JawaPos.com - Sepanjang hidup kita akan bertemu banyak orang, ada beberapa yang layak untuk dijadikan teman dan ada beberapa yang sebaiknya dihindari.
Menurut psikologi ada beberapa tipe orang yang justru dapat memberikan kerugian daripada kebaikan di dalam hidup.
Meskipun tidak semudah itu untuk mengucapan selamat tinggal, tapi tidak ada salahnya untuk menghindari teman yang toxic untuk kesejahteraan diri sendiri.
Lantas bagaimana ciri-ciri teman toxic? berikut 5 tipe orang yang tidak pantas untuk dijadikan teman menurut psikologi yang dilansir dari laman Geediting.
1. Suka Mengeluh
Setiap orang pasti pernah mengalami hari-hari buruk dan menceritakan kepada teman. Jika sesekali mengeluhkan hari buruk kepada teman adalah hal wajar, namun akan berbeda jika setiap saat mengeluh tentang banyak hal.
Menurut psikologi, paparan hal-hal negatif yang dilakukan secara terus menerus dapat berdampak pada kesehatan mental.
Jika mulai merasa lelah setiap hari bertemu teman yang mengeluhkan apapun, mungkin ini saatnya mempertimbangkan persahabatan tersebut.
2. Tidak ada Hubungan Timbal Balik
Persahabatan adalah tentang memberi dan menerima. Semua orang bisa menerima, tetapi tidak semua bisa memberi.
Persahabatan akan terasa sangat melelahkan jika setiap bertemu selalu bercerita tentang kehidupannya, namun tidak pernah tertarik dengan apa yang terjadi kepada temannya.
Menurut psikologi, persahabatan seperti ini dapat menimbulkan perasaan benci yang jika dilakukan secara terus menerus akan mempengaruhi kesehatan mental.
3. Drama Queen
Bersahabat dengan seseorang yang selalu mengekspresikan sesuatu dengan berlebih dan harus menjadikan dirinya pusat perhatian pasti melelahkan.
Persahabatan seperti ini akan melelahkan dan merusak kedamaian. Tidak hanya itu, bersahabat dengan 'drama queen' bisa membuat kita ikut terseret dalam pusaran drama yang dibuat.
4. Kompetitif
Pertemanan bukanlah sesuatu yang harus terus bersaing dalam hal apapun. Persaingan antar teman bisa menyenangkan dan memotivasi, namun tidak semua hal dijadikan persaingan.
Tidak semua pencapaian hingga harta benda bisa dibandingkan. Persahabatan tidak perlu bersaing untuk mendapatkan siapa yang lebih.
Menurut psikologi, persahabatan harus saling mendukung dan merayakan kesuksesan satu sama lain bukan sebagai ajang perlombaan.
5. Tukang Gosip
Berbagai rahasia dan cerita kehidupan dapat mempererat persahabatan, namun ada bedanya antara berbagai dan bergosip.
Orang yang cenderung suka bergosip tentang orang lain, mungkin juga akan menggosipkan kita disaat kita tidak ada.
Menurut psikologi, persahabatan yang dibangun dengan gosip dapat menimbulkan kecemasan dan ketidakpercayaan. Teman sejati akan saling menghormati privasi orang lain dan percaya tidak akan menyebarkan aib sesama.