← Beranda
KULINER LEGENDARIS DI DEPOK, Dari Es Krim Jadul yang Bikin Nostalgia hingga Pindang Gabus Pucung dengan Rasa Pekat yang Sulit Dilupakan
Zulfa Putri Hardiyati• Selasa, 28 Juli 2026 | 20.23 WIB
KULINER LEGENDARIS DI DEPOK, Dari Es Krim Jadul yang Bikin Nostalgia hingga Pindang Gabus Pucung dengan Rasa Pekat yang Sulit Dilupakan (youtube Rumah Canda Melki)

JawaPos.com - Depok sering kali hanya dianggap sebagai kota perlintasan, tempat orang berlalu-lalang antara Jakarta dan Bogor tanpa benar-benar berhenti untuk mengenalnya lebih dalam.

Padahal, di balik hiruk-pikuk jalanannya dan deretan kawasan permukiman yang terus berkembang, tersimpan kekayaan rasa yang tidak bisa dianggap remeh.

Di kota inilah, berbagai kuliner sederhana justru menemukan keistimewaannya. Mulai dari jajanan manis yang membawa kenangan masa kecil, hingga hidangan tradisional dengan racikan bumbu yang kuat dan autentik.

Semua seolah hadir tanpa banyak gimik, tapi justru meninggalkan kesan yang sulit dilupakan.

Baru kemudian, perjalanan rasa ini semakin terasa lengkap ketika ditelusuri lebih jauh melalui penelusuran yang dibagikan oleh YouTube Rumah Canda Melki, yang mengulas beberapa kuliner legendaris di Depok yang masih bertahan hingga sekarang.

Daftar Kuliner Legendaris Depok yang Wajib Dicoba

1. Woody Ice Cream, Manisnya Nostalgia yang Kembali Hidup

Salah satu yang langsung mencuri perhatian adalah Woody Ice Cream di kawasan Cimanggis.

Tempat ini bukan sekadar penjual es krim biasa, melainkan bagian dari kenangan banyak orang yang sempat menghilang dan kini kembali hadir.

Es krimnya memiliki cita rasa klasik dengan tekstur lembut, menghadirkan varian seperti cokelat susu hingga rasa buah yang ringan dan segar.

Yang membuatnya semakin menarik, kini tempat ini juga dilengkapi area taman bermain yang bisa dinikmati pengunjung secara gratis, menjadikannya destinasi santai untuk keluarga.

2. Gado-Gado Cimanggis, Sederhana tapi Penuh Rasa

Berpindah ke menu yang lebih mengenyangkan, ada Gado-Gado Cimanggis yang tampil tanpa banyak hiasan, namun justru unggul dari segi rasa dan kualitas bahan.

Sayuran yang digunakan terlihat segar dan disiapkan langsung, bukan sekadar pajangan.

Bumbu kacangnya cenderung manis dengan tekstur yang tidak terlalu kental, berpadu dengan emping dan kerupuk udang yang menambah sensasi gurih. Porsinya yang cukup besar membuat hidangan ini terasa mengenyangkan sekaligus memuaskan.

3. Bakso Haji Rahmat, Kuah Bening dengan Rasa Mendalam

Kuliner berikutnya adalah Bakso Haji Rahmat yang dikenal dengan kuah beningnya yang gurih namun tetap ringan.

 Rasanya tidak terlalu kuat di awal, tetapi perlahan terasa dalam dan membuat ketagihan.

Baksonya memiliki tekstur kenyal dengan rasa daging yang terasa jelas, terutama pada varian bakso urat.

Ditambah dengan tetelan dan pilihan bakso telur, hidangan ini menjadi semakin lengkap dan cocok dinikmati kapan saja.

4. Pindang Gabus Pucung, Cita Rasa Tradisional yang Kuat dan Autentik

Sebagai penutup, ada hidangan khas yang benar-benar menonjol, yaitu pindang gabus pucung. Kuahnya berwarna hitam pekat dari kluwek, memberikan rasa yang dalam, sedikit earthy, dan khas.

Daging ikan gabusnya lembut tanpa bau amis, serta mampu menyerap bumbu dengan sempurna.

Selain itu, tersedia juga pecak ikan dengan sambal segar yang diracik langsung, menghadirkan perpaduan rasa pedas, asam, dan aroma yang menggugah selera. Tempat ini bahkan sudah berdiri puluhan tahun dengan resep turun-temurun.

Dari perjalanan ini, terlihat jelas bahwa Depok bukan sekadar kota singgah. Di balik kesederhanaannya, tersimpan ragam kuliner yang mampu menghadirkan pengalaman rasa yang beragam—mulai dari yang ringan hingga yang penuh karakter.

Setiap sudutnya seperti menyimpan cerita, dan setiap hidangannya membawa identitas tersendiri.

Mungkin selama ini banyak yang melewatkannya, tetapi justru di situlah letak keistimewaannya—Depok menyimpan rasa yang tidak selalu terlihat, namun selalu layak untuk dicoba.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho