JawaPos.com - Kamu mungkin pernah mendengar istilah burnout dan bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan hal itu. Baik itu mendengar dalam percakapan atau membaca sekilas di media sosial.
Burnout sendiri memiliki definisi kelelahan secara fisik dan juga emosional. Biasanya, seseorang merasakan burnout ketika berada di tingkat yang sangat lelah dalam hidup.
Kamu mungkin tidak tahu bahwa kamu sekarang sedang mengalami burnout. Apabila dibiarkan dalam jangka panjang, hal ini tentu tidak baik untuk dirimu sendiri.
Untuk menanganinya, kamu perlu tahu terlebih dahulu apakah kamu benar mengalami burnout atau tidak.
Baru setelah itu kamu bisa menentukan langkah apa yang akan dilakukan untuk mengatasinya.
Untuk mendeteksinya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Dikutip dari Web MD dan Cleveland Clinic, berikut ini merupakan 5 tanda kamu sedang mengalami burnout dalam hidup:
1. Lelah yang Amat Sangat
Baca Juga: Antara Memberikan Kritik dan Diam-diam Mengharapkan Kegagalan, Pahami Perbedaan Sikap Teman Anda!
Salah satu tanda burnout yang paling menonjol adalah rasa kelelahan yang amat sangat.
Dalam keseharian, kamu bisa saja merasakan rasa lelah berlebih dalam menjalani rutinitas yang biasa kamu lakukan sehari-hari.
Bangun pagi dan pergi ke kantor rasanya puluhan kali lipat lebih sulit dari biasanya.
Baik itu secara fisik maupun mental, kamu bisa merasa sangat lelah dalam menjalani hidup. Hal ini merupakan tanda atau gejala yang sangat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Warga Jogjakarta Berhamburan ke Luar Rumah karena Gempa 5,8 Magnitudo
Dalam menjalani pekerjaan yang biasa kamu lakukan dengan baik, kamu bisa kesulitan dan merasa pekerjaan tersebut sangat sulit untuk dilakukan. Rasa lelah inilah yang kemudian harus diidentifikasi sebagai burnout dan ditangani lebih lanjut.
2. Tidak Terhubung pada Pekerjaan
Tanda selanjutnya dari burnout adalah kamu merasa tidak terhubung dengan pekerjaanmu.
Pekerjaan yang dimaksud bisa berupa pekerjaan kantor, pekerjaan rumah dan kegiatan lain yang biasa kamu lakukan pada hari-hari normal.
Ketika kamu berada dalam situasi burnout, kamu menjadi orang yang tidak pernah puas akan pekerjaanmu. Kamu akan berkontemplasi dan mempertanyakan apa gunanya melakukan semua pekerjaan ini.
Pikiran ini bukan muncul secara acak dan sebentar, melainkan bertahan hingga beberapa waktu.
Kamu bisa merasa tidak berguna dalam pekerjaanmu bahkan cenderung membenci pekerjaan tersebut.
Apapun yang kamu kerjakan tampak tidak efektif. Ketidakpuasan itu bisa berlanjut terus menerus sebagai tanda kamu burnout.
Baca Juga: Overstay 6 Tahun, Sering Bikin Onar di Kawasan Kemang, WN India Diringkus Imigrasi
3. Perubahan Makan dan Tidur
Tanda berikutnya apabila kamu sedang mengalami burnout bisa dilihat dari pola makan dan tidur dalam keseharian.
Perubahan makan dan tidur yang tiba-tiba bisa jadi tanda bahwa benar kamu mengalami burnout.
Misalnya, kamu biasa tidur di jam tertentu dan makan porsi tertentu. Namun ketika burnout, kamu bisa tidur secara acak dan sembarangan tanpa mengikuti pola tidurmu biasanya.
Perubahan pola tidur ini juga mencakup bagaimana kamu jadi kesulitan tidur di malam hari.
Kamu bisa jadi kesulitan tidur dan jadi tidur kurang dari waktu normal manusia tidur dalam sehari. Pola makan yang lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya juga patut dicurigai.
4. Merasakan Sakit Kepala
Salah satu tanda burnout yang dialami seseorang tidak hanya bisa dilihat dari perilaku pola makan, tidur dan juga perasaan orang dalam keseharian. Seseorang bisa jadi merasakan sakit kepala karena sedang mengalami burnout.
Sakit kepala yang signifikan ini merupakan efek samping dari burnout yang dialami oleh seseorang.
Meski belum terbukti secara medis, beberapa orang yang mengalami burnout nyatanya memiliki gejala sakit kepala.
5. Gusar Tanpa Alasan Jelas
Terakhir, kamu bisa jadi gusar tanpa adanya alasan yang jelas. Lelah secara fisik dan mental bisa menumpuk dan menjadi kegusaran dalam diri seseorang. Kamu bisa jadi mudah tersinggung ketika orang lain membahas sesuatu yang sederhana.
Pikiran negatif bisa memenuhi kepalamu. Kamu bisa menjadi sinis dan tidak berperasaan pada orang lain. Hal ini merupakan tanda kelelahan yang amat sangat, terutama apabila kamu sebenarnya bukan orang yang seperti itu.
Lebih jauh, kamu bisa saja meledak dan marah-marah tanpa alasan kepada orang lain. Apabila dibiarkan, burnout ini bisa berdampak negatif pada tidak hanya pada diri sendiri namun juga hubungan sosial dengan orang lain.
Kelima poin diatas merupakan beberapa tanda fisik dan non fisik apabila seseorang mengalami burnout.
Apabila kamu merasakan berbagai gejala di atas, kamu bisa berhenti sejenak untuk mengatasi burnout sebelum hal tidak diinginkan terjadi.