JawaPos.com – Keintiman emosional berkaitan dengan keterhubungan Anda dengan pasangan, juga terkait dengan perasaan gairah dan romansa. Keintiman emosional dalam pernikahan menciptakan persepsi kedekatan antara pasangan yang pada gilirannya menghasilkan rasa percaya, aman dan cinta.
Keintiman emosional juga bertindak sebagai cermin bagi jiwa pasangan Anda dan mencerminkan harapan, impian dan ketakutan mereka.
Pasalnya, keintiman emosional dapat muncul dan menghilang seiring berjalannya waktu dan dalam setiap pernikahan, ada fase-fase ketika rasa keintiman pasangan dalam pernikahan mulai berkurang.
Kurangnya keintiman emosional biasanya terjadi sebelum berkurangnya kepercayaan, komunikasi yang buruk.
Tak hanya itu, kurangnya keintiman emosional juga dapat disebabkan oleh perasaan atau konflik yang belum terselesaikan.
Hal ini dapat disebabkan oleh bisnis atau kurangnya waktu, ketika prioritas lain dalam hidup telah didahulukan yang dapat merusak pernikahan. Ada beberapa tanda umum bahwa pernikahan Anda mengalami kurang keintiman emosional adalah :
1. Perasaan jauh dari pasangan Anda
2. Pasangan Anda tidak cukup mengekspresikan dirinya
3. Kehidupan Anda menjadi kurang terhubung atau saling terkait
4. Kurangnya keintiman fisik
5. Anda tidak memiliki hobi atau minat yang sama
6. Tidak cukup mendengarkan secara aktif
Berikut adalah beberapa cara untuk memberikan pernikahan Anda dorongan keintiman emosional sebagaimana dilansir dari laman Marriage, Rabu (15/8) :
1. Mengatakan kebenaran akan perasaan Anda
Banyak terapis dan konselor hubungan menyarankan pasangan untuk mengungkapkan kebenaran mereka. Artinya bahwa ketika suatu perasaan muncul maka perasaan itu tidak boleh ditahan.
Sebaliknya, perasaan itu harus disampaikan sesegera mungkin, idealnya dengan cara yang tidak mengancam. Ada beberapa metode untuk mengungkapkan kebenaran Anda salah satunya dengan menggunakan kalimat pernyataan.
Misalnya, pernyataan ini dapat dinyatakan sebagai “kebenaran Anda adalah Anda merasa kesepian ketika Anda menghabiskan terlalu banyak waktu di rumah sendirian. Anda bisa membandingkan pernyataan ini dengan kebenaran Anda adalah pribadi yang merasa diabaikan ketika Anda menghabiskan terlalu banyak waktu bermain golf.
Anda bisa berlatih membuat kalimat yang berfokus pada mengidentifikasi nama-nama perasaan seperti saya merasa sedih, cemas, bingung, malu dan marah).
2. Fokus dengan apa yang menjadi nyata bukan menjadi benar
Pada dasarnya setiap kali kita mengungkapkan kebenaran, lebih penting bagi kita untuk mengekspresikan diri kita dengan jujur daripada berfokus pada kebenaran. Memang benar pendapat adalah pendapat yang tentu akan berbeda-beda pada setiap orang.
3. Perhatian dan manajemen
Bersikap empati dan memperhatikan bagaimana perasaan atau reaksi orang lain juga penting saat mengungkapkan kebenaran. Memperjelas pemahaman atau kekhawatiran Anda tentang perasaan orang lain juga berguna.
Anda tidak boleh mencoba memanipulasi atau mengubah perasaan atau emosi orang lain. Hal ini bukanlah strategi yang efektif dan juga bukan fokus untuk menyampaikan kebenaran Anda. Intinya kebenaran Anda tetap harus muncul dari nilai-nilai dan pengalaman pribadi Anda.
4. Meluangkan waktu
Tidak bisa dipungkiri bahwa kencan malam itu penting, tetapi Anda perlu menghilangkan kebosanan dari aktivitas ritual ini. Anda bisa menemukan aktivitas baru dan menarik dimana Anda dan pasangan hanya fokus pada satu sama lain dan tidak terganggu oleh telepon, email atau kekhawatiran dunia lainnya.
Intinya melakukan sesuatu yang berarti akan membantu Anda terhubung kembali dengan pasangan dan membebaskan Anda dari stres yang biasa terjadi. ***