← Beranda
Orang Tua Perlu Tahu! 5 Penyebab Anak Sering Berbohong Menurut Psikologi, Yuk, Simak! 
Muhammad Yusuf ShabranKamis, 13 Juni 2024 | 17.41 WIB
Ilustrasi anak yang dimarahi orang tua karena berbohong. (Pexels/Alex Green)

 

JawaPos.com - Ketika anak berbohong, orang tua mungkin akan merasa kesal atau kecewa.

Sayangnya, kebanyakan orang tua tidak mencari tahu terlebih dahulu, apa penyebab anak berbohing pada mereka.

Alih-alih menasihati atau memberi pengertian, sang anak justru dimarahi ssampai ketakutan dan merasa cemas berlebihan.

Menurut Dr. Victoria Talwar, PhD., Profesor di departemen psikologi pendidikan dan Konseling di Universitas McGill, kebohongan yang ditimbulkan oleh anak adalah hal normal.

“Kemampuan berbohong sebenarnya muncul bersama kemampuan kognitif lain sebelum memasuki masa persekolahan. Itulah mengapa kita mengatakan bahwa ini menjadi bagian normal dari perkembangan anak,” ujar Victoria.

Nah, memang pada kenyataannya, usia 3 tahun adalah masa anak mulai membuat kebohongan. Memasuki usia 4–6 tahun, mereka mulai pandai berbohong.

Maka dari itu, sebelum bertindak lebih jauh, para orang tua harus mencari tahu dahulu alasan anak berbohong. Lantas, apa sajakah itu?

berbohong

Baca Juga: 10 Bahasa Tubuh yang Sangat Menonjol Ketika Seseorang Berbohong, Kamu Pasti Pernah Melihatnya!

Berikut adalah lima penyebab anak yang sering berbohong sebagaimana dilansir dari Parenting For Brain, Kamis (13/6).

1. Mengeksplorasi daya ingat

Kebohongan yang bersifat eksploratif terjadi ketika anak-anak mencoba mencari tahu reaksi yang sebenarnya dari orang lain, termasuk orang tuanya.

Kemungkinan, para anak melakukan kebohongan karena ingin mengeksplorasi daya ingat atau sekadar melakukan kesenangan.

Mereka ingin tahu, sejauh mana dirinya dan orang lain mengingat detail tertentu. Tidak perlu disesali karena hal ini termasuk proses dalam belajar.

2. Sekadar mendapat perhatian

Penyebab yang selanjutnya adalah memperoleh perhatian dari orang tua mereka.

Orang tua memiliki intuisi yang kuat terhadap anaknya. Anak-anak tahu bahwa ayah atau ibunya akan menyadari kebohongan itu.

Makanya, si anak melakukan hal tersebut untuk mendapatkan perhatian, dan tugas orang tua adalah memahami hal yang diinginkannya.

Baca Juga: Apakah Dia Berbohong? Inilah Gerak Gerik Tangan Orang saat Berbohong Menurut Psikologi

3. Berbohong untuk melindungi orang lain

Selain melindungi diri sendiri, kebohongan juga biasanya dilakukan untuk melindungi orang lain. Hal itu juga yang mendasari anak bisa berbuat demikian.

Biasanya, kebohongan mereka semata-mata untuk melindungi teman. Bahkan, orang tuanya.

Mungkin, mereka tidak diminta secara langsung, tetapi ucapan yang bersifat tidak benar perlu dilakukan untuk membantu orang yang ia sayangi.

Contohnya, seorang anak yang mengatakan kepada gurunya bahwa temannya sudah mengerjakan tugas sekolah, padahal temannya belum mengerjakan sama sekali.

4. Bagian dari sopan santun

Tidak ada orang tua yang ingin anaknya mempunyai sifat pembohong. Namun, dalam situasi tertentu, seperti kemasyarakatan, mereka pun tidak seharusnya mengatakan sesuatu secara terang-terangan.

Dalam hal kesopanan, tindakan tersebut bertujuan untuk menjaga perasaan orang lain, baik yang setara maupun lebih tua.

Misalnya, seorang anak kecil yang tidak suka dengan makanan yang diberikan temannya. Demi menjaga hati, anak tersebut akan mengatakan, makanannya sangat enak.

Baca Juga: Jangan Disepelakan! 10 Kebiasaan Ini Menyebabkan Rejeki Anda Seret, Mulai Makan Sambil Berdiri Hingga Berbohong

5. Memiliki imajinasi yang tinggi

Imajinasi anak terbilang tinggi. Hal itulah yang membuatnya susah membedakan sesuatu yang bersifat objektif dan yang menjadi khayalan semata.

Jadi, saat ada anak kecil yang tidak jujur, Anda perlu membedakan, mereka sedang berfantasi atau mengatakan yang sejujurnya.

Contohnya adalah anak yang melihat putri duyung di pinggir pantai. Nah, orang tua perlu memahami pemikiran sang anak agar tidak ada kesalahpahaman.

Itulah informasi mengenai berbagai penyebab anak berbohong. Jadi, sebaiknya Anda jangan langsung menghakimi ketika tahu perbuatan mereka, ya.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti