← Beranda
Stop Lakukan Perundungan, Kenali Dampak Fisik dan Psikologi Terhadap Korban
Wahyu Eka PutraJumat, 27 September 2024 | 01.15 WIB
Ilustrasi perundungan. Freepik

JawaPos.com - Tindakan perundungan atau bullying masih sering terjadi. Ironisnya, hal ini kerap dianggap sepele.

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata rundung memiliki arti mengganggu, mengusik terus menerus, dan menyusahkan.

Sementara perundungan, seringkali diakibatkan sebagai bentuk atau perilaku berupa pemaksaan serta usaha untuk menyakiti.

Hal itu, membawa dampak fisik maupun psikologis terhadap seseorang yang sering dianggap lebih lemah oleh seseorang yang merasa dirinya lebih kuat dibanding korban.

Dikutip melalui Healthline (26/9), banyak sekali tindakan yang dilakukan oleh seseorang, baik sadar maupun tidak sadar termasuk ke dalam perundungan.

Hal itu tak hanya berdampak pada fisik, tetapi bisa berdampak pada permasalahan psikologis yang akan mengganggu kehidupan sehari-harinya. Yuk simak penjelasannya!

1. Dampak Fisik

Bullying akan berdampak bagi korban secara fisik seperti luka memar atau cedera serius. Hal lainnya, dampak fisik yang dirasakan yakni gangguan kesehatan seperti gangguan tidur, sakit kepala, GERD, mimisan, atau tremor.

Biasanya hal itu disebut dengan gejala psikosomatis yang disebabkan emosi negatif, seperti rasa takut dan kecemasan berlebihan.

2. Insomnia

Dikutip dari Medical News Today (26/9), korban bullying kerap mengalami stres berkepanjangan yang menyebabkan insomnia.

Kondisi tersebut memicu terjadinya hyperarousal atau kondisi ketika tubuh menjadi sangat waspada.

Sehingga orang yang mengalami bullying kerap merasa sulit tidur atau tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik.

3. Penurunan Prestasi

Anak yang mengalami bullying, biasanya akan kesulitan untuk memusatkan fokus dan konsentrasinya saat sedang belajar.

Korban bullying juga kerap merasa enggan untuk pergi ke sekolah karena ingin menghindari tindakan penindasan yang mungkin saja kembali didapatkan.

Bila dibiarkan terus-menerus, kondisi tersebut bisa berdampak pada penurunan prestasi akademik bagi korban.

4. Krisis Kepercayaan

Krisis kepercayaan atau trust issue merupakan salah satu dampak bagi seseorang yang menjadi korban bullying.

Kondisi ini rentan dialami oleh korban dikarenakan mereka khawatir akan mendapatkan perlakuan buruk kembali bila menaruh kepercayaan terhadap orang lain.

5. Kesehatan Mental yang Terganggu

Baca Juga: PDIP Ungkap Tia Rahmania Dipecat Lantaran Terbukti Menggelembungkan Suara

Selain psikis, tindakan bullying bisa memengaruhi kondisi tubuh seseorang, terutama bagi korban yang mendapatkan kekerasan secara fisik, seperti luka dan memar.

Dampak bullying bagi korban yang paling sering terjadi adalah memicu masalah kesehatan mental seperti gangguan cemas, depresi, hingga post-traumatic stress disorder (PTSD).

Perlu digarisbawahi, dampak bullying tidak hanya dirasakan pada saat kejadian, namun dapat berlanjut hingga dewasa.

Tanpa disadari, tindakan bullying sangat berbahaya dan merugikan. Sehingga aksi perundangan ini perlu dihentikan dan dihilangkan dari kebiasaan buruk seseorang atau kelompok.

EDITOR: Hanny Suwindari