← Beranda
6 Tanda Tubuh Anda Tidak Mendapatkan Cukup Asupan Protein, Anda mungkin Mengalami Salah Satunya
Akhmad Iqbal FirmansyahSenin, 30 Desember 2024 | 00.09 WIB
Ilustrasi makanan yang berprotein. (Pexels)

JawaPos.com – Protein adalah unsur penting dalam asupan nutrisi pada tubuh. Protein sangat penting untuk menjaga agar setiap sel berfungsi dengan baik serta untuk mendukung massa otot dan kesehatan tulang.

Namun, sebagian besar orang tidak menyadari bahwa mereka kekurangan komponen penting ini dalam asupan makanan mereka. Hal ini karena mereka tidak memperhatikan kandungan gizi setiap kali makan.

Dilansir dari Times of India, kekurangan protein dapat menimbulkan gejala yang sederhana, tetapi berdampak signifikan. Berikut enam cara tubuh menunjukkan bahwa Anda kekurangan asupan protein.

1. Terjadi pembengkakan pada tubuh

Anda mungkin pernah merasakan bengkak yang aneh, terutama pada wajah, tangan, atau kaki. Kontrol cairan yang buruk dalam tubuh mungkin disebabkan oleh rendahnya kadar protein yang diperoleh tubuh.

Darah Anda mengandung protein yang disebut albumin, yang membantu menjaga keseimbangan cairan. Konsumsi protein yang rendah dapat menyebabkan penumpukan cairan di jaringan, sehingga dapat menyebabkan bengkak atau edema.

2. Jatuh sakit dan rentan terhadap infeksi

Anda mungkin pernah merasakan kekebalan tubuh Anda sangat rentan, sehingga membuat Anda mudah terserang flu atau infeksi virus. Protein sangat penting untuk produksi sel darah putih, antibody, dan komponen imun lainnya yang dapat melawan penyerangan virus.

Pola makan yang kekurangan protein dapat melemahkan sistem imun Anda, sehingga membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi virus yang sering terjadi dan pemulihan tubuh Anda lebih lambat.

3. Perubahan suasana hati dan kecemasan

Perlu Anda tahu bahwa suasana hati yang Anda rasakan dapat dipengaruhi oleh asupan protein. Makanan yang tinggi protein menyediakan asam amino, yang merupakan bahan penyusun neurotransmitter yang mengendalikan suasana hati dan kebahagiaan.

Ini seperti dopamine dan serotonin. Dengan rendahnya kadar zat kimia di otak ini mungkin disebabkan oleh kekurangan protein, yang dapat menyebabkan stres, putus asa, dan mudah tersinggung.

4. Perubahan warna dan tekstur kulit

Organ lain yang menderita secara diam-diam berkaitan kurangnya asupan protein adalah kulit Anda. Kulit kendur, kusam, dan kering disebabkan oleh hilangnya kolagen, karena protein yang memberi kekuatan dan kekenyalan pada kulit.

Dalam situasi yang ekstrem, gangguan kulit seperti bercak kering atau mengelupas juga dapat disebabkan oleh kekurangan protein pada tubuh Anda.

5. Kesulitan menurunkan atau menambah berat badan

Berjuang menurunkan berat badan meski sudah berolahraga dan mengatur asupan makanan dapat tetap terasa sulit. Ini kurangnya asupan protein, karena protein tidak hanya membantu membangun massa otot, tetapi juga meningkatkan metabolisme tubuh.

Protein yang mencukupi dapat membakar lebih banyak kalori selama proses pencernaan. Tanpa protein yang cukup, tubuh Anda mungkin mulai menyimpan lemak daripada membakarnya, sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

6. Selalu ingin mengkonsumsi makanan manis atau cepat saji

Protein berperan penting dalam menstabilkan kadar gula darah. Tanpa protein yang cukup, tubuh Anda mengalami lonjakan dan penurunan gula darah, sehingga memicu keinginan untuk mengkonsumsi makanan manis atau cepat saji, karena dianggap lebih berenergi.

Siklus ini dapat menyebabkan kebiasaan pola makan yang buruk dan penurunan gizi yang baik, sehingga membuat tubuh Anda terlihat tidak bugar dan sehat.

Cara mengatasi

Jika Anda mengalami tanda-tanda ini, mungkin sudah saatnya untuk mengubah pola makan Anda menjadi lebih sehat dan kaya akan protein. Fokuslah pada makanan yang mengandung banyak protein.

Contohnya, bisa terdapat pada produk hewani, seperti telur, ayam, ikan, sapi, dan kambing. Untuk pilihan nabati Anda dapat mengkonsumsi kacang lentil, buncis, quinoa, tahu, dan kacang-kacangan. Anda bisa juga mengkonsumsi yogurt, keju, dan protein batangan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho