JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memiliki sejumlah tempat kuliner favorit di Ibu Kota. Mulai dari sop kaki kambing yang gurih, sop buntut yang menggugah selera, hingga nasi goreng kambing yang menyimpan kenangan masa lalu.
Pilihan kuliner Pramono tidak hanya menggambarkan kegemarannya menyantap hidangan lezat, tetapi juga memperlihatkan bagaimana makanan bisa melekat pada perjalanan hidup seseorang.
Ada tempat yang dikenal karena cita rasa khasnya, ada pula yang menyimpan cerita sangat personal karena sejak awal Pramono datang ke Jakarta kerap menikmati makanan di sana.
Dalam daftar kuliner favoritnya, Pramono menyebut lima tempat makan yang layak masuk daftar tujuan para pencinta wisata kuliner karena rasanya nendang di lidah dan bikin ketagihan. Berikut ulasannya.
Baca Juga: Fakta-Fakta Nunung: Usaha Dapat Gangguan Mistis, Berjuang Lawan Kanker, dan Disebut Pelakor
1. Sop Kaki Kambing Irwan, Blok M
Sop Kaki Kambing Irwan di kawasan Melawai, Blok M, menjadi salah satu kuliner yang disukai Pramono Anung. Hidangan ini menawarkan kelezatan sop kaki kambing yang dikenal dengan kuah gurih dan racikan bumbu rempah.
Sop kaki kambing merupakan salah satu sajian yang memiliki banyak penggemar di Jakarta ataupun di daerah-daerah lain. Perpaduan kuah berbumbu, potongan daging, dan tekstur kaki kambing menjadikannya sebagai pilihan bagi pencinta hidangan berkuah dengan cita rasa kuat.
Kawasan Blok M sendiri sudah lama dikenal sebagai salah satu tujuan kuliner di Jakarta Selatan. Selain menjadi pusat aktivitas dan tempat berkumpul, kawasan ini memiliki beragam pilihan makanan yang menarik untuk dijelajahi.
Bagi pencinta sop kaki kambing, tempat ini bisa menjadi salah satu destinasi yang patut dipertimbangkan ketika berburu kuliner di sekitar Melawai.
2. Sop Buntut Cut Meutia
Pramono juga menyebut Sop Buntut Cut Meutia sebagai salah satu tempat makan favoritnya. Ia secara khusus memuji kelezatan hidangan sop buntut yang disajikan di tempat tersebut.
Sop buntut merupakan hidangan yang populer di Indonesia, terutama bagi pencinta masakan berkuah dengan rasa gurih. Sajian ini umumnya menggunakan buntut sapi yang dimasak hingga empuk, kemudian dipadukan dengan kuah kaldu dan aneka bumbu.
Kelezatan sop buntut terletak pada perpaduan kaldu yang kaya rasa, daging yang empuk, serta aroma rempah yang meresap. Hidangan ini juga kerap menjadi pilihan untuk makan siang maupun santap bersama keluarga.
Nama Cut Meutia sendiri identik dengan kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kawasan tersebut memiliki sejarah panjang dan dikenal sebagai salah satu area yang menyimpan beragam pilihan kuliner di tengah kota.
3. Gulai Kepala Ikan Medan Baru
Gulai Kepala Ikan Medan Baru turut masuk dalam daftar kuliner yang disukai Pramono Anung. Ia menyebut tempat makan ini sudah dikenal banyak orang dan memuji kelezatan hidangannya.
Gulai kepala ikan menawarkan karakter rasa yang berbeda dibandingkan dua hidangan sebelumnya. Kuah gulai yang kaya rempah berpadu dengan daging ikan yang lembut, menghasilkan cita rasa gurih dengan sentuhan bumbu yang kuat.
Bagian kepala ikan juga memiliki tekstur tersendiri yang digemari pencinta kuliner. Ketika dimasak dengan bumbu gulai, bagian tersebut dapat menyerap cita rasa kuah sekaligus menghadirkan sensasi makan yang khas.
Bagi pencinta kuliner berbumbu rempah, Gulai Kepala Ikan Medan Baru menjadi pilihan untuk menikmati sajian bercita rasa khas Medan di Jakarta.
4. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Kuliner Penuh Kenangan
Berbeda dari tiga tempat sebelumnya, Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih memiliki nilai nostalgia bagi Pramono. Ia mengungkapkan bahwa tempat makan tersebut menyimpan kenangan sejak masa awal dirinya datang ke Jakarta.
Pramono bahkan mengenang kebiasaannya menyantap nasi goreng kambing di sana hampir setiap hari pada masa tersebut.
“Waktu awal-awal ke Jakarta hampir setiap hari makan di sana,” ungkap Pramono Anung dalam video diunggah akun Instgaram jkt.spot.
Cerita ini memperlihatkan bahwa makanan selain urusan rasa, juga bisa menjadi bagian dari perjalanan hidup, mengingatkan seseorang pada masa ketika mulai membangun kehidupan di sebuah kota.
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih dikenal melalui sajian nasi goreng dengan potongan daging kambing dan racikan bumbu yang kuat. Bagi pencinta wisata kuliner, tempat ini juga menawarkan kesempatan untuk menikmati hidangan yang telah menjadi bagian dari cerita kuliner Jakarta selama bertahun-tahun.
5. Javanegra
Tempat terakhir yang disebut Pramono adalah Javanegra. Ia mengaku memiliki kegemaran untuk bersantap di restoran tersebut dan menilai berbagai hidangannya lezat.
Namun, dari sekian banyak menu yang tersedia, Pramono secara khusus merekomendasikan olahan lidah.
“Terutama lidahnya boleh dicoba,” ujarnya.
Olahan lidah memiliki karakter tekstur yang berbeda dibandingkan potongan daging sapi pada umumnya. Jika diolah dengan tepat, lidah dapat menghasilkan tekstur empuk dengan cita rasa yang meresap hingga ke bagian dalam.
Rekomendasi Pramono tersebut menambah variasi dalam daftar kuliner favoritnya. Setelah sop kaki kambing, sop buntut, gulai kepala ikan, dan nasi goreng kambing, Javanegra melengkapi pilihannya dengan hidangan yang memiliki karakter tersendiri.
Bagi warga Jakarta maupun wisatawan yang ingin menjelajahi kuliner Ibu Kota, lima tempat tersebut bisa menjadi referensi untuk menyusun agenda wisata rasa.
Baca Juga: Aufar Miliki Istri Cantik, Olla Ramlan: Dijaga Baik-baik, Awas Kau!
Masing-masing menawarkan karakter hidangan berbeda, sekaligus menjadi bagian dari ragam pengalaman kuliner yang dapat ditemukan di Jakarta.