuat mereka sukses, kebiasaan-kebiasaan yang dapat diadopsi siapa saja dengan sedikit usaha dan pola pikir yang tepat.

Dilansir dari geediting.com, Jumat (7/2), berikut delapan kebiasaan sehari-hari orang yang selalu tidur delapan jam sehari.

1. Mereka menjadikan tidur sebagai prioritas yang tidak bisa dinegosiasikan

Mudah untuk menganggap tidur sebagai bagian opsional dari hari, sesuatu yang bisa dilakukan saat semua hal lain sudah selesai. Namun, orang-orang yang secara konsisten tidur selama delapan jam tidak berpikir seperti itu.

Mereka tidak menunggu hingga kelelahan untuk tidur. Mereka menetapkan waktu tidur dan menaatinya, seperti komitmen penting lainnya.

Itu bukanlah sesuatu yang mereka kompromikan, tidak peduli seberapa menggodanya untuk tetap terjaga untuk menonton satu episode lagi atau menggulir layar selama beberapa menit lagi.

Mereka tahu bahwa tidur yang baik bukan hanya tentang bagaimana perasaan mereka keesokan paginya, tidur yang baik memengaruhi segalanya, mulai dari fokus, suasana hati, hingga kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, mereka menganggapnya penting.

2. Mereka berpegang pada jadwal tidur yang konsisten

Memprioritaskan tidur adalah satu hal, tetapi menjaga jadwal yang konsisten adalah hal yang membuat perbedaan.

Orang yang tidur selama delapan jam tidak hanya tidur lebih awal saat mereka menginginkannya, mereka memiliki waktu yang ditetapkan untuk tidur dan bangun, bahkan di akhir pekan.

3. Mereka menciptakan rutinitas untuk menenangkan diri

Orang yang secara konsisten tidur selama delapan jam tidak langsung tidur dan berharap yang terbaik, mereka tidur dengan rutinitas yang memberi sinyal kepada tubuh mereka bahwa hari telah berakhir.

Rutinitas itu berbeda-beda bagi setiap orang. Ada yang membaca, ada yang melakukan peregangan, ada yang meredupkan lampu dan menyeruput teh.

Yang tidak mereka lakukan adalah terus-menerus menggulir ponsel atau menjawab email di menit-menit terakhir yang membuat otak mereka bekerja lebih keras.
Kuncinya adalah konsistensi.

Sama seperti rutinitas pagi yang menentukan suasana hari itu, rutinitas malam hari memberi tahu pikiran Anda bahwa sudah waktunya untuk beristirahat. Dan ketika itu terjadi, tidur akan datang dengan sendirinya.

4. Mereka mendapat sinar matahari pertama kali di pagi hari

Tubuh memiliki jam internalnya sendiri, dan tidak ada yang dapat mengaturnya lebih baik daripada cahaya alami.

Orang yang tidur selama delapan jam secara konsisten akan terpapar sinar matahari di pagi hari, yang membantu otak mereka memahami kapan waktunya untuk bangun dan kapan waktunya untuk beristirahat.

Cahaya pagi meningkatkan kadar serotonin, yang tidak hanya meningkatkan suasana hati tetapi juga berubah menjadi melatonin di malam hari, hormon yang membuat Anda merasa mengantuk.

Ini adalah siklus alami, tetapi tanpa cukup sinar matahari di pagi hari, siklus itu akan terganggu, sehingga Anda lebih sulit tertidur di malam hari.

Beberapa menit di luar ruangan, bahkan pada hari berawan, dapat membuat perbedaan. Baik itu berjalan kaki sebentar atau sekadar minum kopi di dekat jendela, mereka memastikan untuk memulai hari mereka dengan cahaya, bukan layar.

5. Mereka membatasi kafein di sore hari

Kafein terasa seperti penyelamat setelah tidur malam yang buruk, tetapi juga merupakan salah satu alasan terbesar mengapa orang sulit tidur.

Mereka yang secara konsisten tidur selama delapan jam tahu batas mereka, mereka menikmati kopi, tetapi mereka tidak membiarkannya mengganggu tidur mereka.

Kafein dapat bertahan di dalam tubuh selama berjam-jam, yang berarti bahwa asupan kafein di sore hari mungkin masih dapat menjaga otak tetap berfungsi lama setelah waktu tidur.

Bahkan jika seseorang merasa tidak terpengaruh, kafein tetap dapat mengurangi kualitas tidur, membuat mereka bangun dalam keadaan pusing alih-alih segar.

6. Mereka makan makanan terakhir mereka jauh sebelum tidur

Makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat Anda lebih sulit tertidur, tetapi orang yang secara konsisten tidur selama delapan jam tahu bagaimana mengatur waktu makan mereka.

Mereka memberi tubuh mereka cukup waktu untuk mencerna sebelum berbaring, sehingga terhindar dari rasa tidak nyaman yang muncul akibat perut yang penuh di malam hari.

Makanan berat sebelum tidur dapat menyebabkan tidur tidak nyenyak, terutama jika mengandung banyak gula atau makanan olahan.

Daripada membiarkan keinginan makan di malam hari menguasai, mereka makan makanan seimbang di awal malam dan, jika perlu, memilih camilan ringan yang tidak mengganggu istirahat.

Ini bukan tentang aturan yang ketat, ini tentang memahami bagaimana makanan memengaruhi tidur dan membuat pilihan yang membantu daripada merugikan.

7. Mereka menjaga kamar tidur mereka tetap sejuk dan gelap

Lingkungan tempat orang tidur lebih penting daripada yang mereka sadari. Mereka yang tidur delapan jam secara konsisten tidak hanya bergantung pada rasa lelah, mereka menata kamar tidur mereka dengan cara yang benar-benar membantu mereka tidur lebih baik.

Suhu yang lebih dingin memberi sinyal kepada tubuh bahwa sudah waktunya untuk beristirahat, itulah sebabnya mereka menjaga kamar mereka sedikit dingin alih-alih terlalu hangat.

Kegelapan juga sama pentingnya, terlalu banyak cahaya, baik dari lampu jalan atau layar ponsel, dapat menipu otak agar tetap waspada saat seharusnya ia beristirahat.

Mereka menggunakan tirai antitembus pandang, menurunkan termostat, dan meminimalkan gangguan di ruangan mereka. Karena ketika kamar tidur ditata untuk tidur, tidur dan tetap tertidur menjadi jauh lebih mudah.

8. Mereka melindungi tidur mereka dari gangguan

Tidur selama delapan jam bukan hanya tentang tidur tepat waktu, tetapi tentang tetap tertidur. Orang yang melakukannya secara konsisten tidak membiarkan gangguan yang tidak perlu mengganggu waktu istirahat mereka.

Mereka menyetel ponsel dalam mode senyap atau meninggalkannya di ruangan lain.

Mereka memberi tahu orang-orang terdekat mereka bahwa panggilan atau pesan teks larut malam dapat ditunda hingga pagi.

Jika kebisingan menjadi masalah, mereka menggunakan penyumbat telinga atau alat white noise untuk memblokirnya.

Tidur bukanlah sesuatu yang mereka anggap remeh. Mereka menjaganya, karena tahu bahwa jika sudah terganggu, sulit untuk mendapatkannya kembali. Dan karena itu, mereka bangun dengan perasaan benar-benar segar, malam demi malam.

EDITOR: Hanny Suwindari