← Beranda
8 Kuliner Khas Yogyakarta Paling Legendaris dan Hidden Gems, Rasanya Autentik Bikin Ketagihan
Niko SulpriyonoSenin, 25 Mei 2026 | 04.49 WIB
Ilustrasi Makanan (Freepik)

JawaPos.com - Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota budaya dan destinasi wisata bersejarah, tetapi juga sebagai surga kuliner tradisional yang kaya cita rasa. 

Beragam makanan khas dapat ditemukan mulai dari kawasan Malioboro hingga pelosok perdesaan yang masih mempertahankan resep turun-temurun. 

Keunikan rasa dan proses memasak tradisional membuat kuliner Yogyakarta selalu memiliki tempat tersendiri di hati para wisatawan.

Baca Juga: 10 Kuliner Tradisional Jogja yang Wajib Dicoba, Legendaris dengan Cita Rasa Autentik

Selain makanan legendaris yang sudah terkenal sejak puluhan tahun lalu, Yogyakarta juga menyimpan banyak hidden gems kuliner yang menawarkan pengalaman makan berbeda. 

Beberapa tempat bahkan berada di lokasi tersembunyi dengan suasana pedesaan yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. 

Hal tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta wisata kuliner autentik.

Mulai dari gudeg berbahan bunga kelapa muda, sate koyor khas rakyat jelata, hingga kopi tradisional yang direbus di atas arang, semuanya menghadirkan pengalaman rasa yang sulit ditemukan di daerah lain. 

Berikut rekomendasi kuliner khas Yogyakarta paling legendaris dan hidden gems yang wajib masuk daftar wisata kuliner Anda yang dirangkum dari Google Maps pada Minggu (24/06).

1. Gudeg Manggar, Sajian Langka Favorit Bangsawan Keraton

Gudeg Manggar Bu Dullah

Gudeg biasanya identik dengan nangka muda, tetapi Yogyakarta memiliki varian langka bernama Gudeg Manggar yang menggunakan putik bunga kelapa muda sebagai bahan utama. 

Kuliner ini dahulu dikenal sebagai sajian istimewa di lingkungan bangsawan Kerajaan Mataram Islam karena teksturnya yang unik dan proses pembuatannya cukup rumit.

Berbeda dari gudeg biasa yang dominan manis, gudeg manggar memiliki rasa lebih gurih dengan tekstur berserat lembut dan sedikit renyah. 

Sensasi tersebut membuat banyak wisatawan penasaran karena cita rasanya terasa lebih ringan dan tidak terlalu pekat.

Hidangan ini biasanya disajikan bersama ayam kampung areh, sambal krecek pedas, telur pindang, serta nasi hangat. 

Perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas menciptakan pengalaman makan khas Yogyakarta yang autentik dan berkelas.

2. Brongkos, Kuliner Berkuah Hitam Kaya Rempah

Warung Brongkos Handayani

Brongkos merupakan makanan tradisional khas Yogyakarta yang sering disebut mirip rawon karena sama-sama menggunakan kluwek sebagai bahan dasar kuah. 

Namun, brongkos memiliki kuah santan yang jauh lebih kental dengan aroma rempah yang sangat kuat.

Isiannya juga terkenal lengkap, mulai dari kacang tolo, tahu, telur bebek rebus, kulit melinjo, hingga potongan daging sapi bertekstur empuk. 

Setiap suapan menghadirkan rasa gurih pekat dengan sedikit sentuhan manis khas masakan Jawa.

Kuliner ini sangat cocok disantap saat cuaca dingin atau malam hari karena kuahnya terasa hangat dan mengenyangkan. 

Tidak heran jika brongkos menjadi salah satu makanan legendaris yang selalu diburu wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta.

3. Sate Kere, Kuliner Rakyat dengan Aroma Menggoda

Sate Kere Beringharjo

Sate Kere lahir dari kreativitas masyarakat pada masa lalu ketika harga daging sapi sulit dijangkau. 

Kuliner ini dibuat menggunakan koyor sapi atau tempe gembus yang dibakar di atas bara api hingga menghasilkan aroma asap yang khas.

Meski berasal dari makanan sederhana, sate kere justru memiliki cita rasa yang sangat nikmat. 

Lemak sapi yang meleleh saat dibakar menciptakan aroma gurih yang menggoda selera, terutama ketika dipadukan dengan kecap manis dan cabai rawit.

Salah satu lokasi paling terkenal untuk menikmati sate kere berada di kawasan Pasar Beringharjo. 

Suasana pasar tradisional yang ramai membuat pengalaman menikmati sate kere terasa semakin khas dan autentik.

4. Mie Lethek, Mi Tradisional Tanpa Pewarna dan Pengawet

JOGLO MIE DES & MIE LETHEK MBAH BUT

Nama “lethek” berasal dari bahasa Jawa yang berarti kusam atau kotor. 

Sebutan tersebut muncul karena warna mi terlihat abu-abu alami akibat dibuat tanpa bahan pewarna maupun pengawet kimia.

Mie lethek diproduksi menggunakan campuran tepung tapioka dan gaplek, lalu digiling secara tradisional. 

Bahkan beberapa produsen masih menggunakan tenaga sapi untuk memutar alat penggilingan demi mempertahankan cara produksi asli.

Teksturnya cenderung kenyal dan padat dibandingkan mi biasa. 

Saat dimasak menggunakan tungku arang bersama suwiran ayam kampung dan sayuran segar, aroma khas mie lethek menjadi semakin menggugah selera.

5. Lumpia Malioboro dengan Kulit Super Renyah

Lumpia Samijaya

Lumpia khas Yogyakarta memiliki karakter berbeda dibanding lumpia daerah lain. 

Isiannya biasanya berupa rebung cincang yang dipadukan dengan ayam atau urat sapi sehingga menghasilkan rasa gurih yang lebih kuat.

Salah satu daya tarik utamanya terletak pada kulit lumpia yang digoreng hingga sangat renyah. 

Ketika digigit, bagian luar terasa garing sementara isi di dalam tetap lembut dan berair.

Kuliner kaki lima ini menjadi favorit wisatawan karena cocok dinikmati sambil berjalan-jalan di kawasan Malioboro. 

Tambahan saus bawang putih, acar mentimun, dan cabai rawit membuat rasanya semakin nikmat.

6. Geplak, Camilan Manis Ikonik dari Bantul

Geplak Mbok Tumpuk

Geplak merupakan jajanan tradisional khas Bantul yang terbuat dari parutan kelapa dan gula. 

Camilan ini sangat mudah dikenali karena memiliki warna-warna cerah yang mencolok seperti merah muda, hijau, kuning, dan putih.

Teksturnya unik karena perpaduan lembut dan renyah dari kelapa parut masih terasa jelas saat dikunyah. 

Rasanya manis legit sehingga cocok dijadikan teman minum teh atau kopi hangat.

Selain menjadi camilan favorit masyarakat lokal, geplak juga sering dijadikan oleh-oleh khas Yogyakarta karena tahan cukup lama dan mudah dibawa bepergian.

7. Ayam Goreng Mbah Cemplung, Hidden Gems di Lereng Bantul

Ayam Goreng Jawa Mbah Cemplung

Tersembunyi di kawasan perdesaan Bantul, tempat makan ini terkenal karena menyajikan ayam kampung dengan rasa tradisional yang sangat autentik. 

Suasana alam yang masih asri membuat pengalaman makan terasa lebih nyaman dan menenangkan.

Ayam kampung yang digunakan berasal dari ayam liar yang dipelihara secara alami. 

Proses memasaknya pun cukup lama karena ayam harus diungkep bersama bumbu rahasia hingga meresap sempurna ke dalam daging.

Hasilnya adalah ayam goreng dengan tekstur empuk, aroma rempah kuat, dan rasa gurih yang khas. 

Sambal bawang mentah serta lalapan segar menjadi pelengkap yang membuat hidangan ini semakin istimewa.

8. Warung Kopi Klotok, Sensasi Makan Ala Pedesaan Jawa

Warung Kopi Klotok

Warung Kopi Klotok menjadi salah satu destinasi kuliner hidden gems paling populer di Yogyakarta. 

Lokasinya berada di kawasan utara dengan pemandangan sawah yang luas dan suasana pedesaan yang menenangkan.

Konsep makan prasmanan tradisional menjadi daya tarik utama tempat ini. 

Pengunjung dapat memilih langsung aneka masakan rumahan seperti sayur lodeh, telur dadar krispi, hingga pisang goreng hangat yang baru diangkat dari penggorengan.

Minuman andalannya adalah kopi klotok tradisional yang direbus langsung di atas arang hingga mendidih. 

Aroma kopi yang kuat berpadu dengan suasana pedesaan membuat banyak wisatawan merasa betah berlama-lama di tempat ini.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho