← Beranda
Kuliner Temanggung yang Sederhana Tapi Bikin Ketagihan, dari Warung Jadul 1800-an hingga Brongkos Kepala Kambing yang Ekstrem
Zulfa Putri HardiyatiSelasa, 28 Juli 2026 | 23.17 WIB
Kuliner Temanggung yang Sederhana Tapi Bikin Ketagihan, dari Warung Jadul 1800-an hingga Iwak Kali dan Brongkos Kepala Kambing yang Ekstrem (youtube Rumah Canda Melki)

JawaPos.com - Temanggung mungkin bukan kota besar yang gemerlap, tapi justru di situlah letak pesonanya.

Dikelilingi pegunungan dengan udara yang adem dan pemandangan alam yang menenangkan, kota ini menyimpan sisi lain yang sering bikin orang jatuh hati—kuliner khasnya yang sederhana namun penuh karakter.

Di sini, makanan bukan sekadar pengganjal perut. Setiap hidangan terasa seperti cerita panjang yang diwariskan turun-temurun.

Mulai dari bahan alami hasil bumi sendiri, cara masak tradisional, hingga suasana warung yang hangat dan bersahaja—semuanya menyatu menciptakan pengalaman makan yang sulit dilupakan.

Dalam perjalanan kuliner yang diulas oleh kanal YouTube Rumah Canda Melki, Temanggung terasa hidup lewat ragam sajian khasnya.

Dari sarapan di warung legendaris, makan siang dengan ikan sungai, hingga menu ekstrem yang bikin penasaran—semuanya sukses bikin siapa pun auto ngiler.

Deretan Kuliner Temanggung yang Wajib Dicoba

1. Warung Jadul 1800-an, Rasa Asli yang Bertahan Lintas Generasi

Perjalanan dimulai dari sebuah warung makan legendaris yang sudah ada sejak tahun 1800-an. Bayangkan, lebih dari dua abad bertahan dan tetap mempertahankan cita rasa aslinya.

Warung ini dikenal menyajikan makanan tradisional tanpa penyedap buatan. Begitu masuk, nuansa tempo dulu langsung terasa dari interior hingga cara penyajian makanannya.

Menu yang paling mencuri perhatian adalah:

·       Kikil yang dimasak empuk dengan cita rasa manis gurih

·       Brongkos dengan kuah pekat khas kluwek

·       Opor ayam kampung yang lembut dan kaya rasa

·       Buntil dan sayur labu sebagai pelengkap yang bikin makan makin nikmat

Perpaduan kikil yang lembut, opor yang gurih, dan sambal yang cenderung manis menciptakan rasa yang seimbang. Sederhana, tapi justru di situlah letak keistimewaannya—rasa rumahan yang autentik dan bikin ingin nambah.

2. Iwak Kali, Sajian Ikan Sungai yang Renyah dan Nagih

Beranjak dari sarapan, kuliner Temanggung berlanjut ke hidangan khas yang berasal dari alam sekitarnya: iwak kali atau ikan sungai.

Warung iwak kali ini terkenal dengan olahan ikan kecil yang digoreng kering, tapi tetap menyimpan tekstur daging yang lembut di dalamnya.

Jenis ikan yang disajikan antara lain:

·       Wader, ikan kecil dengan tekstur lebih berdaging dan sedikit rasa khas

·       Uceng, bentuknya mirip belut kecil, renyah dan gurih

Yang membuat hidangan ini semakin istimewa adalah pilihan sambalnya:

·       Sambal hijau yang segar dan tidak terlalu pedas

·       Sambal bawang merah yang lebih pedas dan aromatik

Disajikan dengan nasi putih hangat dan lalapan, iwak kali memberikan sensasi makan yang sederhana tapi benar-benar “nendang”. Cocok dinikmati di tengah udara dingin Temanggung yang bikin lapar terus

3. Brongkos Kepala Kambing, Kuliner Ekstrem yang Kaya Rasa

Bagi pecinta kuliner unik, Temanggung juga punya sajian yang tak biasa: brongkos kepala kambing.

Salah satu yang legendaris adalah warung yang sudah berdiri sejak puluhan tahun dan dikenal sebagai pelopor menu ini.

Dalam satu porsi, hampir seluruh bagian kepala kambing disajikan—mulai dari pipi, lidah, hingga bagian yang jarang ditemui.

Ciri khas brongkos ini terletak pada:

·       Kuah hitam kecoklatan dari kluwek dan santan

·       Rempah yang kuat dan dimasak lama hingga meresap sempurna

·       Tekstur daging yang super lembut

Bagian favorit banyak orang adalah pipi dan bahkan mata, yang disebut memiliki tekstur lembut seperti sumsum. Meski terdengar ekstrem, rasa gurih dan kaya rempahnya justru bikin penasaran dan ketagihan

4. Kuliner Sederhana, Rasa yang Punya Cerita Panjang

Satu hal yang terasa dari kuliner Temanggung adalah kedekatannya dengan alam dan tradisi. Banyak bahan makanan berasal langsung dari hasil kebun, sawah, atau sungai setempat.

Tak heran jika rasa makanannya terasa lebih “hidup”. Bukan hanya soal enak, tapi juga ada cerita di balik setiap hidangan—tentang keluarga, warisan resep, dan cara hidup masyarakat yang masih menjaga kesederhanaan.

Temanggung membuktikan bahwa kota kecil pun bisa punya kekayaan kuliner yang luar biasa. Dari warung jadul yang bertahan ratusan tahun, ikan sungai yang digoreng sederhana, hingga sajian ekstrem seperti kepala kambing—semuanya punya daya tarik masing-masing.

Di balik kesederhanaannya, justru tersimpan rasa yang kuat, jujur, dan membekas. Kuliner di sini bukan sekadar tren, tapi bagian dari kehidupan yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Dan mungkin, setelah mengenal Temanggung lewat ragam makanannya, satu hal yang pasti—kota ini bukan hanya indah untuk dipandang, tapi juga layak untuk dinikmati dalam setiap suapan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho