JawaPos.com - Perselisihan dalam sebuah hubungan adalah hal yang wajar. Namun agar hubungan tidak berakhir, dibutuhkan tips mengatasi amarah yang baik.
Meredakan amarah ketika sedang berkonflik dengan pasangan, agar masalah tidak merembet ke mana mana.
Dilansir dari laman Mayo Clinic, berikut tips mengatasi amarah untuk mencegah dampak buruk pada hubungan, antara lain:
1. Berpikirlah Sebelum Bicara
Ketika kamu diliputi amarah, ada kalanya kamu ingin mengumpat dan mengeluarkan kata-kata kasar.
Penting bagimu untuk mengambil napas panjang sejenak dan meredakan emosi lebih dulu. Jangan sampai kamu melontarkan kata-kata yang justru menyakiti hati pasangan.
2. Sampaikan Apa yang Membuatmu Kesal
Setelah emosimu reda, sampaikan apa yang telah membuatmu kesal. Misalnya saja katakan, "Aku merasa kesal saat aku menyiapkan makanan dan kamu tidak membantu untuk membersihkannya setelah itu."
Hal ini penting karena kebanyakan pasangan yang berselisih lebih suka melampiaskan amarahnya.
3. Gunakan Humor untuk Menurunkan Ketegangan
Meringankan suasana dapat membantu meredakan ketegangan di antara kalian. Gunakan humor untuk meredakan emosi dalam dirimu.
Meski begitu, hindari menggunakan humor sarkasme karena hal itu justru memperkeruh suasana.
4. Ambil Jeda
Ada kalanya emosi kalian sulit diredakan dalam waktu singkat. Di momen itu, ada baiknya kalian mengambil jeda.
Tetapkan batasan waktu yang pasti, misalnya sejam atau dua jam sebelum kalian membicarakan apa yang membuat kalian marah.
5. Sering Berolahraga
Olahraga punya manfaat yang baik dalam meningkatkan mood. Endorfin yang dihasilkan dari aktivitas fisik adalah pereda stres alami paling ampuh.
Jika kamu merasa sangat marah, cobalah untuk jalan-jalan keluar untuk mencari keringat.
6. Berlatih Relaksasi dan Meditasi
Berlatihlah kemampuan relaksasi untuk berjaga-jaga saat kamu diliputi kemarahan. Kamu bisa berlatih pernapasan dalam hingga bermeditasi seperti yoga dan lainnya untuk menenangkan diri.
7. Jangan Menyimpan Dendam
Ketika kamu marah dengan pasangan, ada baiknya kamu membicarakannya ketimbang memendamnya. Menyimpan dendam sama halnya seperti menyimpan bom waktu yang bisa meledak kapan pun.
Jika kamu membiarkan kemarahan dan perasaan negatif lainnya mengesampingkan perasaan positif, kamu mungkin akan ditelan oleh kepahitan atau rasa ketidakadilan.