JawaPos.com – Masa anak-anak bisa membentuk kita dengan cara yang sering kali tidak kita sadari hingga kita beranjak dewasa.
Salah satu aspeknya adalah dampak dari terlalu dimanja saat masih anak-anak.
Mereka yang dimanja sejak kecil sering kali menunjukkan sifat-sifat dan perilaku tertentu hingga terbawa saat beranjak dewasa sebagaimana sudah dilansir dari laman The Vessel, Sabtu (6/7), sebagai berikut :
1. Memiliki rasa berhak
Salah satu perilaku umum yang cenderung ditunjukkan oleh orang dewasa yang terlalu dimanja saat anak-anak adalah memiliki rasa berhak.
Rasa berhak ini dapat terwujud dalam berbagai cara mulai dari mengharapkan perlakuan istimewa hingga memiliki harapan yang tidak realistis.
2. Kesulitan menerima “tidak”
Perilaku lain yang ditunjukkan orang dewasa akibat terlalu dimanja saat anak-anak adalah kesulitan menerima jawaban “tidak”.
Artinya mereka seolah-olah tidak bisa menerima kenyataan bahwa seseorang akan menolak apa yang dia inginkan.
3. Kurangnya keterampilan hidup
Orang dewasa yang terlalu dimanja saat anak-anak sering kali tidak memiliki keterampilan hidup dasar.
Ada fakta menarik bahwa para peneliti menemukan korelasi positif antara anak-anak yang mengerjakan tugas rumah tangga dan keberhasilan mereka saat dewasa.
Tugas rumah tangga bisa membantu anak-anak belajar tanggung jawab, kemandirian dan nilai kerja keras.
Jika seorang anak terlalu dimanja dan tanggung jawab semuanya diambil alih maka mereka dapat kehilangan kesempatan untuk mempelajari keterampilan hidup yang penting tersebut.
4. Ketidaksabaran
Ciri umum yang dapat terlihat pada orang dewasa yang terlalu dimanja saat anak-anak adalah ketidaksabaran.
Karena terlalu dimanja sepanjang masa kecilnya, orang-orang ini sering kali kesulitan untuk menunggu sesuatu.
Baik itu menunggu dalam antrean, menunggu balasan email atau menunggu giliran dalam percakapan.
Bahkan ketidaksabaran ini dapat menyebabkan frustasi dan berdampak pada hubungan dan interaksi mereka.
5. Kesulitan menunjukkan empati
Perilaku lain yang muncul pada orang dewasa yang terlalu dimanja saat anak-anak adalah kesulitan dalam menunjukkan empati.
Empati sendiri merupakan kemampuan untuk memahami dan berbagai perasaan orang lain.
Ini adalah salah satu keterampilan penting untuk membangun hubungan yang kuat dan ikatan komunitas.
Namun bagi mereka yang selalu menjadi pusat perhatian saat tumbuh dewasa justru sulit untuk memahami sudut pandang orang lain.
Hal ini menunjukkan bukan berarti mereka tidak mampu berempati namun mereka akan merasa lebih sulit untuk menempatkan diri pada posisi orang lain.
6. Menghindari tanggung jawab
Salah satu perilaku yang dapat muncul pada orang dewasa yang terlalu dimanja saat anak-anak adalah kecenderungan untuk menghindari tanggung jawab.
Perilaku semacam ini dapat berasal dari tidak adanya rasa tanggung jawab semasa kanak-kanak yang mengarah pada pola penghindaran tanggung jawab saat dewasa.
7. Terlalu bergantung pada orang lain
Orang yang terlalu dimanja saat masa kecilnya cenderung memiliki ketergantungan berlebihan pada orang lain.
Ketergantungan ini dapat terwujud dalam berbagai cara mulai dari selalu membutuhkan orang lain untuk mengambil keputusan mereka atau mengharapkan orang lain untuk menyelesaikan masalah mereka.