JawaPos.com - Banyak orang percaya bahwa kemampuan untuk disukai merupakan bakat alami yang hanya dimiliki oleh segelintir orang, seperti mereka yang tampan, pandai bergaul, atau berbakat. Namun, anggapan ini sering kali menyesatkan.
Ketika berbicara di depan kelompok kecil, seringkali muncul permintaan untuk menggambarkan orang-orang yang paling disukai.
Menariknya, mereka biasanya tidak menyebutkan faktor bawaan seperti kecerdasan atau daya tarik fisik, melainkan lebih menekankan pada sifat-sifat yang sepenuhnya dapat dikendalikan, seperti sikap ramah, kerendahan hati, dan sikap positif.
Kualitas-kualitas ini mencerminkan kecerdasan emosional (EQ), keterampilan penting dalam interaksi sosial.
Penelitian dari TalentSmart menunjukkan bahwa individu dengan EQ tinggi tidak hanya lebih disukai, tetapi juga memiliki keunggulan signifikan dalam karier mereka.
Misalnya, sekitar 90% orang berprestasi memiliki EQ yang tinggi dan mereka cenderung mendapatkan gaji lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki EQ rendah.
Berbeda dengan kecerdasan intelektual (IQ) yang cenderung tetap, EQ adalah keterampilan yang dapat dikembangkan melalui usaha dan pembelajaran.
Dilansir dari laman nextbigideacpub.com, Sabtu (21/9) inilah perilaku seseorang yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, yang membuat mereka lebih disukai dalam lingkungan sosial.
Seseorang yang tulus dan jujur
Baca Juga: Siap ‘Dadi Wong Sugih’ di Usia Muda, 7 Weton Ini Sangat Pekerja Keras sehingga Bakal Banyak Rezeki
Orang-orang cenderung tertarik pada individu yang tulus dan jujur karena mereka merasa dapat mempercayai orang tersebut.
Ketika seseorang menunjukkan siapa mereka yang sebenarnya dan apa yang mereka rasakan, itu menciptakan ikatan yang lebih dalam. Orang yang disukai memiliki kepercayaan diri dan kenyamanan dalam diri mereka sendiri,
sehingga mereka lebih menarik ketika fokus pada kebahagiaan pribadi ketimbang berusaha menyenangkan orang lain.
Seseorang yang memberi masukan dengan bijak
Kemampuan untuk memberi masukan yang bijak juga berperan penting. Banyak orang gagal menjadi pendengar yang baik karena mereka terlalu fokus pada respon mereka sendiri. Memiliki pikiran terbuka sangat penting.
Orang yang tidak menghakimi dan bersedia melihat dunia dari perspektif orang lain lebih mudah didekati, baik dalam konteks sosial maupun profesional.
Terakhir, penting untuk diingat bahwa mencari perhatian tidak diperlukan untuk disukai. Sifat ramah dan perhatian terhadap orang lain sudah cukup untuk menarik simpati.
Ketika Anda mengalihkan fokus kepada orang lain, terutama dalam pencapaian bersama, itu menunjukkan kerendahan hati dan rasa terima kasih, dua sifat yang sangat dihargai oleh orang lain.
Seseorang yang tidak menghakimi
Jika Anda ingin disukai, Anda harus berpikiran terbuka. Berpikiran terbuka membuat Anda mudah didekati dan menarik bagi orang lain.
Tidak seorang pun ingin berbicara dengan seseorang yang telah membentuk opini dan tidak mau mendengarkan. Penting untuk open minded dan empati terhadap orang lain.
Melihat dunia dari sudut pandang orang lain tidak berarti Anda harus setuju dengan pendapat atau tindakan mereka, tetapi lebih kepada memberi ruang untuk memahami pikiran dan perasaan mereka.
Seseorang yang tidak suka mencari perhatian
Keinginan yang berlebihan untuk mendapatkan perhatian justru dapat membuat seseorang tidak disukai.
Tidak perlu menjadi orang yang mencolok atau sangat ekstrovert untuk menarik simpati orang lain; sikap ramah dan perhatian sudah cukup. Ketika berbicara dengan percaya diri dan singkat, orang lain cenderung lebih merespons positif.
Baca Juga: BPS Survei Kepuasan Jamaah Haji, Layanan Tenda Haji Dapat Skor Terendah
Mereka lebih tertarik pada kepribadian yang tulus dan sikap yang baik daripada pada status sosial atau jumlah koneksi yang dimiliki. Dengan bersikap sederhana dan rendah hati, Anda dapat lebih mudah memenangkan hati orang lain.
Seseorang yang konsisten
Penting untuk konsisten dalam perilaku agar disukai oleh orang lain. Ketika seseorang tidak dapat diandalkan atau menunjukkan perubahan sikap yang drastis, orang lain akan merasa bingung dan cenderung menjauh.
Ketika orang berinteraksi dengan Anda, mereka ingin tahu bagaimana Anda akan bertindak dan apa yang dapat mereka harapkan dari Anda. Untuk menjadi orang yang disukai, penting untuk menjaga sikap yang stabil, meskipun suasana hati pribadi Anda berubah.
Dengan bersikap konsisten dan dapat diandalkan, Anda menciptakan rasa aman dan kenyamanan bagi orang lain saat berinteraksi dengan Anda.
Seseorang yang selalu menggunakan bahasa tubuh yang positif
Bahasa tubuh mencakup gerakan, ekspresi wajah, dan nada suara yang semuanya dapat memengaruhi bagaimana orang lain merespons Anda.
Dengan menunjukkan sikap antusias, menjaga kontak mata, dan menghindari sikap tertutup seperti menyilangkan lengan, Anda menciptakan kesan yang lebih ramah dan terbuka. Hal ini membuat orang merasa lebih nyaman dan tertarik untuk berinteraksi dengan Anda.
Orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi biasanya sadar akan bahasa tubuh mereka dan menggunakannya secara efektif untuk membangun hubungan yang lebih baik dan menghidupkan percakapan.
Seseorang yang meninggalkan kesan pertama yang kuat
Kesan pertama sangat dipengaruhi oleh bahasa tubuh, termasuk postur yang baik, jabat tangan yang tegas, senyuman, dan sikap terbuka.
Semua ini membantu menciptakan gambaran yang menyenangkan dan menarik, sehingga meningkatkan kemungkinan orang lain akan menyukai Anda.
Dengan kesadaran akan hal ini, Anda dapat mempersiapkan diri untuk meninggalkan kesan positif yang kuat saat bertemu dengan orang baru.
Penelitian menunjukkan bahwa orang cenderung membuat penilaian tentang seseorang dalam waktu yang sangat singkat, hanya tujuh detik setelah bertemu.
Setelah itu, mereka cenderung mencari alasan untuk mendukung penilaian awal mereka selama percakapan. Oleh karena itu, penting untuk memanfaatkan waktu singkat ini dengan memberikan kesan yang positif.
Seseorang yang menyapa orang dengan nama
Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Seseorang Tidak Memiliki Teman Dekat, Anda Salah Satunya?
Nama adalah elemen penting dari identitas seseorang, dan ketika orang menyebut nama kita, itu memberi rasa pengakuan dan penghargaan.
Individu yang disukai cenderung menggunakan nama orang lain tidak hanya saat menyapa, tetapi juga selama percakapan, yang dapat meningkatkan rasa koneksi dan keakraban.
Penelitian menunjukkan bahwa menyebut nama seseorang selama berbicara membuat mereka merasa lebih dihargai dan diperhatikan. Ini dapat memperkuat hubungan dan menciptakan suasana yang lebih positif.
Dengan demikian, penggunaan nama dalam percakapan adalah strategi yang efektif untuk meningkatkan interaksi sosial dan membuat orang lain merasa lebih nyaman dan dihargai.
Seseorang yang tersenyum
Senyuman dapat memengaruhi interaksi sosial dan membuat seseorang lebih disukai. Ketika Anda tersenyum kepada orang lain, itu menciptakan suasana positif yang membuat orang tersebut merasa lebih nyaman dan senang.
Senyuman bukan hanya sekadar ekspresi wajah, tetapi juga dapat memicu respons emosional yang kuat.
Selain itu, orang cenderung meniru bahasa tubuh orang di sekitarnya, termasuk senyuman. Jadi, jika Anda tersenyum, mereka kemungkinan besar akan membalas dengan senyuman juga.
Ini menciptakan ikatan yang lebih baik antara Anda dan orang tersebut, meningkatkan kesan positif dalam interaksi dan membuat mereka lebih suka berinteraksi dengan Anda.
Senyuman memiliki kekuatan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dan mendorong koneksi sosial yang lebih dalam.
Seseorang yang melakukan kontak fisik dengan tepat
Penting untuk menyentuh orang dengan cara yang sesuai dan dalam konteks yang tepat. Sentuhan yang tidak diinginkan atau tidak pantas bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan dapat merusak hubungan, sebaliknya dari apa yang diharapkan.
Dengan demikian, menyentuh seseorang secara tepat dan dengan niat yang baik dapat memperkuat ikatan emosional dan menunjukkan perhatian serta kepedulian, yang sangat berharga dalam membangun hubungan yang positif.
Seseorang yang menyeimbangkan gairah dan kesenangan.
Individu yang bersemangat sering kali menarik perhatian karena antusiasme mereka, tetapi jika mereka terlalu fokus pada pekerjaan atau tujuan, mereka bisa terkesan serius atau tidak ramah.
Orang yang menyenangkan mampu menciptakan suasana yang positif dengan menggabungkan semangat mereka dengan kemampuan untuk bersenang-senang.
Mereka menjaga sikap profesional namun tetap ramah, memungkinkan mereka untuk berinteraksi secara efektif dalam waktu yang singkat.
Mereka lebih memilih percakapan yang berarti dan menunjukkan perhatian kepada orang lain dengan mengingat detail-detail kecil dari interaksi sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa mereka menghargai hubungan interpersonal sama besarnya dengan komitmen mereka terhadap pekerjaan.
Keseimbangan ini membantu membangun koneksi yang lebih kuat dan menyenangkan di lingkungan kerja.