JawaPos.com - Psikopat biasanya mengarah pada gangguan perilaku yang menyebabkan seseorang tidak peduli, tidak berperasaan pada orang lain atau lingkungan sekitar.
Dilansir JawaPos.com dari Parents.com, anak-anak yang menunjukkan karakteristik psikopat dapat didiagnosis dengan gangguan perilaku.
Ciri-cirinya adalah tidak berperasaan dan tidak emosional, sehingga dikaitkan pula dengan Gangguan Kepribadian Antisosial yang parah.
Meskipun psikopat bukanlah diagnosis kesehatan mental yang resmi dan pengidapnya tidak selalu berbahaya, namun penting untuk mewaspadai jika anak memiliki risiko tersebut.
Berikut adalah ciri-ciri karakter gangguan perilaku psikopat yang dapat dilihat pada anak kecil maupun yang sudah besar.
Anak kecil
Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Michigan menunjukkan tanda-tanda awal psikopat dapat terlihat pada anak-anak berusia 2 tahun.
Anak-anak yang memiliki beberapa ciri yang ditentukan peneliti, di kemudian hari menunjukkan masalah perilaku yang terkait dengan psikopat.
Ciri-ciri tersebut antara lain tidak tampak bersalah setelah berperilaku buruk, dan hukuman tidak mengubah perilaku anak.
Serta anak egois dan tidak mau berbagi dengan orang lain, sering berbohong, licik dan mencoba mendekati orang dewasa.
Anak yang sudah lebih besar
Pada anak yang lebih besar, mereka akan menunjukkan perilaku yang mirip dengan orang dewasa yang memiliki gangguan psikopat.
Mereka akan melukai hewan demi kesenangan karena kurangnya empati, dan terlibat dalam penyalahgunaan obat terlarang.
Kemudian, perawatan gejala psikopat pada anak memerlukan perhatian khusus karena mereka tidak merespon metode biasa.
Metode perawatan yang bisa dilakukan adalah terapi atau dengan obat-obatan, meskipun tidak ada obat khusus yang mengobati gejala psikopat.
Terapi dilakukan berbasis penghargaan di mana anak-anak memperoleh hak istimewa jika berperilaku baik.
Studi menunjukkan jenis terapi dan intervensi ini berdampak positif pada pilihan anak-anak dalam berperilaku.