Jawapos.com - Bali menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang luar biasa di samping pesona alam dan budayanya.
Setiap hidangan khas lahir dari perpaduan rempah-rempah kompleks, bumbu dasar base genep, serta teknik memasak tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Kuliner Pulau Dewata kini tidak hanya menjadi favorit wisatawan domestik, melainkan juga sukses memikat hati para turis mancanegara melalui pilihan menu yang ramah bagi semua kalangan.
Melansir dari Indonesia Travel dan Traveloka, berikut adalah tujuh kuliner khas Bali yang paling ikonik dan wajib dicoba saat berkunjung:
1. Ayam Betutu
Ayam Betutu merupakan hidangan utama berupa ayam utuh yang dilumuri bumbu kaya rempah, dibungkus daun pisang, kemudian dimasak perlahan.
Metode pengolahan kuliner ini terbagi menjadi dua cara tradisional, yaitu dengan teknik direbus didalam panci hingga bertekstur lembut atau dipanggang di atas bara api.
Hal menarik yang membedakan prosesnya dari kuliner lain adalah waktu memasak hidangan komplit nan aromatik ini membutuhkan durasi yang cukup lama, yaitu sekitar 3 hingga 4 jam.
2. Sate Lilit Seafood (Udang dan Ikan)
Berbeda dengan varian sate pada umumnya di Nusantara, sate lilit tidak menggunakan potongan daging yang ditusuk.
Kuliner unik ini menggunakan adonan cincangan hidangan laut segar seperti udang dan ikan laut, kelapa parut, santan, serta rempah harum yang dililitkan pada media batang serai atau bambu pipih sebelum dipanggang.
Aroma wangi dari batang serai yang ikut terbakar memberikan sensasi rasa gurih, lembut, dan harum khas yang sangat disukai oleh wisatawan karena bebas dari kandungan minyak berlebih.
3. Nasi Campur Bali
Nasi Campur Bali merupakan perwujudan seni kuliner lokal dalam satu piring saji yang merangkum berbagai rasa dan tekstur sekaligus. Hidangan populer ini terdiri dari sesendok nasi putih yang dilengkapi dengan porsi kecil berbagai lauk-pauk otentik.
Isian lauk pendamping yang disajikan sangat bervariasi tergantung warung pengolahnya, mulai dari suwiran ayam betutu, sate lilit udang, tum ayam, sayur lawar, hingga siraman sambal matah.
4. Rujak Bulung
Bagi para pecinta kuliner unik, Rujak Bulung menawarkan cita rasa otentik yang mencerminkan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan hasil alam laut.
Berbeda dengan rujak buah biasa, menu menyegarkan khas ini menggunakan tanaman rumput laut segar sebagai bahan utamanya.
Tekstur rumput laut yang kenyal dan kaya nutrisi tersebut kemudian disajikan dengan siraman bumbu kuah pindang pedas, parutan kelapa, serta kucuran perasan jeruk limau yang asam.
5. Lawar Putih
Lawar adalah hidangan tradisional sejenis salad yang berisi campuran sayuran rebus atau daging ayam cincang yang dibumbui kelapa parut dan rempah-rempah Bali yang kuat.
Menu ini umumnya disajikan segar sebagai hidangan pelengkap dalam upacara keagamaan. Bagi para pelancong yang mengutamakan kehalalan masakan, pilihan lawar putih dibuat murni tanpa campuran darah segar sehingga sangat aman dan ramah untuk dikonsumsi oleh semua kalangan.
6. Nasi Jinggo
Nasi Jinggo dikenal sebagai pelopor kuliner jalanan (street food) paling merakyat dan ikonik di Bali karena ukurannya yang menyerupai porsi nasi kucing.
Makanan praktis yang dibungkus rapi menggunakan daun pisang ini menyajikan kombinasi lauk sederhana berupa mie goreng, suwiran ayam, tempe, dan sambal.
Keunggulan utama yang menjadikan Nasi Jinggo sangat populer adalah harganya yang sangat murah dan mudah ditemukan di warung pinggir jalan pada malam hari.
7. Es Daluman
Sebagai penutup penjelajahan rasa, Es Daluman menjadi minuman tradisional yang paling diburu untuk melepas dahaga di tengah cuaca pesisir pulau yang terik.
Minuman ini terbuat dari agar-agar hijau alami hasil remasan daun cincau lokal, lalu disiram dengan santan gurih dan sirup gula aren cair.
Kombinasi unik ini menghasilkan rasa manis alami yang menyejukkan perut sekaligus dipercaya oleh masyarakat lokal memiliki khasiat efektif untuk meredakan panas dalam.