← Beranda
Jangan Langsung Terima, Ini 5 Tanda untuk Deteksi Permintaan Maaf Palsu yang Ditujukan Padamu!
Trinaifa ArdiantiSabtu, 24 Agustus 2024 | 15.04 WIB
Ilustrasi permintaan maaf palsu./ Pexels

JawaPos.com - Ketika terjadi sebuah kesalahpahaman atau masalah antar individu, permintaan maaf adalah hal yang lazim untuk dilakukan.

Baik orang lain atau kamu yang bersalah, permintaan maaf bisa jadi jalan hubungan baik antara keduanya.

Permintaan maaf sendiri ada banyak jenis dan cara penyampaiannya, tergantung seseorang yang mengatakan.

Baik secara langsung maupun tidak langsung, permintaan maaf berarti niat untuk memperbaiki segala sesuatu yang rusak di awal.

Kamu mungkin senang atau lega apabila menerima permintaan maaf dari orang terkait. Umumnya, kamu langsung menerima permintaan maaf tersebut dan berbesar hati atas hal itu.

Namun, hal yang mungkin luput dari perhatianmu adalah tidak semua permintaan maaf itu jujur dan benar adanya. Ada juga permintaan maaf yang palsu dan hanya dikatakan demi citra seseorang.

Untuk menelusuri apakah permintaan maaf yang kamu terima palsu atau jujur, kamu bisa menggunakan berbagai tanda sederhana.

Dilansir dari Psychology Today dan Calm, berikut ini 5 tanda deteksi permintaan maaf palsu yang ditujukan padamu:

1. Menyalahkan Orang Lain

Permintaan maaf biasanya berarti seseorang mengakui dan bertanggung jawab atas kesalahannya sendiri.

Namun khusus orang yang menyatakan permintaan maaf palsu, kalimat-kalimat menyalahkan orang lain disertakan dalam permintaan maaf tersebut.

Dalam permintaan maaf, dia bisa mengatakan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi apabila seseorang atau bahkan kamu tidak melakukan sesuatu. Dalam kalimatnya, kata maaf memang diucapkan.

Namun, kalimat lain menyusul seperti 'aku tidak akan seperti itu kalau kamu tidak mengatakan hal seperti itu'.

Hal ini berarti orang tersebut tidak mau bertanggung jawab sendirian akan kesalahan yang dilakukan.

Ia akan berusaha menyalahkan orang lain, keadaan atau bahkan kamu sebagai penyebab tindakan salahnya tersebut.

2. Ada Kesan Terpaksa

Tanda selanjutnya bahwa seseorang menyatakan permintaan maaf palsu adalah adanya kesan terpaksa dalam permintaan maaf tersebut.

Seharusnya, seseorang minta maaf tanpa paksaan dari siapapun selain dirinya sendiri.

Khusus orang-orang dengan permintaan maaf palsu, mereka akan mengatakan kalimat andaian seperti kalau seseorang tidak menyuruhnya minta maaf maka ia tidak akan melakukannya.

Hal ini menyiratkan bahwa sebenarnya mereka tidak punya keinginan sama sekali untuk minta maaf.

Mereka juga mengartikan bahwa tidak ada yang salah dengan perbuatan atau perkataan yang mereka lakukan.

3. Kesalahan Tidak Spesifik

Bagaimana seseorang mengatakan permintaan maafnya bisa menunjukkan apakah kata maaf tersebut palsu atau tidak.

Normalnya, seseorang akan mengatakan dengan jelas dan gamblang apa perbuatannya yang salah dan bagaimana hal tersebut berdampak padamu.

Hal ini berarti mereka mengakui dan sepenuhnya paham untuk minta maaf. Namun, ada juga orang yang meminta maaf palsu di permukaan saja.

Mereka hanya mengucapkan kata 'aku minta maaf akan kesalahanku,' tapi tidak mengatakan secara spesifik seperti 'aku minta maaf sudah menghinamu tadi siang'.

Apabila seseorang tidak menyebutkan kesalahannya secara spesifik dan juga bagaimana hal tersebut menyakitimu, kemungkinan besar permintaan maaf itu palsu.

Hal ini juga berarti mereka tidak paham atau tidak mau mengakui kesalahan mereka dan sejauh apa dampaknya.

4. Bahasa Tubuh Tidak Sejalan

Selain isi kalimat dalam permintaan maaf, bahasa tubuh yang muncul ketika permintaan maaf disampaikan juga menentukan.

Permintaan maaf yang jujur dari hati biasanya beserta ekspresi penyesalan dan empati pada orang lain.

Meski kamu orang paling tidak peka sekalipun, kamu pasti tahu permintaan maaf mana yang main-main dan yang jujur.

Orang dengan permintaan maaf palsu bisa mengatakan kalimat menyebalkan, tertawa, bahkan ribut dengan teman disampingnya.

Bahasa tubuh menyebalkan yang bisa terdeteksi itu merupakan tanda bahwa orang tersebut tidak menghargai kata maaf yang disampaikannya sama sekali. Apabila kamu bertemu orang seperti itu, tidak perlu repot untuk menerima permintaan maafnya.

Baca Juga: Japfa Chess Festival Munculkan Bibit Pecatur Muda, Percasi Happy

5. Maaf Kesekian Kalinya

Terakhir, tanda-tanda bahwa permintaan maaf tersebut palsu adalah bahwa kata maaf sudah terucap dari orang yang sama dan kesalahan yang sama untuk kesekian kali.

Ketika orang meminta maaf, normal untuk berubah menjadi pribadi lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan.

Namun, ada juga orang yang menyatakan maaf dan masih saja melakukan hal tersebut lalu minta maaf kembali.

Tidak ada solusi atau perubahan berarti permintaan maaf tersebut kosong dan tidak berarti apa-apa.

Hal ini berlaku apabila orang tersebut terlihat sama sekali tidak melakukan upaya untuk berubah.

Untuk orang yang berusaha berubah dan kamu lihat usahanya, kamu mungkin bisa mempertimbangkan untuk menerima maafnya kali ini.

Kelima poin diatas merupakan tanda untuk bisa deteksi permintaan maaf mana yang palsu dan yang tidak.

Menerima permintaan maaf memang tanda berbesar hati, namun ada juga permintaan maaf palsu yang perlu membuatmu mempertimbangkan ulang.

EDITOR: Hanny Suwindari