← Beranda
Festival Experience Thailand 2026 Hadir di Jakarta, Kuliner Negeri Gajah Putih Banyak Diminati
Nanda PrayogaMinggu, 17 Mei 2026 | 15.13 WIB
Buah-buahan pada Festival Experience Thailand 2026. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Festival Experience Thailand 2026 berlangsung di Hero Supermarket Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan, serta di 21 gerai Hero lainnya di berbagai kota pada 15–31 Mei 2026. Festival ini dilakukan untuk memperluas promosi kuliner Thailand di Indonesia.

Tak hanya itu, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan hubungan dagang Indonesia dan Thailand, khususnya untuk sektor makanan olahan dan produk konsumsi sehari-hari. Festival tersebut digelar oleh Department of International Trade Promotion Kementerian Perdagangan Thailand bersama Thai Trade Center Jakarta.

Beragam produk khas Thailand diperkenalkan dalam acara tersebut, mulai dari buah-buahan segar, camilan, saus, hingga aneka bahan pangan yang sudah cukup populer di pasar Indonesia.

Rangkaian pembukaan festival turut menghadirkan pertunjukan budaya Thailand, demo memasak, serta sesi pengenalan produk kepada pengunjung. Acara seremoni juga dihadiri Duta Besar Thailand untuk Indonesia Praphan Disyatat.

Praphan Disyatat mengatakan produk pangan Thailand masih memiliki permintaan yang tinggi di Indonesia, terutama untuk kategori buah segar dan makanan ringan.

“Produk yang paling diminati sebenarnya banyak. Yang paling besar penjualannya fresh fruit, ada longan, ada durian juga, dan berbagai macam buah lainnya. Selain itu snack-snack Thailand juga banyak diminati karena makanan Thailand hampir mirip sehingga cocok dengan lidah masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ia menyebut kemiripan karakter cita rasa makanan Thailand dan Indonesia menjadi salah satu alasan produk asal Negeri Gajah Putih relatif mudah diterima konsumen domestik.

Selain memasarkan produk, pemerintah Thailand juga aktif mempertemukan pelaku usaha kedua negara lewat berbagai program perdagangan, seperti business matching, seminar dagang, hingga fasilitasi pertemuan antara importir Indonesia dan produsen Thailand.

“Ada business matching yang bisa dilakukan secara online maupun onsite. Kami juga memberikan informasi mengenai market dagang produk Thailand di Indonesia melalui market intelligence supaya perusahaan Indonesia, khususnya importir, mengetahui produk apa saja yang diminati masyarakat Indonesia,” katanya.

Menurutnya, Thailand juga secara rutin mengadakan festival perdagangan dan mengundang pelaku usaha Indonesia untuk melihat langsung perkembangan produk-produk potensial dari Thailand.

Sementara itu, Deputy Director Thai Trade Center Jakarta, Nassaree Pathan menilai persaingan produk impor di Indonesia kini semakin kompetitif karena banyak negara Asia lain turut mengincar pasar yang sama.

“Kalau terkait alasan memilih Indonesia, itu karena kami memang berasal dari kantor perwakilan Thailand di Indonesia. Jadi sudah pasti target pasar kami adalah masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan faktor distribusi dan kemudahan akses pasar menjadi aspek penting untuk memperluas penetrasi produk Thailand di Indonesia.

Di sisi lain, Director Thai Trade Center Jakarta, Hataichanok Sivara, menilai hubungan perdagangan kedua negara selama ini berjalan positif dan diperkuat oleh tingginya minat masyarakat terhadap produk maupun budaya masing-masing negara.

“Hubungan perdagangan antara kami berjalan sangat baik selama bertahun-tahun. Masyarakat Indonesia sangat menyukai makanan Thailand, begitu juga produk-produk Thailand. Mereka juga senang berkunjung ke Thailand. Sebaliknya, masyarakat Thailand juga menyukai Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan festival tersebut bukan hanya menjadi sarana promosi produk, tetapi juga upaya memperkenalkan budaya kuliner Thailand kepada masyarakat Indonesia melalui demonstrasi memasak dan sesi mencicipi makanan.

“Masyarakat Indonesia nantinya juga bisa memasak dengan mudah menggunakan cita rasa dan produk Thailand. Melalui demonstrasi memasak yang kami hadirkan, orang-orang bisa belajar memasak makanan Thailand dengan cara yang praktis,” tukas dia.

EDITOR: Estu Suryowati