← Beranda
Cara yang Benar Saat Menyimpan Hewan Kurban agar Awet di Kulkas, Ketahui Suhu Ideal Supaya Kondisi Daging Tidak Cepat Rusak
Shania Vivi Armylia PutriSenin, 25 Mei 2026 | 22.41 WIB
Ilustrasi daging wagyu/freepik

JawaPos.com - Daging kurban yang diperoleh dengan jumlah melimpah di hari raya Idul Adha bisa menjadi berkah tersendiri. Di sisi lain, penyimpanannya juga menjadi menantang agar tetap awet, tahan lama, dan menjadi tetap layak untuk dikonsumsi.

Daging kurban yang banyak perlu disimpan dengan tata cara yang tepat  supaya tidak cepat membusuk, kualitasnya tetap terjaga, rasanya tidak berubah, awet, sekaligus dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama.

Tidak hanya sekedar menaruh daging kurban di dalam kulkas. Ada beberapa langkah penting yang perlu anda perhatikan jika ingin daging kurban anda lebih awet.

Dirangkum pada Senin, (25/5) dari laman baznas.go.id/ dan www.royco.co.id  berikut trik simpan daging kurban agar lebih awet dan tahan lama sampai berbulan-bulan.

  1. Jangan mencuci daging kurban

Jika anda ingin daging kurban awet, maka  anda tidak perlu mencucinya. Mencuci daging kurban menggunakan air mengalir hanya akan membuat tekstur daging menjadi lebih lunak dan mudah busuk. 

  1. Hindari mencampur daging dengan bahan makanan lain

Tempatkan daging kurban pada tempat khusus di dalam freezer. Saat anda mencampur daging kurban dengan bahan makanan lain di dalam kulkas maka, daging kurban menjadi lebih mudah terkontaminasi bakteri sehingga rentan membusuk dan mengalami kerusakan. 

  1. Potong menjadi beberapa bagian

Memotong daging kurban menjadi beberapa bagian dapat mempermudah proses penyimpanan daging dalam waktu lama.

Potongan daging berukuran kecil juga lebih mudah disimpan dan dibekukan secara merata. Dengan begitu, kualitas daging dapat terjaga dan lebih awet. 

  1. Tentukan suhu paling ideal

Anda juga perlu mengetahui perbedaan teknik untuk menyimpan daging sapi dan kambing, agar kualitas daging kurban tetap terjaga lebih lama. Daging sapi perlu dibungkus rapat-rapat supaya kualitasnya tidak turun.

Anda bisa perlu memakai kertas daging, plastic wrap, dan ziplock sebelum memasukkannya ke dalam kulkas dan freezer. Cara ini membantu menjaga kualitas daging sapi supaya tetap baik.

Sementara itu, untuk daging kambing anda perlu segera menyimpannya di dalam suhu dingin agar lebih awet. Suhu penyimpanan yang ideal di dalam freezer pada kisaran 0-4 derajat C dengan dingin yang stabil. cara ini dapat membantu daging kambing awet sampai sekitar 6-9 bulan

  1. Gunakan wadah yang tepat

Pemilihan wadah yang tepat juga mampu menjaga daging kurban supaya tetap segar dan awet. Tempat yang paling tepat untuk menyimpan daging kurban adalah wadah kedap udara. Anda bisa menggunakan plastik ziplock dan wadah bersekat.

  1. Bedakan daging

Anda juga perlu menyimpan daging di dalam kulkas sesuai dengan jenis dan kebutuhannya beberapa daging seperti jeroan, daging utuh, tetelan, ataupun daging giling perlu ditata dengan berbeda/

  1. Daging utuh

Daging utuh dapat disimpan di dalam kulkas menggunakan kemasan asli atau dimasukkan ke dalam alumunium. Alumunium mampu membuat kualitas daging tetap terjaga, awet, serta tahan lama. 

  1. Tetelan

Potongan daging atau tetelan peru ditaruh di dalam wadah yang kering dan kedap udara. Anda dapat menggunakan plastik ziplock dapat membantu menjaga kesegaran dan kualitas daging kurban agar bisa awet.

  1. Jeroan

Potongan jeroan seperti usus, babat, hati, dan limpa perlu disimpan  pada suhu beku. Tujuannya supaya jeroan tidak mudah terkontaminasi bakteri, sehingga daging kurban bisa lebih awet.

  1. Daging giling

Daging kurban yang sudah digiling lebih rentan terkontaminasi oleh suhu. Oleh karena itu, anda perlu menyimpannya di dalam wadah kedap udara di dalam kulkas.

  1. Marinasi daging dengan bumbu

Marinasi daging kurban dapat membuat kulaitas daging menjadi tahan lebih lama. Bumbu dapur dan rempah-rempah seperti garam, bawang putih, merica, jahe, dan kunyit, mampu menjaga daging kurban dari kontaminasi bakteri yang mempercepat proses pembusukan.

EDITOR: Hanny Suwindari