JawaPos.com - Sate menjadi salah satu kuliner khas Indonesia yang memiliki banyak penggemar. Aroma daging yang dibakar di atas bara api, dipadukan dengan bumbu kacang dan kecap manis, membuat makanan ini selalu menggugah selera. Namun, di balik kelezatannya, membakar sate ternyata membutuhkan teknik khusus agar hasilnya matang merata dan tidak gosong.
Bagi pemula, proses membakar sate sering kali menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit yang mengalami sate gosong di luar tetapi masih mentah di bagian dalam. Ada juga yang kesulitan menjaga bara api agar tetap stabil selama proses pembakaran berlangsung.
Melansir dari kanal YouTube Sate Madura Official, berikut sejumlah tips dan trik membakar sate Madura untuk pemula agar hasilnya empuk, matang sempurna, dan menggugah selera.
Baca Juga: Cara Mudah Membuat Keju Cheddar Bubuk Sendiri di Rumah dengan Hasil Praktis dan Tahan Lama
1. Gunakan Arang yang Tepat untuk Membakar Sate
Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih jenis arang. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa arang kayu menjadi pilihan utama karena lebih mudah didapat dan harganya relatif murah dibanding arang batok kelapa.
Meski begitu, arang kayu juga memiliki beberapa jenis kualitas. Arang dengan kualitas lebih baik biasanya memiliki bara yang lebih stabil dan tahan lama, meski harganya sedikit lebih mahal.
Sebelum mulai membakar sate, arang harus dipastikan benar-benar menyala dan menghasilkan bara merah yang merata agar proses pembakaran berjalan maksimal.
2. Lumuri Sate dengan Bumbu secara Merata
Salah satu kunci sate Madura yang lezat terletak pada proses pelumuran bumbu. Daging sate mentah langsung dilumuri menggunakan bumbu kacang dan kecap manis sebelum dibakar.
Proses pengadukan bumbu harus dilakukan hingga seluruh bagian sate terkena bumbu secara merata. Jika ada bagian yang tidak terkena bumbu, sate biasanya akan tampak pucat atau putih setelah matang.
Selain itu, jumlah bumbu juga perlu diperhatikan. Jangan terlalu sedikit agar cita rasa sate tetap kuat dan meresap ke dalam daging.
3. Olesi Panggangan agar Sate Tidak Lengket
Banyak pemula mengalami kesulitan saat membalik sate karena daging menempel pada panggangan. Untuk menghindari hal tersebut, oleskan sedikit bumbu atau minyak ke permukaan panggangan sebelum sate mulai dibakar.
Cara sederhana ini membantu sate lebih mudah dibalik dan mengurangi risiko daging hancur saat proses pembakaran berlangsung.
4. Gunakan Kombinasi Kipas Angin dan Kipas Manual
Kipas angin digunakan untuk menjaga bara api tetap hidup, sementara kipas manual dipakai untuk mengatur besar kecilnya api saat proses pembakaran berlangsung.
Teknik ini dianggap lebih efektif karena api dapat lebih stabil dan panasnya merata ke seluruh bagian sate. Namun, jika penjual bekerja sendirian, kipas angin bisa digunakan secara penuh untuk membantu mempercepat proses pembakaran.
5. Jangan Letakkan Arang Terlalu Dekat dengan Sate
Kesalahan umum pemula saat membakar sate adalah menaruh arang terlalu tinggi atau terlalu dekat dengan daging. Akibatnya, sate cepat gosong di bagian luar tetapi masih mentah di dalam.
Agar sate matang merata, posisi arang sebaiknya tidak terlalu menempel dengan sate. Jarak yang ideal membuat panas tersebar lebih seimbang dan membantu daging matang perlahan.
Teknik ini penting terutama untuk sate ayam agar tekstur tetap empuk dan tidak kering saat disajikan.
6. Beri Jarak Antar Sate saat Dibakar
Saat memanggang sate dalam jumlah banyak, banyak orang cenderung menata sate terlalu rapat di atas panggangan. Padahal, hal ini justru menghambat sirkulasi udara dan membuat panas tidak merata.
Sebaiknya beri sedikit jarak antar tusukan sate agar udara dapat masuk dan bara api menyebar dengan baik. Dengan begitu, sate bisa matang secara seimbang tanpa ada bagian yang gosong atau mentah.
7. Lumuri Bumbu Dua Kali agar Daging Tetap Empuk
Salah satu trik penting dalam sate Madura adalah proses pelumuran bumbu sebanyak dua kali. Setelah sate mulai setengah matang, sate kembali dilumuri bumbu sebelum dibakar lagi.
Teknik ini membuat sate lebih empuk, juicy, dan tidak mudah mengerut saat matang. Selain itu, rasa bumbu juga menjadi lebih meresap ke dalam daging.
Menariknya, pembuat video menjelaskan bahwa tidak ada bumbu khusus untuk proses pembakaran. Bumbu yang digunakan sama dengan bumbu sate yang nantinya disajikan kepada pelanggan.
8. Sate Madura Tidak Direbus Sebelum Dibakar
Berbeda dengan beberapa jenis sate lain, sate Madura umumnya tidak direbus terlebih dahulu sebelum dibakar. Daging langsung dibumbui lalu dipanggang di atas bara api.
Menurut penjelasan dalam video, proses perebusan justru bisa mengurangi aroma khas sate karena kandungan lemak dan minyak pada daging ikut hilang.
Karena itu, sate Madura lebih mengandalkan proses pembakaran langsung agar aroma daging tetap kuat dan menggugah selera.
9. Simpan Sate Sisa dengan Cara yang Tepat
Jika ada sate yang tersisa setelah berjualan, sate masih bisa disimpan untuk dijual kembali keesokan harinya. Namun, penyimpanannya harus benar agar tidak cepat basi.
Sate yang sudah dibumbui sebaiknya disimpan di freezer atau diberi es agar tetap segar. Saat dibakar ulang, sate sisa tidak perlu diberi kecap lagi karena bisa membuat tekstur daging menjadi keras dan mengerut.
10. Bersihkan Panggangan Setelah Digunakan
Langkah terakhir yang sering diabaikan adalah membersihkan panggangan setelah selesai digunakan. Sisa bumbu yang menempel harus segera dikerok sebelum mengeras.
Jika dibiarkan terlalu lama, kerak bumbu akan sulit dibersihkan dan dapat memengaruhi kualitas pembakaran berikutnya. Dengan panggangan yang bersih, proses membakar sate selanjutnya juga menjadi lebih mudah dan hasil sate lebih maksimal.
Baca Juga: Cara Membuat Soto Ayam Kuah Bening ala Rumahan yang Enak untuk Menu Keluarga, Yuk Intip Resepnya!