← Beranda
7 Sifat yang Terbentuk pada Orang Dewasa yang Jarang Mendapat Pujian saat Kecil, Menurut Psikologi
Mellyna Putri DiniarSabtu, 10 Agustus 2024 | 03.43 WIB
Ilustrasi orang dewasa yang jarang mendapat pujian di masa kecil. (Geediting)

JawaPos.com – Pujian adalah salah satu bentuk validasi penting yang dibutuhkan anak untuk mengembangkan rasa percaya diri dan harga diri. Ketika anak jarang menerima pujian, hal ini dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian mereka dan meninggalkan dampak jangka panjang hingga dewasa. 

Artikel ini akan membahas tujuh ciri khas sifat yang sering ditemukan pada orang dewasa yang jarang menerima pujian semasa kecil. 

Dari selalu mencari persetujuan hingga kesulitan mengekspresikan emosi, ciri-ciri ini memberikan gambaran tentang bagaimana pengalaman masa lalu dapat mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan dunia dan dirinya sendiri.

Dengan memahami dampak psikologis dari kurangnya pujian, kita dapat mengembangkan empati dan memberikan dukungan yang tepat kepada mereka yang membutuhkan.

Dilansir dari laman Geediting.com, Jumat (9/8), inilah tujuh sifat yang sering ditemukan pada orang dewasa yang jarang dipuji semasa kecil, berdasarkan perspektif psikologi:

1. Selalu Mencari Pengakuan Eksternal

Individu yang tumbuh dengan minimnya pujian cenderung mengembangkan hasrat kuat untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. 

Mereka mungkin berusaha keras untuk menyenangkan semua orang, bahkan mengorbankan kebutuhan dan keinginan sendiri. Hal ini bisa berakar dari kebutuhan mendalam untuk merasa dihargai dan diterima.

2. Perfeksionis

Karena jarang menerima afirmasi positif, individu ini mungkin mengembangkan standar yang sangat tinggi untuk diri mereka sendiri. 

Mereka percaya bahwa hanya dengan menjadi sempurna mereka bisa mendapatkan pengakuan. Perfeksionisme ini bisa menjadi beban berat dan menghalangi mereka untuk menikmati proses serta menerima ketidaksempurnaan.

3. Sensitif terhadap Kritik

Kurangnya pujian di masa kecil dapat membuat seseorang menjadi sangat sensitif terhadap kritik. Mereka mungkin menganggap setiap kritik sebagai serangan pribadi dan merasa sulit untuk menerima umpan balik, bahkan yang konstruktif sekalipun.

4. Rendah Diri

Tidak adanya afirmasi positif secara konsisten dapat mengikis rasa percaya diri dan harga diri seseorang. Mereka mungkin memiliki keyakinan mendalam bahwa mereka tidak cukup baik atau tidak berharga. Hal ini dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, dari hubungan interpersonal hingga karier.

5. Sulit Mengekspresikan Emosi

Anak-anak yang jarang dipuji mungkin belajar untuk menekan emosi mereka agar tidak mengecewakan orang lain. Sebagai orang dewasa, mereka mungkin kesulitan untuk mengekspresikan perasaan secara terbuka dan jujur, baik itu emosi positif maupun negatif.

6.Sikap Mandiri yang Berlebihan

Karena tidak terbiasa bergantung pada orang lain untuk mendapatkan validasi, individu ini cenderung mengembangkan kemandirian yang tinggi. Mereka mungkin lebih suka melakukan segala sesuatu sendiri dan merasa sulit untuk meminta bantuan atau bergantung pada orang lain.

7. Tangguh 

Meskipun menghadapi berbagai tantangan akibat minimnya pujian di masa kecil, individu ini sering kali mengembangkan daya tahan yang luar biasa. Mereka belajar untuk bangkit dari kegagalan dan terus maju, bahkan ketika menghadapi kesulitan.

Penting untuk diingat bahwa setiap individu adalah unik, dan ciri-ciri ini mungkin tidak berlaku untuk semua orang yang jarang menerima pujian semasa kecil. 

Namun, memahami dampak psikologis dari kurangnya pujian dapat membantu kita mengembangkan empati dan memberikan dukungan yang tepat kepada mereka yang membutuhkan.

 

EDITOR: Banu Adikara