← Beranda
Mau Kulineran di Manado? Ini 7 Pilihan Halal dari Sarapan hingga Makan Malam
Rian AlfiantoKamis, 3 September 2026 | 03.44 WIB
Ilustrasi kuliner halal di Manado. (Talang Mas Tour).

 

JawaPos.com - Wisatawan Muslim tak perlu ragu berburu kuliner di Manado. Meski kota ini terkenal memiliki banyak makanan non-halal sebagai bagian dari tradisi kuliner Minahasa, tersedia sejumlah pilihan berbahan ikan, ayam, sapi, sayuran, hingga seafood yang bisa masuk dalam itinerary kuliner seharian.

Manado menawarkan pengalaman kuliner yang cukup berbeda. Rasa pedas dari sambal rica, kesegaran dabu-dabu, ikan cakalang, aneka seafood, hingga tinutuan membuat perjalanan ke ibu kota Sulawesi Utara ini terasa belum lengkap tanpa mencicipi kuliner lokal.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan wisatawan Muslim.

Kuliner Manado juga sangat lekat dengan tradisi masyarakat Minahasa yang mengenal berbagai olahan daging, termasuk daging babi. Karena itu, wisatawan Muslim perlu lebih selektif ketika memilih tempat makan dan memastikan bahan yang digunakan sebelum memesan.

Baca Juga: Bosan Menu yang Itu-itu Saja, Cobain Resep Ikan Tuna Woku Asli Manado yang Rasanya Gurih dan Pedasnya Mantab

Kabar baiknya, pilihan makanan yang dapat dinikmati tetap cukup beragam. Bahkan, wisatawan bisa menyusun perjalanan kuliner dari pagi hingga malam tanpa harus keluar dari pilihan menu berbahan yang sesuai.

Berikut rekomendasi kuliner halal di Manado yang bisa menjadi referensi saat berlibur.

1. Nasi Kuning Salma Saroja, Sarapan dengan Cita Rasa Lokal

Perjalanan kuliner di Manado bisa dimulai sejak pagi dengan mencicipi nasi kuning di Warung Nasi Kuning Salma Saroja.

Bukan hanya soal rasa, penyajiannya juga memberikan pengalaman lokal. Nasi kuning dibungkus menggunakan daun woka. Ketika bungkusan dibuka, aroma nasi yang berpadu dengan rempah langsung terasa.

Nasi kuning tersebut disajikan bersama suwiran ikan cakalang, telur, dan keripik kentang tipis. Tekstur lembut nasi bertemu dengan gurihnya ikan dan renyahnya keripik, menciptakan kombinasi yang sederhana tetapi mengenyangkan.

Menu seperti ini cocok untuk mengisi tenaga sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di Manado.

2. Warong Kobong, Menikmati Tinutuan di Pagi Hari

Pilihan berikutnya adalah Warong Kobong, terutama bagi wisatawan yang ingin mencoba makanan khas Manado yang kaya sayuran.

Tinutuan menjadi salah satu menu yang menarik dicoba. Bubur khas Manado ini dikenal dengan campuran berbagai sayuran yang membuat teksturnya berbeda dari bubur pada umumnya.

Tinutuan juga dapat dinikmati bersama perkedel jagung yang renyah serta Mie Cakalang. Perpaduan tersebut membuat sarapan terasa lebih lengkap.

Baca Juga: 11 Spot Kuliner Bubur Manado Termantul di Malang dengan Rasa Otentik Khas Sulawesi, Cocok Buat Sarapan

Nuansa kayu dan suasana asri yang dihadirkan Warong Kobong juga membuat tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati sarapan dengan suasana lebih tenang.

3. Raja Oci Restaurant, Waktunya Mencicipi Ikan Oci Bakar

Setelah sarapan dan berkeliling kota, saatnya berburu hidangan untuk makan siang.

Raja Oci Restaurant dapat menjadi pilihan bagi pencinta olahan ikan. Menu ikan oci bakar menjadi salah satu hidangan yang patut dicoba.

Ikan bakar tersebut memiliki daging yang lembut dan semakin kaya rasa ketika disantap bersama dabu-dabu lilang. Cita rasa segar dan pedas dari sambal menjadi pasangan yang cocok untuk ikan bakar.

Sebagai pelengkap, tersedia tumis kangkung bunga pepaya yang memberikan sensasi rasa berbeda.

Untuk wisatawan Muslim, menu berbahan ikan juga menjadi salah satu pilihan yang menarik ketika ingin menikmati cita rasa lokal tanpa harus mencoba olahan daging yang status bahannya belum jelas.

4. RM Bakar Rica, Puas Menyantap Rahang Tuna Jumbo

Ingin makan ikan dengan porsi lebih besar?

RM Bakar Rica menawarkan menu rahang tuna bakar yang ukurannya cukup jumbo. Dagingnya tebal dan lembut, kemudian dipanggang hingga matang sebelum disajikan dengan sambal rica.

Sambal rica menjadi bagian penting dari pengalaman menikmati menu ini. Karakter pedasnya memberikan sensasi yang kuat dan khas Sulawesi Utara.

Baca Juga: Berkunjung ke Manado? Ini 10 Spot Makan di Sekitar Bandara Sam Ratulangi yang Wajib Dicoba

Bagi pencinta makanan pedas, menu ini bisa menjadi salah satu pilihan yang layak masuk daftar kuliner ketika berkunjung ke Manado.

5. Raja Sate BBQ & Asian Restaurant, Alternatif Selain Seafood

Kuliner Manado memang identik dengan ikan dan seafood, tetapi bukan berarti wisatawan harus menyantap hidangan laut sepanjang perjalanan.

Jika ingin variasi, Raja Sate BBQ & Asian Restaurant menawarkan pilihan sate ayam dan sate sapi.

Sate Ayam Raja Rica dapat menjadi pilihan bagi pencinta rasa pedas, sementara sate sapi dengan bumbu khas cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati daging dengan cita rasa yang lebih familiar.

Restoran dengan ruangan ber-AC juga bisa menjadi tempat beristirahat ketika wisatawan ingin makan sambil melepas lelah setelah berkeliling kota.

6. Dabu Dabu Lemong, Menikmati Ikan Bakar di Tepi Laut

Menjelang sore, perjalanan kuliner bisa sekaligus menjadi kesempatan menikmati suasana pesisir.

Dabu Dabu Lemong menawarkan hidangan ikan bakar yang dapat dinikmati dalam suasana tepi pantai. Ikan segar menjadi pilihan utama, kemudian dipadukan dengan cita rasa khas dabu-dabu dan perasan jeruk nipis.

Datang pada sore hari juga memungkinkan wisatawan menikmati perubahan suasana dari terang menuju malam.

Dengan begitu, makan bukan sekadar jeda dari aktivitas wisata, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman menikmati pesisir Manado.

7. Wisata Bahari Seafood Restaurant, Tutup Hari dengan Seafood

Setelah seharian berkeliling, perjalanan kuliner dapat ditutup dengan seafood di Wisata Bahari Seafood Restaurant.

Aneka hidangan laut bisa menjadi pilihan, termasuk kepiting dengan bumbu rica. Rasa seafood yang kuat berpadu dengan bumbu pedas khas Sulawesi Utara.

Baca Juga: 8 Wisata Karangasem Bali yang Wajib Masuk Daftar Liburan, dari Pantai Amed hingga Pura Besakih

Daya tarik lainnya adalah lokasi yang menghadap kawasan Teluk Manado. Jika datang menjelang matahari terbenam, wisatawan dapat menikmati hidangan sambil menyaksikan panorama laut.

Bagi pencinta seafood, kombinasi makanan dan pemandangan tersebut bisa menjadi penutup yang pas untuk satu hari perjalanan di Manado.

Mengapa Mencari Kuliner Halal di Manado Perlu Lebih Teliti?

Keberadaan makanan non-halal di Manado bukan sesuatu yang terpisah dari karakter budaya setempat.

Mayoritas penduduk Manado dan Minahasa beragama Kristen. Dalam tradisi kuliner Minahasa, penggunaan berbagai jenis daging, termasuk daging babi atau B2, telah menjadi bagian dari warisan kuliner yang berkembang dari generasi ke generasi.

Hidangan tersebut dapat ditemukan dalam berbagai konteks, mulai dari makanan sehari-hari hingga sajian dalam kegiatan adat dan perayaan tertentu.

Di sisi lain, masyarakat Sulawesi Utara juga dikenal dengan kehidupan sosial yang menjunjung toleransi antarumat beragama. Kuliner non-halal dan makanan yang dapat dikonsumsi wisatawan Muslim pun dapat ditemukan berdampingan.

Karena itu, wisatawan Muslim tidak perlu menganggap Manado sebagai destinasi yang sulit untuk urusan makanan. Yang lebih penting adalah mengetahui pilihan menu dan memastikan bahan yang digunakan.

Tips Aman Berburu Kuliner Halal di Manado

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan agar perjalanan kuliner tetap nyaman.

Pastikan bahan utama makanan. Jika sebuah restoran tidak mencantumkan keterangan halal, wisatawan dapat menanyakan langsung kepada pengelola mengenai bahan yang digunakan.

Perhatikan lauk dan campuran bumbu. Jangan hanya melihat bahan utama. Tanyakan pula mengenai bahan tambahan, minyak, kaldu, atau saus yang digunakan dalam proses memasak.

Baca Juga: Resep Tumis Kangkung Bunga Pepaya Ala Manado, Harum Sedap dan Bikin Nambah Nasi

Pilih menu berbahan ikan, ayam, sapi, atau sayuran jika informasinya jelas. Manado memiliki banyak olahan ikan dan hasil laut sehingga wisatawan memiliki cukup banyak alternatif.

Jangan hanya mengandalkan nama menu. Nama makanan yang terdengar aman belum tentu menjelaskan seluruh bahan yang digunakan. Konfirmasi tetap menjadi langkah paling aman.

Cek kembali informasi sebelum datang. Informasi mengenai menu, pengelola, maupun status sertifikasi dapat berubah. Wisatawan sebaiknya memastikan informasi terbaru secara langsung.

Kuliner Manado Tetap Bisa Jadi Bagian Menarik dari Liburan

Berwisata ke Manado tidak hanya menawarkan pemandangan laut, pulau, dan alam Sulawesi Utara. Kekayaan kulinernya juga menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan.

Bagi wisatawan Muslim, pilihan makanan memang perlu diperiksa lebih cermat karena tradisi kuliner Manado juga memiliki banyak hidangan non-halal.

Namun, pilihan seperti nasi kuning, tinutuan, ikan cakalang, ikan bakar, sate ayam, sate sapi, hingga seafood membuat wisatawan tetap dapat menjelajah rasa lokal.

Itinerary kuliner pun bisa dibuat dengan sederhana: memulai pagi dengan nasi kuning atau tinutuan, menikmati ikan bakar saat makan siang, mencicipi sate pada sore hari, lalu menutup perjalanan dengan seafood sambil menikmati panorama Teluk Manado.

Dengan sedikit ketelitian dalam memilih bahan dan tempat makan, wisatawan Muslim tetap bisa menikmati sisi lain Manado melalui kulinernya, dari aroma rempah pada pagi hari hingga pemandangan laut ketika matahari mulai tenggelam.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan