← Beranda
Orang yang Berubah dari Introvert Menjadi Ekstrovert, Biasanya Sering Menunjukkan 8 Kebiasaan Sederhana Ini, Apa Saja?
Sharah SalsabilaJumat, 3 Januari 2025 | 07.49 WIB
Ilustrasi orang introvert bermain media sosial. (freepik.com/pressfoto)

JawaPos.com - Kepribadian manusia memang bisa saja berubah seiring berjalannya waktu, faktornya bisa berasal dari pengalaman atau tekanan hidup. Seperti orang introvert menjadi ekstrovert, begitupun sebaliknya.

Hal tersebut juga tidak dapat dipungkiri dan tidak bisa kita kendalikan, manusia memang punya keterbatasannya sendiri. Orang introvert yang terbilang jarang basa-basi pun bisa mudah ngobrol dengan setiap orang.

Dilansir dari laman Blog Herald, orang yang asalnya introvert menjadi ekstrovert, biasanya menunjukkan 7 kebiasaan sederhana ini :

1. Akrab dengan obrolan ringan

Obrolan ringan sering mendapat reputasi buruk, terutama di kalangan introvert. Tetapi mereka yang telah berhasil berubah dari introvert menjadi ekstrovert tahu nilai dari pertukaran yang tampaknya sepele ini.

Obrolan ringan bukan hanya obrolan kosong. Ini adalah pintu gerbang menuju koneksi yang lebih dalam dan langkah pertama menuju membangun hubungan dan kepercayaan dengan orang lain.

2. Melangkah keluar dari zona nyaman

Introvert adalah orang yang asik dengan dunianya sendiri dan menciptakan kesenangan itu dari dalam diri, tapi bagi mereka yang sudah berubah menjadi ekstrovert akan keluar dari zona nyaman ini.

Pengalaman yang belum pernah dilakukan sangat membantu mereka untuk tumbuh lebih nyaman dalam pengaturan sosial, yakni lebih terbuka dengan orang-orang baru.

3. Berlatih mendengarkan secara aktif

Mendengarkan lebih dari sekadar diam sementara orang lain berbicara. Ini tentang menunjukkan minat yang tulus pada sesuatu yang mereka katakan, mengajukan pertanyaan lanjutan, dan memberikan tanggapan yang tepat.

Studi menunjukkan bahwa ekstrovert sering dianggap sebagai komunikator yang lebih baik bukan karena lebih banyak bicara, tetapi karena mendengarkan dengan baik. Mereka membuat orang lain merasa didengar dan dihargai.

4. Mengembangkan pola pikir positif

Menjadi lebih ramah dan mudah bergaul dimulai dengan memiliki pola pikir yang positif. Sangat mudah untuk terjebak dalam pikiran negatif, terutama ketika melangkah keluar dari zona nyaman.

Tetapi mereka yang telah berubah dari introvert menjadi ekstrovert memahami kekuatan pemikiran positif. Mereka tidak membiarkan rasa takut menahan diri sendiri, bahkan berfokus pada potensi manfaat dan peluang.

5. Merangkul kerentanan

Mereka yang telah berhasil bertransisi dari introvert menjadi ekstrovert telah belajar untuk merangkul kerentanan.

Mereka mengerti bahwa menunjukkan diri sendiri yang otentik, dengan semua kekuatan dan kelemahan adalah kunci untuk membentuk hubungan yang lebih dalam.

6. Menumbuhkan rasa ingin tahu tentang orang lain

Di masa lalu, orang introvert terkadang lebih tertarik pada ceritanya sendiri daripada cerita orang lain. Itulah alasan mereka lebih suka menghabiskan waktu sendiri.

Namun seiring berjalannya waktu, mereka menyadari bahwa setiap orang memiliki cerita unik untuk diceritakan, dan cerita-cerita ini bisa sangat menarik jika meluangkan waktu untuk mendengarkan.

7. Berlatih merawat diri sendiri

Meskipun mungkin tampak tidak terkait, perawatan diri memainkan peran penting dalam transformasi dari introvert menjadi ekstrovert.

Mereka yang telah berhasil menjadi lebih ramah memahami pentingnya mempertahankan gaya hidup sehat. Mereka makan dengan baik, berolahraga secara teratur, cukup tidur, dan meluangkan waktu untuk diri sendiri ketika perlu mengisi ulang.

Dikutip dari laman Hello Sehat, perubahan kepribadian ini merupakan suatu kesempatan seseorang untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Baik itu introvert maupun ekstrovert, semuanya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Maka jika ingin berubah, ambillah sisi positifnya.

EDITOR: Edy Pramana