← Beranda
6 Bubur Ayam Paling Enak di Bandung yang Selalu Ramai, Ada yang Legendaris Sejak Tahun 1970
Niko SulpriyonoRabu, 3 Juni 2026 | 03.12 WIB
Ilustrasi bubur ayam (Freepik)

JawaPos.com - Bandung tidak hanya terkenal dengan wisata alam dan kulinernya yang beragam, tetapi juga memiliki banyak tempat makan bubur ayam yang menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan. 

Semangkuk bubur hangat dengan tekstur lembut, dipadukan suwiran ayam, cakwe, kacang kedelai, daun bawang, hingga kerupuk memang selalu menjadi pilihan tepat untuk memulai hari.

Menariknya, setiap penjual bubur ayam di Bandung memiliki ciri khas tersendiri. 

Baca Juga: Resep Bubur Ayam Rice Cooker dengan Jagung dan Wortel yang Lezat Serta Praktis dan Gurih untuk Sarapan

Ada yang mempertahankan resep turun-temurun selama puluhan tahun, ada pula yang menghadirkan inovasi baru dengan sentuhan kuliner modern. 

Perbedaan racikan tersebut membuat para pecinta bubur selalu memiliki alasan untuk mencoba tempat yang berbeda.

Mulai dari bubur ayam legendaris yang sudah berdiri sejak tahun 1970-an hingga bubur bergaya Chinese yang sedang populer, Bandung menawarkan banyak pilihan yang layak masuk dalam daftar wisata kuliner Anda. 

Berikut enam bubur ayam paling enak di Bandung yang wajib dicoba yang dirangkum dari YouTube 10 BEST ID pada Selasa (02/06).

1. Bubur Ayam Haji Amid

Bubur Ayam Haji Amid menjadi salah satu nama yang paling dikenal dalam dunia kuliner Bandung. 

Usaha ini telah berdiri sejak tahun 1978 dan awalnya dijalankan dengan berjualan keliling dari satu kampung ke kampung lainnya.

Ciri khas bubur di sini terletak pada kombinasi tekstur bubur yang lembut dengan tambahan cakwe, suwiran ayam, dan irisan seledri yang memberikan cita rasa gurih seimbang. 

Pengunjung juga dapat menambahkan berbagai pelengkap seperti telur maupun ati ampela agar lebih nikmat.

Selain rasanya yang konsisten, harga yang terjangkau menjadi alasan mengapa tempat ini masih ramai hingga sekarang. 

Pilihan porsinya juga beragam, mulai dari setengah porsi hingga porsi penuh sesuai kebutuhan.

2. Bubur Ayam Bejo

Bagi pencinta kuliner malam atau mereka yang mencari sarapan dini hari, Bubur Ayam Bejo menjadi pilihan menarik karena beroperasi selama 24 jam. 

Tempat makan ini telah menjadi favorit warga Bandung selama puluhan tahun.

Keunikan Bubur Ayam Bejo terletak pada penyajiannya yang tidak menggunakan kerupuk. 

Meski demikian, rasa gurih buburnya tetap terasa kuat berkat perpaduan suwiran ayam, telur, cakwe, dan berbagai bumbu khas yang digunakan.

Tekstur buburnya lembut dengan rasa yang tidak terlalu berlebihan, sehingga cocok dinikmati oleh berbagai kalangan. 

Tidak heran jika tempat ini selalu menjadi tujuan kuliner favorit sepanjang hari.

3. Bubur Ayam Pelana

Bubur Ayam Pelana dikenal sebagai salah satu bubur legendaris yang telah hadir sejak pertengahan tahun 1980-an. 

Tempat makan ini memiliki karakter berbeda dibandingkan kebanyakan bubur ayam di Bandung.

Jika umumnya bubur memiliki tekstur yang sangat kental, Bubur Ayam Pelana justru sedikit lebih encer. 

Keistimewaannya berasal dari kuah kaldu ayam berwarna kuning yang disiramkan ke atas bubur sehingga menghasilkan aroma yang khas dan menggugah selera.

Perpaduan bubur lembut dengan kaldu gurih membuat pengalaman makan terasa berbeda. Banyak pelanggan setia yang kembali datang karena cita rasa klasik yang tetap dipertahankan hingga saat ini.

4. Bubur Ayam Mang Haji Oyo

Nama Bubur Ayam Mang Haji Oyo sudah sangat populer di kalangan pecinta kuliner Bandung. 

Tempat ini bahkan dikenal sebagai salah satu pelopor bubur ayam legendaris yang telah berjualan sejak tahun 1970.

Tekstur buburnya terkenal sangat kental dan lembut. 

Setiap porsi biasanya disajikan dengan suwiran ayam dan potongan cakwe yang melimpah. 

Pengunjung juga dapat memilih tambahan topping seperti telur rebus atau paket komplit sesuai selera.

Konsistensi rasa yang dijaga selama puluhan tahun membuat tempat ini tetap ramai dikunjungi hingga sekarang. 

Bagi banyak warga Bandung, Bubur Ayam Mang Haji Oyo merupakan salah satu ikon kuliner yang sulit tergantikan.

5. Bubur Ihsan

Bubur Ihsan sering disebut sebagai salah satu lokasi sarapan favorit warga Bandung. 

Tempat ini menawarkan bubur dengan gaya yang sedikit berbeda karena tidak menggunakan bumbu kuning seperti beberapa bubur khas lainnya.

Setiap porsi disajikan dengan suwiran ayam yang lembut, cakwe, bawang goreng, daun bawang, kacang kedelai, serta kerupuk dalam jumlah yang cukup banyak. 

Kombinasi topping tersebut menghasilkan tekstur dan rasa yang lebih kaya.

Pengunjung dapat memilih berbagai varian menu mulai dari bubur biasa hingga bubur spesial dengan tambahan topping yang lebih lengkap. 

Harga yang relatif terjangkau menjadi nilai tambah tersendiri bagi pelanggan.

6. Toko Bubur di Bawah Pohon Rindang

Bandung juga memiliki pilihan bubur modern yang sedang populer, yaitu Toko Bubur di Bawah Pohon Rindang atau yang sering disingkat DPR. 

Nama unik tersebut berasal dari lokasinya yang berada di bawah pohon besar sehingga menghadirkan suasana teduh dan nyaman.

Berbeda dari bubur ayam tradisional, tempat ini mengusung konsep bubur bergaya Kanton atau Chinese. 

Pilihan topping yang tersedia jauh lebih beragam, mulai dari ayam, daging saikoro, hingga udang.

Pengunjung juga dapat memesan menu tambahan seperti sumsum tulang dan ceker lada hitam untuk melengkapi santapan. 

Konsep yang unik dan pilihan menu yang modern membuat tempat ini menjadi salah satu destinasi kuliner yang banyak dibicarakan di Bandung.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho