JawaPos.com - Bingung mencari menu lauk yang praktis tetapi tetap punya rasa gurih dan menggugah selera? Maling Buncis bisa menjadi pilihan karena hanya membutuhkan buncis, luncheon meat, dan beberapa bumbu sederhana yang mudah ditemukan di dapur.
Resep ala @willgoz ini juga cocok untuk kamu yang tidak ingin menghabiskan banyak waktu di dapur. Dalam waktu sekitar 15 menit, tumisan buncis dengan potongan luncheon meat sudah bisa disajikan sebagai lauk pendamping nasi hangat.
Buncis memiliki tekstur renyah yang membuat tumisan terasa lebih segar saat disantap. Ketika dipadukan dengan luncheon meat yang gurih dan sedikit asin, rasanya menjadi semakin kaya tanpa membutuhkan banyak tambahan bahan.
Bumbu berupa bawang putih, bawang merah, cabai, kecap asin, dan saus tiram juga membuat aromanya semakin harum. Perpaduan tersebut menghasilkan lauk sederhana dengan rasa gurih, sedikit pedas, dan cocok untuk menu sehari-hari.
Bahan-Bahan
½ kaleng daging maling atau luncheon meat
350 gram buncis
½ buah bawang bombay
3 siung bawang putih, cincang
3 buah cabai rawit merah
3 siung bawang merah
1 sdt kaldu bubuk
1 sdm kecap asin
1 sdm saus tiram
¼ sdt lada putih
3 sdm minyak goreng
Jumlah cabai bisa disesuaikan dengan tingkat kepedasan yang diinginkan. Jika ingin rasa yang lebih ringan, cabai rawit dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan.
Cara Membuat Maling Buncis
1. Siapkan Buncis
Cuci buncis hingga bersih, kemudian potong bagian ujungnya. Setelah itu, potong buncis menjadi ukuran yang lebih kecil agar mudah dimakan dan bumbu dapat tercampur secara merata.
Jangan memotong buncis terlalu kecil karena tekstur renyahnya justru menjadi salah satu daya tarik hidangan ini. Jika ingin hasil yang tetap krenyes, masak buncis secukupnya dan jangan terlalu lama.
2. Potong Luncheon Meat
Potong luncheon meat menjadi bentuk dadu atau potongan memanjang sesuai selera. Ukuran potongan sebaiknya tidak terlalu besar agar bisa tercampur dengan buncis dalam setiap suapan.
Luncheon meat memiliki rasa yang cukup gurih sehingga tidak membutuhkan banyak tambahan garam. Potongan tersebut nantinya akan memberikan rasa sekaligus tekstur yang berbeda di antara buncis.
3. Siapkan Bumbu
Iris bawang merah, cabai rawit, dan bawang bombay. Sementara itu, cincang bawang putih hingga cukup halus agar aromanya lebih cepat keluar ketika ditumis.
Semua bumbu bisa disiapkan terlebih dahulu sebelum mulai memasak. Cara ini membuat proses menumis menjadi lebih cepat dan praktis, terutama jika ingin menyelesaikan masakan dalam waktu singkat.
4. Tumis Bumbu
Panaskan minyak goreng di dalam wajan menggunakan api sedang. Masukkan bawang putih, bawang merah, bawang bombay, dan cabai rawit, kemudian tumis hingga harum dan bawang mulai layu.
Pastikan bumbu tidak sampai gosong karena dapat membuat rasa tumisan menjadi pahit. Aduk secara berkala agar semua bumbu matang secara merata.
5. Masukkan Luncheon Meat
Setelah bumbu harum, masukkan potongan luncheon meat ke dalam wajan. Tumis hingga permukaannya sedikit kecokelatan dan aromanya semakin keluar.
Memasak luncheon meat hingga sedikit kecokelatan juga memberikan tekstur yang lebih menarik. Setelah itu, aduk bersama bumbu agar rasa gurih dari daging mulai menyatu dengan tumisan.
6. Tambahkan Buncis
Masukkan buncis yang sudah dipotong ke dalam wajan. Aduk cepat hingga buncis tercampur dengan luncheon meat dan bumbu.
Masak selama beberapa menit hingga buncis matang tetapi masih memiliki tekstur renyah. Hindari memasaknya terlalu lama jika kamu lebih menyukai buncis yang masih terasa krenyes.
7. Beri Bumbu
Tambahkan kaldu bubuk, kecap asin, saus tiram, dan lada putih. Aduk kembali hingga seluruh bahan terlapisi bumbu dan rasanya tercampur rata.
Cicipi terlebih dahulu sebelum menambahkan bumbu lain. Luncheon meat, kecap asin, dan saus tiram sudah memberikan rasa gurih sehingga penambahan garam sebaiknya dilakukan dengan hati-hati.
8. Sajikan
Setelah buncis matang sesuai tingkat kematangan yang diinginkan, matikan api. Aduk sebentar kemudian angkat dan pindahkan ke piring saji.
Maling Buncis paling nikmat disajikan bersama nasi putih hangat. Rasa gurih dan sedikit pedas dari tumisan akan semakin cocok ketika disantap dengan nasi yang masih mengepul.
Jika ingin mendapatkan tekstur buncis yang tetap renyah, jangan memasaknya terlalu lama. Gunakan api sedang hingga agak besar dan aduk dengan cepat agar buncis matang tanpa kehilangan terlalu banyak tekstur.
Kamu juga bisa memotong buncis dengan ukuran yang relatif seragam. Dengan begitu, potongan buncis akan matang dalam waktu yang hampir bersamaan dan tidak ada bagian yang terlalu lembek.
Maling Buncis juga cukup fleksibel untuk dimodifikasi sesuai bahan yang tersedia di rumah. Kamu bisa menambahkan jagung muda, wortel, jamur, atau paprika untuk membuat tumisan lebih berwarna dan bervariasi.
Jika ingin rasa yang lebih pedas, tambahkan cabai rawit sesuai selera. Sementara itu, sedikit minyak wijen dapat digunakan sebagai tambahan aroma jika ingin memberikan sentuhan rasa yang lebih khas.
Salah satu kelebihan Maling Buncis adalah waktu memasaknya yang singkat. Dengan persiapan bahan yang sederhana, hidangan ini bisa menjadi solusi ketika membutuhkan lauk cepat tanpa harus membuat masakan yang membutuhkan banyak tahapan.
Perpaduan buncis yang renyah dengan luncheon meat yang gurih membuat hidangan ini tetap terasa menarik meskipun menggunakan bahan sederhana. Tambahan bawang, cabai, kecap asin, dan saus tiram juga membuat rasanya lebih kaya dan cocok untuk berbagai selera.
Maling Buncis membuktikan bahwa menu rumahan tidak harus rumit untuk menghasilkan rasa yang nikmat. Buncis yang masih renyah berpadu dengan luncheon meat gurih dan bumbu yang harum sehingga cocok dijadikan lauk untuk makan siang maupun makan malam.
Resep ala @willgoz ini bisa menjadi salah satu pilihan ketika sedang ingin memasak cepat. Dengan waktu sekitar 15 menit dan bahan yang mudah disiapkan, kamu sudah bisa menyajikan tumisan gurih, pedas, dan praktis untuk keluarga di rumah.
***