JawaPos.com - Setiap manusia normal tentu pernah merasakan berbagai emosi dalam dirinya, salah satunya emosi marah.
Kemarahan adalah respons alami dan naluriah terhadap ancaman. Beberapa kemarahan diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia.
Kemarahan menjadi masalah ketika seseorang mengalami kesulitan untuk mengelolanya sehingga mengatakan atau melakukan hal-hal yang pada akhirnya disesali. Inilah yang disebut anger issues.
Sebuah studi tahun 2010 menemukan bahwa kemarahan yang tidak terkendali berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental seseorang.
Kemarahan juga dapat dengan cepat meningkat menjadi kekerasan verbal atau fisik, yang merugikan diri sendiri dan orang-orang di sekitar.
Namun, perlu dibedakan antara emosi marah yang wajar dengan anger issues. Gejala anger issues bisa berupa gejala fisik maupun emosional.
Berikut penjelasan selengkapnya seputar gejala dan penyebab anger issues dilansir dari laman Healthline pada (20/8).
Gejala fisik
Kemarahan memengaruhi berbagai bagian tubuh Anda, termasuk jantung, otak, dan otot. Sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa kemarahan juga menyebabkan peningkatan testosteron dan penurunan kortisol.
Tanda-tanda dan gejala fisik dari kemarahan meliputi peningkatan tekanan darah, peningkatan detak jantung, sensasi kesemutan, dan ketegangan otot.
Emosional
Di samping itu, ada pula sejumlah emosi yang sejalan dengan kemarahan. Anda mungkin memperhatikan gejala emosional sebelum, selama, atau setelah episode kemarahan.
Adapun gejala emosiaonal yang muncul yakni mudah tersinggung, frustrasi, kecemasan, kemarahan, stres, merasa kewalahan, dan merasa bersalah.
Penyebab Anger Issues
Banyak hal yang dapat memicu kemarahan, termasuk stres, masalah keluarga, dan masalah keuangan.
Bagi sebagian orang, kemarahan diakibatkan oleh gangguan yang mendasarinya, seperti gangguan penggunaan alkohol atau depresi.
Kemarahan itu sendiri tidak dianggap sebagai gangguan, tetapi kemarahan adalah gejala yang diketahui dari beberapa kondisi kesehatan mental.
Adapun penyebab anger issues yakni depresi, penyalahgunaan alkohol, gangguan obsesif kompulsif (OCD), Gangguan Pemusatan Perhatian (ADHD), Oppositional Defiant Disorder (ODD), dan Gangguan Bipolar.
Anda mungkin memiliki masalah kemarahan jika Anda sering merasa marah, kemarahan Anda tidak terkendali, dan kemarahan memengaruhi hubungan dengan orang lain.
Hal yang paling utama menjadi tanda bahwa Anda mengalami anger issues yakni Anda menyakiti orang lain, serta melakukan kekerasan secara verbal atau fisik.
Itulah penjelasan seputar anger issues yang bisa menjadi gejala dari sebuah gangguan mental atau kondisi kesehatan yang lain.
Dengan mengenali gejala dan ciri-cirinya, Anda bisa mengambil tindakan bijak dan memilih treatment yang tepat untuk kesehatan fisik maupun mental.