← Beranda
Harga Ayam Makin Mahal, Ini 9 Sumber Protein Alternatif yang Mudah Dibeli dan Ramah di Kantong
Shania Vivi Armylia Putri• Senin, 28 September 2026 | 20.43 WIB
Ilustrasi lele goreng/Magnific

JawaPos.com - Salah satu kebutuhan gizi harian yang paling dibutuhkan oleh tubuh adalah protein. 

Protein berperan dalam mendukung perkembangan otak anak, proses pertumbuhan, sampai pembentukan jaringan dan sistem imun.  

Pada umumnya protein ditemukan pada lauk pauk salah satunya ayam. 

Pada waktu-waktu tertentu, harga ayam akan mengalami peningkatan. Padahal kebutuhan protein harus tetap terpenuhi, terutama bagi kebutuhan makan harian. 

Berdasarkan informasi dari laman resmi kemendag.go.id harga 1 kg daging ayam tercatat sekitar Rp 40.589. 

Ayam yang biasanya dipilih menjadi sumber protein utama ini ternyata bisa digantikan dengan beberapa alternatif yang jauh lebih terjangkau dan ramah di kantong. 

Informasi ini dirangkum dari laman fithub dan gantara.id pada (28/9)  Berikut sembilan sumber protein yang bisa anda beli karena lebih terjangkau dan mudah ditemukan, sehingga dapat menjadi alternatif protein dalam menu harian anda.

  1. Telur

Telur menjadi sumber protein alternatif selain ayam yang praktis dan terjangkau. Konsumsi telur secara wajar sekitar 3-4 butir seminggu dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian. Selain itu, telur juga mudah diolah dan tidak membutuhkan waktu memasak yang lama. Telur dapat diolah menjadi telur rebus, omelet, dadar, ataupun dipadukan dengan bahan lain seperti sayuran.

  1. Ikan

Ikan menjadi pilihan alternatif yang juga kaya protein, vitamin, dan mineral. Ikan mengandung omega-3, rendah lemak, dan mengandung mineral yang dapat melengkapi kebutuhan tubuh. Produk-produk seperti ikan lele, ikan nila, ikan mujair, ikan kembung, ikan tongkol, dan juga ikan sarden termasuk ke dalam pilihan protein yang cukup terjangkau Selain itu, ikan juga memiliki tekstur lembut sehingga lebih mudah dikonsumsi. 

  1. Kacang-kacangan

Sumber protein tidak hanya berasal dari produk hewani. Bahan pangan nabati seperti kacang-kacangan juga dapat menjadi camilan atau tambahan dalam masakan. Anda bisa menambahkan kacang tanah atau lentil pada masakan sebagai salah satu cara menambah asupan protein anda. 

  1. Tempe

Tempe menjadi salah satu bahan pangan yang mudah ditemukan. Harganya juga tergolong terjangkau, sekaligus mengandung berbagai nutrisi. Mulai dari protein, kalsium, magnesium, dan juga serat. Tempe bisa menjadi salah satu bahan pangan lokal bergizi sebagai pengganti protein hewani tatkala harganya sedang naik.

  1. Tahu 

Selain tempe, tahu juga menjadi bahan pangan yang mengandung protein. Tahu diolah dari kedelai yang diambil sarinya lalu dipadatkan. Teksturnya yang lembut membuat tahu dapat diolah menjadi berbagai olahan masakan mulai dari sup, tumisan, tahu isi, sampai digoreng. 

  1. Edamame

Edamame termasuk makanan yang tinggi protein. Selain itu, edamame dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga cocok bagi anda yang sedang menjalani program diet. Kandungan serat di dalamnya juga dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.

  1. Oat 

Konsumsi oat selain mampu memenuhi kebutuhan karbohidrat ternyata juga menjadi salah satu sumber protein. oat kaya akan serat, mengandung senyawa beta glucan yang baik untuk kesehatan jantung serta membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. 

  1. Keju

Produk olahan dari susu juga mengandung protein. Seperti keju, susu rendah lemak, dan juga yogurt. Keju dapat menjadi salah satu pilihan alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian, selain ayam sebagai sumber protein.

  1. Udang 

Udang juga termasuk salah satu sumber protein yang tinggi. Salah satu keunggulannya adalah daging udang memiliki kandungan kalori yang relatif lebih rendah, serta mengandung mineral, dan selenium yang mendukung kesehatan tubuh anda.

EDITOR: Hanny Suwindari
Tags:ayam