← Beranda
4 Rekomendasi Skincare yang Mampu Menangani jerawat Hormonal, SImak Apa Saja!
Astihawa Indah SetianiRabu, 10 Juli 2024 | 00.44 WIB
Ilustrasi: Skincare. (Istimewa)

 

jerawat

 

JawaPos.Com - Saat masa puber, jerawat hormonal biasanya muncul pada zona-T seperti dahi, hidung, dan dagu. Jerawat hormonal yang terjadi pada orang dewasa biasa ditemui pada area bawah dagu dan sekitar rahang.

 
Beberapa orang mengalami jerawat hormonal berupa komedo hitam, komedo putih, dan jerawat kecil atau jerawat kistik yang lebih besar.
 
Jerawat hormonal disebabkan oleh kondisi hormonal seperti menstruasi, polycystic ovarian syndrome (PCOS), menopause, dan kenaikan kadar hormon androgen.
 
Perubahan hormon pada tubuh juga memperburuk kondisi kulit wajah lainnya seperti peradangan kulit secara menyeluruh, produksi minyak wajah (sebum) berlebih di pori-pori, penyumbatan sel kulit pada folikel rambut, dan memicu berkembangnya bakteri penyebab jerawat (Propionibacterium acnes).
 
Dilansir dari laman Healthline pada Selasa (9/7), diperkirakan sekitar 50 persen perempuan usia 20 hingga 29 tahun memiliki jerawat. Sekitar 25 persen perempuan usia 40 hingga 49 tahun juga masih mengalami permasalahan jerawat.

Jika jerawat hormonal tergolong ringan, berikut beberapa rekomendasi sikn care dan perawatan yang bisa dilakukan ialah mengoleskan retinoid topikal. 

1. Retinoid 

Banyak krim, gel, dan lotion retinoid tersedia tanpa resep. Produk retinol yang diresepkan dokter sering kali merupakan cara paling efektif untuk menjaga kulit tetap bersih.

2. Tea tree oil

Tea tree oil bekerja dengan mengurangi peradangan yang dapat menyebabkan jerawat. Lima persen tea tree oil topikal dapat meredakan gejala pada penderita jerawat ringan.

Tea tree oil tersedia di banyak produk perawatan kulit, seperti pembersih dan toner. Dapat menggunakan tea tree oil esensial sebagai pengobatan noda bekas jerawat.

3. AHA 

AHA atau Alpha Hydroxy Acid dapat ditemukan di banyak masker dan krim yang dijual bebas. Seperti halnya retinoid, AHA dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. 

Selalu gunakan tabir surya saat menggunakan produk yang mengandung AHA dan retinol.

4. Green tea

Green tea dikenal dapat mengurangi peradangan pada tubuh. Untuk pendekatan yang lebih holistik, pertimbangkan untuk minum beberapa cangkir green tea per hari.

Banyak pilihan perawatan teh hijau seperti lotion dan gel yang mengandung setidaknya 2 persen ekstrak teh hijau bermanfaat.

Pantangan saat mengalami jerawat hormonal

Sayur dan buah-buahan yang tinggi antioksidan dapat membantu mengurangi peradangan dan membuat kulit lebih bersih. Asam lemak omega-3 juga dapat mengurangi peradangan kulit saat berjerawat.

Mengonsumsi makanan tertentu secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan peradangan. Hindari atau kurangi makan-makanan yang tinggi kandungan gula, produk susu, tepung-tepungan, dan daging merah.

Informasi ini hanya sebagai panduan umum. Konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat untuk kondisi jerawat hormonal yang sedang dialami.

Jerawat hormonal memang menjengkelkan, tapi bukan berarti tak teratasi. Dengan kombinasi perawatan kulit yang tepat, gaya hidup sehat, dan bantuan medis, semua orang dapat melawan jerawat hormonal dan mendapatkan kembali kulit yang sehat dan cerah.***

 

EDITOR: Novia Tri Astuti