← Beranda
Rahasia Dapur! Daging Kurban Empuk dan Juicy Hanya Memakai Getah Pepaya dan Nanas, Mampu Melunakkan Serat Secara Alami
Shania Vivi Armylia PutriSenin, 25 Mei 2026 | 20.55 WIB
Lamb ribs steak/freepik

JawaPos.com - Mengolah daging kurban bisa jadi susah-susah gampang, terutama jika tekstur daging yang didapat ternyata terlalu keras dan alot.

Masakan apapun bisa terasa kurang nikmat jika teknik memasaknya tidak dilakukan dengan cara yang tepat. Beberapa resep masakan nusantara setiap jenis daging biasanya memiliki teknik pengolahan yang berbeda.

Misalnya, seperti bagian has dalam (tenderloin) yang lebih cocok untuk masakan sate atau tumis daging, sementara sandung lamur (brisket) yang lebih sering dimasak menjadi gulai, rendang, dan rawon.

Hal serupa juga terjadi saat mengolah daging kurban baik sapi maupun kambing. Ada beberapa teknik yang perlu anda perhatikan sebelum memasak daging ini supaya masakan anda tidak alot dan juicy saat dimasak.

Seperti yang dilansir dari laman izi.or.id dan meatguysteakhouse.com Senin (25/5) berikut rahasia mengolah daging kurban supaya teksturnya empuk dan dagingnya juicy.   

  1. Jangan langsung memasak daging

Kesalahan pertama saat mengolah daging kurban adalah langsung memakannya setelah prosesi penyembelihan. Padahal, kondisi rigor mortis yang muncul setelah proses penyembelihan dapat membuat daging kurban anda terasa keras dan alot.

Langkah yang bisa diambil adalah mendiamkan potongan daging kurban pada suhu ruang, sampai teksturnya menjadi lebih lempuk dan rileks, sebelum akhirnya dimasak menjadi hidangan yang lezat. 

  1. Gunakan teknik memotong yang tepat

Teknik memotong daging kurban juga perlu diperhatikan saat memasak. Amati alur serat daging, kemudian anda bisa memotongnya sesuai teknik yang dianjurkan.

Untuk daging sapi, anda bisa memotongnya berlawanan arah serat sambil memotong dengan posisi tegak lurus. Sebaliknya, untuk daging kambing, anda bisa memotongnya mengikuti arah serat daging yang tersedia.

  1. Kenali jenis daging

Potongan daging memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Oleh karena itu anda perlu memperhatikan jenis daging seperti has dalam (tenderloin) dan sandung lamur (brisket) untuk menyesuaikan dengan jenis masakan serta teknik pengolahannya. 

  1. Lakukan teknik marinasi

Marinasi menjadi penting untuk dilakukan supaya membuat daging kurban anda semakin empuk dan lembut saat dikunyah.

Anda perlu memarinasi daging kurban menggunakan bahan-bahan alami seperti parutan nanas, parutan pepaya, daun pepaya, jeruk nipis, garam, cuka, saus tiram, minyak zaitun, yogurt, bahkan baking soda, untuk membantu melunakkan daging kurban anda. 

  1. Rebus daging

Selain memarinasi, anda juga perlu merebus daging kurban supaya teksturnya bisa empuk maksimal. Anda bisa menggunakan panci presto untuk mempermudah proses pengempukan daging.

Selain itu, anda disarankan untuk memakai teknik slow cooking selama 2-3 jam supaya hidangan daging kurban anda tidak keras dan alot. 

  1. Pakai meat tenderizer

Teknik lain yang bisa anda lakukan adalah memukul daging menggunakan alat meat tenderizer. Anda bisa memasukkan daging ke dalam plastik, kemudian memukul-mukul daging tersebut, supaya serat yang keras dapat menjadi lebih lunak dan mudah dimasak. 

  1. Jangan keseringan diaduk

Saat proses pemasakan, hindari terlalu sering membalik atau mengaduk daging. Biarkan panas api mematangkan daging secara merata, supaya daging bisa menjadi lembut dan empuk.

  1. Diamkan sampai bumbu meresap

Olahan daging sate dan steak perlu didiamkan beberapa saat, supaya bumbu meresap ke dalam daging. Resapan rempah dan bumbu tersebut yang membuat olahan daging kurban anda terasa semakin empuk dan lembut. 

EDITOR: Hanny Suwindari
Tags:daging