JawaPos.com - Pernikahan merupakan salah satu momen sakral dalam setiap kehidupan manusia, dan bisa dibilang tahap awal dalam menjalani hubungan seumur hidup.
Semua pasangan bercita-cita ingin hidup bersama hingga maut memisahkan, tapi akhir-akhir ini banyak terjadi kasus perceraian yang disebabkan dari berbagai faktor.
Faktor ini bisa disebabkan karena kurangnya persiapan dan pemahaman tentang ilmu pernikahan, sebagian orang lebih menitikberatkan bahwa pernikahan cukup dengan cinta dan uang.
Sebetulnya itu tidak salah, cinta dan uang memang penting untuk membangun sebuah hubungan, tapi banyak persiapan lainnya yang sering dilupakan.
Dilansir dari laman Artikel Kabupaten Gunung Kidul, berikut 5 hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi kehidupan pernikahan, diantaranya :
1. Kesiapan Mental atau Spiritual
Kesiapan akan hal-hal buruk yang mungkin terjadi, mampu menyadari jika kenyataan seringkali tak sesuai dengan harapan. Serta tekadkan dalam hati bahwa pernikahan adalah ibadah yang harus ditaati.
2. Kesiapan Emosi
Kemampuan mengatur dan mengelola emosi merupakan hal yang cukup penting, sehingga dalam menghadapi permasalahan dapat memposisikan diri dengan baik, serta mampu memahami sifat pasangan.
3. Kesiapan Fisik
Kesiapan dalam bentuk fisik-biologis terkait dengan kemampuan sistem reproduksi, pengasuhan dan perawatan anak, dan mengurus pekerjaan rumah tangga.
4. Kesiapan Intelektual
Kemampuan berpikir, mengingat, dan menyerap informasi yang baik perihal rumah tangga. Contohnya dalam menerapkan parenting, financial planning, ilmu agama, dan ilmu psikologi tentang pernikahan.
5. Kesiapan Moral
Kemampuan mengetahui dan memahami nilai-nilai kehidupan yang baik, seperti komitmen, kepatuhan, kesabaran, dan memaafkan satu sama lain. Sehingga dapat mengajarkan hal baik kepada anak.
Dikutip dari laman Artikel Universitas Airlangga, hubungan pasangan suami istri pasti akan mengalami fase dinamis yang seringkali mampu mengganggu hubungan.
Diskusi dan penyesuaian sebelum pernikahan sangat dianggap penting untuk mencegah konflik dan menjaga keutuhan rumah tangga yang langgeng hingga akhir hayat.
Pasangan adalah teman hidup dalam berbagai aspek, merekalah yang menjadi 'rumah' untuk kita, menerima segala kekurangan, dan membersamai setiap keadaan.
Maka dari itu, kedua pasangan harus terus belajar dan sadar bahwa kita hanyalah manusia yang bertumbuh sejalan dengan fase kehidupan, serta jauh dari kesempurnaan.