JawaPos.com - Tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis atau broken home dapat meninggalkan bekas.
Bekas itulah yang membentuk jati dirimu, cara berpikirmu, dan cara kamu dalam berperilaku di kemudian hari.
Ciri-ciri ini tidak selalu negatif, beberapa bahkan bisa positif. Namun, penting untuk memahaminya dan mengenalinya, karena ciri-ciri ini dapat memainkan peran besar dalam hubungan dan interaksimu sebagai orang dewasa.
Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Ideapod, Selasa (23/7), terkait sifat-sifat dan perilaku yang sering muncul pada orang-orang yang tumbuh dalam situasi keluarga yang kurang ideal atau broken home.
1. Tanggung jawab yang berlebihan
Bukan hal yang aneh bagi mereka yang tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis untuk mengembangkan rasa tanggung jawab yang berlebihan. Sifat ini muncul karena kebutuhan.
Dalam lingkungan keluarga yang kacau, seseorang harus maju dan mengambil alih semua tugas, meskipun mereka masih anak-anak. Ini bisa berarti mengurus adik-adik, membersihkan rumah, atau bahkan mengelola keuangan keluarga.
2. Keterpisahan secara emosional
Individu yang tumbuh dalam keluarga disfungsional seringkali mengembangkan bakat untuk melepaskan diri secara emosional. Di tengah kekacauan keluarga, emosi bisa jadi berbahaya.
Emosi dapat memperparah konflik, dan beberapa orang mungkin akan belajar untuk mematikan diri dan menjauhkan diri secara emosional dari apa yang terjadi di sekitar mereka.
Di masa dewasa, keterasingan emosional ini dapat menyulitkan mereka untuk menjalin hubungan yang dekat dan intim. Ini juga dapat menyulitkan mereka untuk mengekspresikan perasaan mereka atau memahami emosi orang lain.
3. Codependency relationship atau kebergantungan
Codependency adalah perilaku yang dapat dipelajari dan dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Ini adalah jenis ketergantungan emosional yang tidak sehat, di mana seseorang terlalu bergantung pada orang lain untuk kesejahteraan emosional atau psikologisnya.
Dalam keluarga broken home yang tidak harmonis, kamu mungkin tumbuh dengan keyakinan bahwa harga dirimu bergantung pada kebahagiaan atau persetujuan orang lain.
Hal ini dapat menyebabkan perilaku saling bergantung dalam hubunganmu di kemudian hari.
4. Kesulitan mempercayai orang lain
Kepercayaan merupakan fondasi dasar dari setiap hubungan. Namun, bagi mereka yang pernah mengalami dinamika keluarga yang tidak harmonis, kepercayaan bisa menjadi konsep yang menantang.
Tumbuh dalam lingkungan yang tidak stabil dapat menyebabkan kurangnya kepercayaan pada orang lain.
Jika orang-orang yang seharusnya melindungi dan merawatmu ternyata mengecewakanmu, mungkin sulit untuk percaya bahwa orang lain akan berbeda.
5. Perfeksionisme
Orang yang tumbuh dalam lingkungan yang tidak harmonis biasanya mengembang sifat perfeksionis.
Dalam keluarga yang kacau, kamu mungkin merasa bahwa, jika kamu dapat melakukan segalanya dengan sempurna, kamu dapat menghindari konflik atau kritik.
Hal ini dapat menyebabkan pengejaran kesempurnaan tanpa henti di masa dewasa yang dapat melelahkan dan tidak memuaskan. Belajar untuk menerima kenyataan bahwa tidak apa-apa untuk tidak selalu sempurna dapat menjadikan perubahan besar bagimu.
6. Berjuang dengan batasan
Orang-orang dari keluarga disfungsional seringkali berjuang dalam menetapkan dan menghormati batasan. Namun, dalam keluarga yang disfungsional, batasan ini seringkali kabur atau diabaikan.
Padahal, batasan sangat penting bagi hubungan yang sehat. Batasan memungkinkan kita untuk membedakan kebutuhan dan keinginan kita sendiri dari kebutuhan dan keinginan orang lain.
7. Takut ditinggalkan
Tumbuh dalam keluarga yang disfungsional atau broken home dapat menanamkan rasa takut yang mendalam akan ditinggalkan.
Kamu mungkin mendapati dirimu terus merasa takut bahwa orang-orang akan meninggalkanmu dan mengecewakanmu seperti di masa lalu.
Ketakutan ini dapat membuatmu bergantung pada orang lain dalam hubungan atau menjauhi orang lain agar tidak terluka.
Ketakutan ini dapat membuatmu merasa sendirian, bahkan ketika kamu dikelilingi oleh orang-orang yang peduli denganmu.