← Beranda
11 Ragam Soto Nusantara: Berikut Perbedaan Kuah Soto Khas Dari Berbagai Daerah yang Punya Cita Rasa Unik
Leni Setya WatiSelasa, 26 Mei 2026 | 00.50 WIB
Ilustrasi soto (Instagram @meefangtee)

 

 

JawaPos.com - Indonesia memiliki banyak jenis soto yang tersebar di berbagai daerah. Meski sama-sama disebut soto, setiap daerah menghadirkan karakter kuah, bumbu, hingga pelengkap yang berbeda.

Ada yang menggunakan santan kental, kaldu bening, hingga rempah kuat yang menciptakan cita rasa khas.

Dilansir dari laman Bamboe Indonesia dan Traveloka, berikut perbedaan kuah soto dari berbagai daerah di Indonesia yang menarik untuk dikenali.

1. Soto Banjar — Kuah Bening dengan Aroma Rempah yang Kuat

Soto Banjar berasal dari Kalimantan Selatan dan terkenal karena kuah beningnya yang kaya aroma rempah.

Saat disajikan, harum kayu manis, cengkeh, dan pala langsung terasa sehingga memberikan karakter berbeda dibanding soto daerah lain.

Isian utamanya berupa daging ayam yang dipadukan dengan telur rebus dan perkedel. Berbeda dari kebanyakan soto yang disantap bersama nasi, Soto Banjar lebih sering disajikan dengan ketupat atau lontong.

2. Soto Mie Bogor — Perpaduan Kaldu Bening dan Mie Kuning

Soto Mie Bogor menghadirkan pengalaman berbeda karena menggunakan mie kuning sebagai isian utama. Kuahnya bening tanpa santan sehingga terasa ringan ketika disantap.

Biasanya soto khas Bogor ini berisi irisan daging sapi, tomat, serta risoles yang dipotong-potong. Karena sudah menggunakan mie kuning, Soto Mie Bogor umumnya tidak disajikan bersama nasi.

3. Soto Medan — Kuah Santan Kental yang Kaya Rasa

Dari Sumatera Utara hadir Soto Medan yang identik dengan kuah santan berwarna kuning dan tekstur yang cukup kental. Rempah-rempah yang digunakan membuat rasa dan aromanya terasa kuat.

Soto ini dapat disajikan menggunakan ayam maupun daging sapi. Pelengkapnya cukup beragam, mulai dari perkedel kentang, bihun, tauge, telur, tomat, emping, hingga taburan bawang goreng.

4. Soto Lenthok — Kuliner Khas Yogyakarta dengan Olahan Singkong

Berbeda dari soto lainnya, Soto Lenthok dari Yogyakarta menggunakan lenthok sebagai pelengkap utama. Lenthok dibuat dari singkong yang dihaluskan, diberi bumbu, lalu digoreng hingga berbentuk bulat.

Kuahnya terasa gurih dan cocok dipadukan dengan nasi hangat. Kehadiran lenthok membuat soto ini memiliki karakter yang cukup unik dibandingkan soto Nusantara lainnya.

5. Soto Lamongan — Gurih dengan Taburan Koya

Soto Lamongan menjadi salah satu soto paling populer di Indonesia. Ciri khas utamanya adalah taburan koya yang dibuat dari campuran kerupuk udang dan bawang putih goreng.

Kuah Soto Lamongan tidak menggunakan santan sehingga terasa lebih ringan. Isiannya biasanya terdiri dari ayam suwir, kol, tauge, dan pelengkap lain yang disantap bersama nasi hangat.

6. Soto Padang — Kaldu Bening dengan Daging Goreng

Soto Padang memiliki ciri khas berupa potongan daging sapi yang digoreng setelah direbus. Berbeda dengan banyak masakan khas Padang yang identik dengan santan, soto ini justru menggunakan kuah bening.

Kaldu daging yang diberi tambahan cuka menghasilkan perpaduan rasa gurih, sedikit asam, dan manis. Biasanya Soto Padang disajikan bersama bihun, perkedel, serta nasi putih hangat.

7. Soto Betawi — Kuah Santan Kaya Rempah

Jika Jakarta memiliki soto andalan, jawabannya adalah Soto Betawi. Hidangan ini terkenal dengan kuah santan yang kaya rempah seperti pala, cengkeh, kapulaga, serai, dan daun jeruk.

Isian utamanya berupa daging sapi dan jeroan yang memberikan rasa gurih khas. Soto Betawi biasanya semakin nikmat saat disantap dengan nasi putih dan emping.

8. Soto Ambengan Surabaya — Gurih dengan Koya Melimpah

Soto Ambengan atau Soto Surabaya terkenal dengan cita rasa gurih dari penggunaan bubuk koya. Kehadiran koya membuat kuah terasa lebih kental dan kaya rasa.

Isian utamanya berupa ayam suwir dengan berbagai pelengkap yang menjadikan hidangan ini semakin nikmat ketika disantap hangat.

9. Soto Ayam Kudus — Ringan dan Disajikan dalam Mangkuk Kecil

Soto Kudus berasal dari Jawa Tengah dan memiliki kuah bening dengan rasa yang ringan. Penyajiannya menggunakan mangkuk kecil menjadi salah satu ciri khas yang mudah dikenali.

Soto ini biasanya menggunakan ayam kampung atau daging sapi sebagai isian. Tambahan tauge, seledri, dan bawang putih goreng membuat cita rasanya semakin gurih.

10. Coto Makassar — Kuah Pekat dengan Cita Rasa Khas

Dari Sulawesi Selatan hadir Coto Makassar yang memiliki kuah berwarna khas dengan rasa rempah yang kuat. Hidangan ini umumnya disajikan dalam mangkuk kecil.

Pelengkapnya terdiri dari kacang goreng, daun bawang, seledri, dan bawang goreng. Coto Makassar juga sering disantap bersama ketupat atau lontong.

11. Soto Daging Madura — Kuah Pekat yang Menggoda Selera

Soto Daging Madura dikenal melalui kuah kuning kecokelatan yang kaya bumbu. Rempah seperti kemiri, kunyit, dan jahe menghasilkan rasa gurih yang kuat.

Daging sapi menjadi bahan utama yang dipadukan dengan nasi maupun lontong sehingga menciptakan hidangan hangat yang menggugah selera.

Setiap daerah di Indonesia menghadirkan soto dengan identitas berbeda.

Mulai dari kuah santan khas Soto Betawi dan Soto Medan, kuah bening Soto Kudus dan Soto Banjar, hingga cita rasa unik Coto Makassar, semuanya menunjukkan kekayaan kuliner Nusantara yang layak dijelajahi.

EDITOR: Novia Tri Astuti