← Beranda
Orang yang Tumbuh dengan Orang Tua yang Egois Sering Kali Menunjukkan 8 Perilaku Ini Saat Ia Dewasa
Ajilan Fauza FathayanieRabu, 29 Mei 2024 | 15.10 WIB
Ilustrasi orang yang tumbuh dengan orang tua yang egois./ freepik/pikisuperstar

JawaPos.com - Orang yang tumbuh dengan orang tua yang egois sering kali menunjukkan beberapa perilaku tertentu saat ia dewasa.

Pengalaman masa kecil mereka sering memberikan dampak yang kuat terhadap cara mereka berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka di masa dewasa.

Perilaku-perilaku ini mencerminkan pengalaman yang mungkin tidak terlihat pada permukaan, tetapi memainkan peran penting dalam membentuk kepribadian dan pola perilaku mereka.

Dilansir dari Hack Spirit pada Rabu (29/5), inilah 8 perilaku yang sering dimiliki oleh orang-orang yang tumbuh dengan orang tua yang egois saat ia masih kecil.

1. Sulit membentuk keterikatan

Ketika seseorang tumbuh dengan orang tua yang egois, hal itu bisa memengaruhi cara mereka membentuk hubungan saat mereka dewasa.

Jika kebutuhan seorang anak sering diabaikan oleh orang tuanya, anak tersebut akan mengalami kesulitan untuk merasa aman dan percaya pada orang lain ketika dewasa.

Mereka kesulitan mempercayai orang lain atau selalu merasa takut diabaikan, seperti yang terjadi pada mereka ketika kecil.

2. Ragu dengan harga diri sendiri

Ketika seseorang tumbuh dengan orang tua yang egois, mereja bisa merasa bahwa kebutuhan mereka tidak penting, dimana ini bisa membuat mereka meragukan nilai diri mereka sendiri saat dewasa.

Ketika kecil, kebutuhan mereka sering diabaikan karena orang tua sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Hal ini bisa membuat mereka merasa bahwa keinginan dan perasaan mereka tidak berarti.

Baca Juga: Tes Kepribadian : Pilih 1 dari 3 Burung Favoritmu dan Kualitas Aslimu Terungkap, Salah Satunya Punya Empati Tinggi

3. Selalu berusaha menyenangkan orang lain

Jika seseorang tumbuh dengan orang tua yang egois, mereka mungkin cenderung selalu berusaha untun menyenangkan orang lain ketika ia dewasa.

Ini terjadi karena saat kecil, kebutuhan emosional mereka tidak terpenuhi, sehingga mereka merasa harus mendapatkan cinta dan persetujuan dengan memenuhi kebutuhan orang lain. Ini adalah cara mereka bertahan dalam lingkungan yang sulit.

Ini bisa membuat mereka selalu mengutamakan kebutuhan orang lain daripada kebutuhan diri sendiri.

Mereka akan terlalu sering mengalah atau setuju, bahkan jika itu merugikan diri mereka sendiri.

4. Kemandirian yang berlebihan

Ketika sebagai anak, kebutuhan Anda tidak terpenuhi secara konsisten, Anda cenderung belajar untuk mengandalkan diri sendiri.

Hal ini bisa membuat Anda memiliki rasa kemandirian yang kuat, yang bisa menjadi kelebihan tetapi juga tantangan.

Orang-orang seperti ini biasanya tangguh dan mampu mengatasi masalah dengan baik, karena sudah terbiasa hidup secara mandiri.

Namun, kecenderungan mandiri yang berlebihan ini juga bisa membuat mereka sulit untuk membentuk hubungan yang dekat dengan orang lain.

Mereka cenderung enggan meminta bantuan saat dibutuhkan atau cenderung menjauhkan diri dari orang lain, karena mereka merasa selalu harus mengurus diri sendiri.

5. Mengejar kesempurnaan

Orang yang memiliki orang tua yang terlalu fokus pada diri sendiri sering merasa harus menjadi orang sempurna agar mendapat perhatian atau persetujuan dari orang tua mereka.

Ketika dewasa, hal ini bisa membuat mereka terus-menerus mengejar kesempurnaan. Mereka menetapkan standar yang sangat tinggi bagi diri mereka sendiri dan merasa kecewa jika tidak mencapainya.

6. Hasrat akan validasi dan pengakuan

Orang yang selalu mencari validasi dan pengakuan seringkali merasa tidak diperhatikan atau didengar saat kecil.

Mereka merasa bahwa pikiran, perasaan, dan pencapaian mereka terus diabaikan, sehingga ini menjadikan mereka merasa tidak penting.

Saat dewasa, ia akan terus mencari persetujuan dari orang lain untuk merasa dihargai. Mereka butuh orang lain untuk mengakui nilai, ide, atau prestasi mereka, agar mereka bisa merasa dihargai.

7. Sulit mengungkapkan perasaan

Orang yang dibesarkan oleh orang tua yang egois cenderung kesulitan dalam mengungkapkan perasaan saat ia dewasa.

Mereka merasa sulit untuk berbicara tentang perasaan mereka karena ada ketakutan bahwa mereka akan diabaikan atau tidak diakui.

Pengalaman di rumah masa kecil mereka membuat mereka merasa bahwa perasaan mereka tidak penting dibandingkan dengan perasaan atau masalah orang tua mereka.

Sebagai hasilnya, ketika mereka dewasa, mereka akan kesulitan untuk membuka diri dan menyampaikan perasaan mereka dengan jujur.

8. Sulit menetapkan batasan

Orang yang dibesarkan oleh orang tua yang egois cenderung sulit menetapkan batasan saat mereka tumbuh dewasa.

Pengalaman masa kecil mereka membuat mereka merasa bahwa batasan pribadi mereka sering dilanggar atau diabaikan.

Hal ini bisa membuat mereka merasa bahwa perasaan, kebutuhan, atau ruang pribadi mereka tidak pantas dihargai.

Ketika mereka dewasa, mereka akan kesulitan untuk mengatakan 'tidak' atau menetapkan batasan karena takut membuat orang lain marah atau menolak mereka.

EDITOR: Hanny Suwindari