← Beranda
Hati-Hati, Anak Terlihat Gemuk Bukan Berarti Sehat! Waspadai Obesitas Sejak Dini yang Bisa Picu Komplikasi Penyakit  
Tutut Rizki RosandyRabu, 4 September 2024 | 00.32 WIB
Ilustrasi. Anak yang gemuk bukan berarti selalu sehat. (Freepik)

 

JawaPos.com – Sebagian masyarakat terutama kalangan orang tua kerap menganggap jika anak yag gemuk sangat lucu dan menggemaskan. Pipi yang bulat membuat anak gemuk tampak imut dan menjadi perhatian banyak orang.

Sayangnya, anggapan anak gemuk itu sehat dan lucu sebetulnya hanya mitos karena anak gemuk justru lebih mudah sakit.

Pernahkah terbayang anak gemuk ternyata bisa mengalami penyakit akibat komplikasi kegemukan pada usia sekolah?

Karena itu, sebagai orang tua, kita perlu memahami benar mengenai konsep "gemuk itu sehat". Khususnya di tengah ancaman angka obesitas yang makin hari makin meningkat, serta makanan pemicu kegemukan yang makin banyak dikonsumsi anak-anak.

Karena sejatinya, berat badan ideal pada anak tidak bisa diukur secara visual saja, melainkan harus lewat angka.

Apa Itu Kegemukan?

Kegemukan atau obesitas terjadi akibat asupan energi lebih tinggi daripada energi yang dikeluarkan. Asupan energi tinggi disebabkan oleh konsumsi makanan sumber energi dan lemak tinggi, sedangkan pengeluaran energi yang rendah disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik dan sedentary lifestyle.

Grafik pertumbuhan World Health Organization (WHO) merupakan grafik yang biasanya digunakan untuk memantau perkembangan anak ketika datang ke dokter atau posyandu.

Apabila anak diketahui memiliki berat badan lebih dari standar WHO, dokter atau tenaga kesehatan lain umumnya akan menyarankan program penurunan berat badan.

Berdasarkan laporan gizi global atau Global Nutrition Report (2014), Indonesia termasuk ke dalam 17 negara yang memiliki 3 permasalahan gizi sekaligus. Yaitu stunting (pendek), wasting (kurus), dan juga overweight (obesitas).

Tentu kabar tersebut bukanlah kabar baik. Sebab, jika masalah kegemukan tidak ditanggulangi sejak dini, akan meningkatkan prevalensi kasus stroke, serangan jantung, dan penyakit serius lainnya.

 Penyebab dan Faktor Risiko Kegemukan Pada Anak

Berikut faktor yang turut meningkatkan resiko kegemukan atau obesitas pada anak:

  1. Pola Makan yang Buruk

Konsumsi makanan tinggi kalori, seperti makanan cepat saji, minuman manis, minuman atau makanan kemasan, dapat menyebabkan kegemukan pada anak. Pasalnya, jenis makanan dan minuman ini cenderung tinggi gula.

  1. Kurang Gerak

Anak yang jarang bergerak lebih mungkin mengalami kegemukan karena mereka tidak membakar banyak kalori. Dan rata rata mereka lebih memilih menggunakan waktunya untuk screentime seperti menonton televisi atau main game.

  1. Genetika

Anak yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi kegemukan, lebih mungkin gemuk di kemudian hari. Risiko kegemukan akan semakin bertambah besar jika gaya hidup anak juga tidak sehat.

  1. Faktor Psikologi

Stres pribadi, orang tua, dan keluarga dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak. Beberapa anak makan berlebihan untuk mengatasi masalah atau untuk mengatasi emosi, seperti stress atau melawan kebosanan.

 Cegah Anak Kegemukan Sejak Dini

Orang tua dapat menerapkan 4 hal ini pada anak untuk mencegah kegemukan sejak dini, yuk simak tips di bawah ini!

  1. Teruskan Memberikan ASI

Jika bayi kecil masih mengkonsumsi ASI, dianjurkan pemberian ASI selama 2 tahun.

  1. Pilih Makanan dengan 3S Serendah Mungkin

Anak yang sudah bisa makan, hindari makanan dan minuman yang mengandung 3S (sugar, salt, saturated fat). Atau jika terpaksa, konsumsi dalam porsi sesedikit mungkin.

  1. Hindari Makan Bersamaan dengan Screentime

Sebaiknya orang tua meluangkan waktu untuk quality time saat makan bersama anak. Karena anak yang mengonsumsi makanan sambil menonton televisi atau ponsel justru lebih banyak berisiko kegemukan.

  1. Batasi Konsumsi Makanan-Minuman Kemasan

Jika anak berusia 2 tahun, alangkah baiknya orang tua memperhatikan kandungan gizinya terlebih dahulu sebelum memberikan cemilan pada anak. Jangan sekali kali memberikan makanan atau minuman kemasan pada anak, karena akan membuat anak ketagihan untuk mengkonsumsinya.

EDITOR: Bayu Putra