JawaPos.com-Bojonegoro merupakan salah satu kota di provinsi Jawa Timur. Wilayah ini memiliki posisi yang strategis karena menjadi salah satu daerah yang dilintasi jalur distribusi barang di Jawa Timur.
Tidak hanya itu, Bojonegoro juga menyimpan beragam kuliner khas yang menarik untuk dicicipi. Beragam hidangan tersebut memiliki cita rasa dan karakteristik tersendiri sehingga membuat Bojonegoro layak menjadi salah satu tujuan wisata kuliner.
Selain aneka olahan nasi, kuliner berbahan dasar ikan sungai juga menjadi salah satu sajian yang banyak ditemukan di Bojonegoro.
Daerah ini juga terkenal karena memiliki beragam sambal khas yang menjadi pelengkap berbagai hidangan.
Jika anda berkunjung Bojonegoro, rasanya belum lengkap tanpa mencicipi sejumlah kuliner khasnya, mulai dari sego gulung, tongseng belut, serabi kuah, sampai nasi buwohan yang menjadi salah satu hidangan legendaris.
Penasaran makanan apa saja yang bisa anda coba saat di Bojonegoro? Melansir informasi dari kanal YouTube @WISATABOJONEGORO yang dikutip pada (23/9) berikut kuliner khas Bojonegoro yang sayang untuk anda lewatkan.
-
Sego gulung wonocolo
Sego gulung khas wonocolo ini sangat unik karena dibungkus menggunakan daun pisang, kemudian digulung dan diikat dengan tali. Tekstur nasi gulung wonocolo cenderung pulen dan lembut. Beberapa pilihan lauk juga tersedia untuk nasi gulung wonocolo ini seperti sambal teri, bali telur, dan rica-rica ayam. Harganya juga sangat terjangkau, mulai dari Rp 3.000-Rp 8.000.
-
Iwak gloso sambal kemangi
Iwak gloso merupakan ikan khas dari waduk Pacal Bojonegoro. Iwak gloso biasanya disajikan dengan cara digoreng sampai garing dan dilengkapi sambal kemangi yang memiliki cita rasa super pedas. Selain iwak gloso khas waduk Pacal, di sini juga menyediakan udang sungai, ikan nila, dan ikan mujair. Perpaduan gurihnya ikan sungai, sambal kemangi yang pedas, dan nasi hangat membuat hidangan ini menjadi salah satu kuliner Bojonegoro yang sayang untuk dilewatkan.
-
Tongseng belut P. Edi
Selain ikan glosonya yang khas, kota Bojonegoro juga memiliki menu olahan khas dari belut, yakni tongseng belut dan rica-rica belut. Potongan belut dimasak dengan bumbu tongseng yang kaya rempah dan bercita rasa pedas, kemudian ditambahkan daun kemangi untuk memberikan aroma yang semakin khas. Hidangan ini disajikan di atas cobek bakar yang masih panas, sehingga sensasi hangatnya tetap terasa saat disantap. Sajian tersebut dilengkapi dengan nasi putih ataupun nasi jagung serta sambal korek sebagai pelengkap.
-
Belut bakar pondok salak
Bojonegoro terkenal dengan berbagai sajian olahan belut. Salah satu yang dapat dicoba adalah belut bakar cobek. Belut dibakar dan disajikan bersama bumbu berempah, nasi hangat, potongan timun, serta sambal terasi yang menambah cita rasa. Untuk minumannya, es beras kencur bisa menjadi pilihan pendamping karena menawarkan rasa segar dengan sensasi hangat pada after taste saat diminum.
-
Serabi jalan jaksa agung
Serabi jalan jaksa agung menjadi salah satu jajanan tradisional yang diminati masyarakat lokal. Serabi ini tersedia dalam dua pilihan yakni serabi parutan kelapa dan serabi dengan kuah santan. Serabi di Bojonegoro memiliki tekstur yang lembut, sementara kuah santannya memberikan rasa gurih dan sensasi hangat saat disantap. Perpaduan tersebut membuat jajanan tradisional ini menarik untuk dicoba saat berwisata kuliner di Bojonegoro.
-
Gethuk
Selain serabi, di Bojonegoro anda juga bisa memiliki jajanan tradisional berupa gethuk. Jajanan ini dibuat dari singkong yang direbus kemudian dimasak dan menghasilkan tekstur lembut dan chewy dengan cita rasa manis. Gethuk kemudian disajikan dengan taburan kelapa parut dan bubuk kedelai sangrai yang memberikan perpaduan rasa manis dan gurih.
-
Nasi buwohan
Nasi buwohan pada awalnya dibuat sebagai hidangan yang disajikan dalam acara hajatan.namun, seiring waktu, makanan ini tidak hanya hadir dalam acara tertentu, tetapi juga dijual dan dapat dinikmati sehari-hari. Nasi buwohan dibungkus menggunakan daun jati yang memberikan aroma harum yang khas. Dalam satu porsi, nasi buwohan terdiri dari nasi hangat yang disajikan bersama momok tempe, mie kuning, sayur tewel, dan sate daging.