← Beranda
11 Wisata Kuliner Solo dengan Cita Rasa Khas Jawa Tengah, Paling Menggugah Selera dan Bikin Nagih
Vindi Rayinda AyudyaJumat, 8 Mei 2026 | 16.43 WIB
Ilustrasi wisata kuliner di Solo. (Magnific)

JawaPos.Com - Solo dikenal sebagai salah satu kota budaya di Jawa Tengah yang memiliki kekayaan kuliner luar biasa. 

Tidak hanya menawarkan suasana kota yang tenang dan penuh nuansa tradisional, Solo juga menyimpan berbagai hidangan khas dengan cita rasa autentik yang sulit ditemukan di daerah lain. 

Mulai dari nasi liwet, tengkleng, timlo, hingga serabi tradisional, semuanya menghadirkan perpaduan rasa gurih, manis, dan rempah yang khas serta menggugah selera.

Menariknya, banyak tempat makan di Solo yang sudah berdiri puluhan tahun dan tetap mempertahankan resep turun-temurun. 

Hal inilah yang membuat wisata kuliner di kota ini terasa begitu istimewa dan selalu dirindukan wisatawan. 

Beberapa tempat bahkan menjadi ikon kuliner legendaris yang hampir tidak pernah sepi pengunjung, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Dengan harga yang relatif terjangkau dan pilihan makanan yang sangat beragam, berburu kuliner di Solo menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk semua kalangan. 

Dilansir dari Google Maps, inilah sebelas wisata kuliner di Solo dengan cita rasa khas Jawa Tengah yang wajib Anda coba.

1. Nasi Liwet Wongso Lemu

Nasi Liwet Wongso Lemu menjadi salah satu kuliner paling legendaris di Solo yang sudah terkenal sejak puluhan tahun lalu. 

Tempat makan ini dikenal karena berhasil mempertahankan cita rasa nasi liwet khas Solo yang lembut, gurih, dan penuh nuansa tradisional Jawa.

Seporsi nasi liwet disajikan dengan nasi gurih yang dimasak menggunakan santan sehingga menghasilkan aroma yang harum dan rasa yang kaya. 

Lauknya terdiri dari suwiran ayam kampung, telur pindang, sayur labu siam, serta siraman areh santan kental yang menjadi ciri khas utama kuliner ini.

Perpaduan rasa gurih dari santan dan kelembutan ayam kampung menciptakan sensasi makan yang sederhana tetapi sangat memuaskan. 

Sayur labu siamnya juga memberikan rasa segar yang membuat hidangan terasa lebih seimbang.

Tempat makan ini hampir selalu ramai pengunjung, terutama pada malam hari. 

Banyak wisatawan datang khusus untuk menikmati nasi liwet autentik yang menjadi salah satu identitas kuliner Solo.

Suasana tempatnya sederhana namun hangat, menciptakan pengalaman makan khas kota Solo yang tenang dan penuh nostalgia.

Harga menu berkisar Rp20.000 hingga Rp35.000.

2. Timlo Sastro

Timlo Sastro dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris Solo yang memiliki cita rasa khas dan berbeda dari soto pada umumnya. 

Timlo sendiri merupakan sup khas Solo dengan kuah bening gurih yang ringan namun kaya rasa.

Isiannya cukup lengkap, terdiri dari sosis solo, telur pindang, suwiran ayam kampung, ati ampela, dan terkadang ditambah potongan wortel serta bihun. 

Kuahnya terasa hangat dan nyaman di lidah dengan aroma kaldu ayam yang gurih.

Sosis solo menjadi salah satu elemen paling khas karena memiliki tekstur lembut dengan rasa gurih yang unik. 

Saat dipadukan dengan kuah hangat dan nasi putih, rasanya menjadi semakin nikmat dan mengenyangkan.

Tempat makan ini sudah dikenal sejak lama dan tetap menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan yang ingin mencicipi kuliner khas Solo dengan rasa autentik.

Harga menu berkisar Rp20.000 hingga Rp35.000.

3. Tengkleng Bu Edi

Tengkleng Bu Edi menjadi salah satu kuliner kambing paling terkenal di Solo yang selalu ramai oleh pengunjung dari berbagai daerah.

Tengkleng di tempat ini memiliki kuah rempah yang kaya rasa dengan aroma khas kambing yang menggugah selera. 

Potongan daging dan tulangnya dimasak hingga empuk sehingga mudah disantap dan bumbunya terasa meresap sampai ke dalam.

Kuahnya memiliki perpaduan rasa gurih dan sedikit pedas dengan tekstur yang ringan tetapi tetap kaya rempah. 

Saat disantap hangat bersama nasi putih, rasanya terasa sangat nikmat dan menghangatkan tubuh.

Lokasinya yang berada di area Pasar Klewer membuat tempat ini memiliki suasana khas kuliner tradisional Solo yang ramai dan penuh aktivitas.

Banyak pelanggan rela antre demi menikmati tengkleng legendaris yang terkenal dengan cita rasa autentik dan porsinya yang memuaskan.

Harga menu berkisar Rp25.000 hingga Rp45.000.

4. Soto Gading

Soto Gading menjadi salah satu soto ayam paling terkenal di Solo dengan kuah bening gurih yang ringan namun tetap kaya rasa.

Suwiran ayam kampung yang digunakan memiliki tekstur lembut dan rasa gurih alami yang terasa sangat cocok dipadukan dengan kuah hangatnya. 

Tambahan bawang goreng, seledri, dan sambal membuat rasa sotonya semakin segar dan nikmat.

Meski tampil sederhana, cita rasa Soto Gading dikenal sangat khas dan konsisten sejak dulu. 

Kuahnya tidak terlalu berat sehingga cocok disantap kapan saja, terutama saat pagi hari.

Tempat makan ini sering menjadi pilihan sarapan warga lokal maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana kuliner khas Solo yang tenang dan nyaman.

Selain soto ayam, tersedia juga berbagai lauk pendamping seperti sate telur puyuh, perkedel, dan kerupuk yang membuat hidangan terasa lebih lengkap.

Harga menu berkisar Rp15.000 hingga Rp25.000.

5. Selat Solo Mbak Lies

Selat Solo Mbak Lies menjadi salah satu tempat makan legendaris yang terkenal dengan sajian selat Solo autentik dan suasana klasik yang unik.

Selat Solo sendiri merupakan perpaduan antara masakan Jawa dan pengaruh western yang menghasilkan hidangan dengan cita rasa khas. 

Seporsinya biasanya terdiri dari daging sapi empuk, kentang, wortel, telur, selada, dan kuah cokelat manis gurih yang ringan.

Daging sapinya dimasak hingga sangat empuk dengan bumbu yang meresap sempurna. 

Kuahnya memiliki perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit asam yang menciptakan sensasi berbeda dari hidangan lain.

Tempat makan ini juga terkenal karena dekorasinya yang penuh ornamen dan nuansa tradisional sehingga memberikan pengalaman makan yang lebih unik dan berkesan.

Banyak wisatawan datang untuk menikmati selat Solo sambil merasakan suasana khas rumah Jawa lama yang hangat dan artistik.

Harga menu berkisar Rp25.000 hingga Rp45.000.

6. Gudeg Ceker Margoyudan

Gudeg Ceker Margoyudan menjadi salah satu kuliner malam paling terkenal di Solo yang selalu ramai pengunjung setiap harinya.

Gudeg di tempat ini memiliki rasa manis gurih khas Jawa dengan tekstur nangka muda yang lembut dan bumbu yang meresap. 

Yang paling terkenal tentu saja cekernya yang dimasak hingga sangat empuk sehingga mudah lepas dari tulangnya.

Kuah areh santan yang gurih membuat rasa gudeg semakin kaya dan nikmat. 

Sambal pedas yang disajikan bersama gudeg juga memberikan keseimbangan rasa yang pas.

Tempat makan ini biasanya buka malam hingga dini hari dan hampir selalu dipenuhi antrean pelanggan. 

Banyak orang rela datang larut malam demi menikmati gudeg ceker hangat yang terkenal legendaris ini.

Suasana sederhana khas warung malam Solo justru menjadi daya tarik tersendiri yang membuat pengalaman makan terasa lebih autentik.

Harga menu berkisar Rp20.000 hingga Rp35.000.

7. Cabuk Rambak Bu Parmi

Cabuk Rambak Bu Parmi menjadi salah satu kuliner tradisional khas Solo yang cukup unik dan mulai jarang ditemukan di daerah lain.

Hidangan ini terdiri dari ketupat yang disiram saus wijen gurih bernama cabuk, lalu diberi tambahan rambak atau kerupuk kulit yang renyah. 

Saus wijennya memiliki rasa gurih dengan aroma khas yang cukup kuat dan berbeda dari bumbu kacang biasa.

Perpaduan tekstur ketupat lembut dan rambak renyah menciptakan sensasi makan yang sederhana tetapi sangat khas. 

Meski terlihat sederhana, rasa kuliner ini cukup unik dan membuat banyak orang penasaran mencobanya.

Tempat ini sering dikunjungi pecinta kuliner tradisional yang ingin merasakan cita rasa khas Solo tempo dulu.

Harga menu berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000.

8. Sate Buntel Tambak Segaran

Sate Buntel Tambak Segaran menjadi salah satu kuliner kambing paling terkenal di Solo dengan cita rasa khas yang berbeda dari sate biasa.

Sate buntel dibuat dari daging kambing cincang yang dibumbui lalu dibungkus lemak tipis sebelum dibakar. 

Proses tersebut membuat teksturnya terasa sangat juicy dan lembut saat disantap.

Aroma bakarannya sangat menggoda dengan rasa gurih yang meresap hingga ke dalam daging. 

Biasanya sate buntel disajikan bersama irisan bawang merah, cabai, dan kecap sehingga rasanya semakin nikmat.

Tempat makan ini cukup populer di kalangan wisatawan maupun warga lokal karena kualitas dagingnya yang empuk dan bumbunya yang khas.

 

Harga menu berkisar Rp30.000 hingga Rp50.000.

9. Serabi Notosuman

Serabi Notosuman menjadi salah satu jajanan tradisional paling ikonik di Solo yang sudah terkenal sejak puluhan tahun lalu. 

Serabi ini memiliki tekstur lembut di bagian tengah dengan pinggiran tipis yang sedikit renyah, menciptakan perpaduan rasa dan tekstur yang sangat khas.

Adonannya dibuat dari campuran tepung beras dan santan sehingga menghasilkan aroma gurih yang harum saat dipanggang. 

Proses memasaknya masih menggunakan cara tradisional, membuat cita rasa serabi tetap autentik dan sulit ditiru.

Varian paling populer adalah serabi original dengan rasa gurih manis yang sederhana namun sangat nikmat. 

Selain itu, tersedia juga serabi cokelat yang memiliki rasa lebih manis dan sering menjadi favorit anak muda maupun wisatawan.

Serabi biasanya dibungkus menggunakan daun pisang sehingga aroma tradisionalnya terasa semakin kuat. 

Banyak pengunjung membeli serabi ini sebagai oleh-oleh khas Solo karena rasanya cocok dinikmati kapan saja.

Tempat ini hampir selalu ramai, terutama pada pagi dan sore hari. Antrean pembeli menjadi pemandangan biasa karena banyak orang ingin mendapatkan serabi yang masih hangat dan baru matang.

Harga menu berkisar Rp15.000 hingga Rp35.000 per kotak tergantung jumlah dan varian rasa.

10. Pecel Solo Bu Kis

Pecel Solo Bu Kis menjadi salah satu tempat makan pecel paling terkenal di Solo dengan cita rasa khas yang sederhana namun sangat menggugah selera.

Seporsi pecel terdiri dari berbagai sayuran rebus segar seperti bayam, kacang panjang, tauge, dan daun singkong yang disiram sambal kacang gurih. 

Sambalnya memiliki perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas yang terasa pas di lidah.

Yang membuat pecel di tempat ini semakin istimewa adalah pilihan lauknya yang sangat lengkap. 

Pengunjung bisa menikmati pecel bersama telur dadar, ayam goreng, tempe, tahu, hingga aneka gorengan yang membuat hidangan terasa semakin mengenyangkan.

Tekstur sayur yang masih segar dipadukan dengan sambal kacang yang kental menciptakan rasa yang ringan namun memuaskan. 

Banyak pelanggan datang pada pagi hari karena pecel menjadi salah satu menu sarapan favorit warga Solo.

Suasana tempat makan yang sederhana dan hangat membuat pengalaman menikmati pecel terasa lebih nyaman dan khas kuliner tradisional Jawa.

Harga menu berkisar Rp10.000 hingga Rp25.000 tergantung pilihan lauk.

11. Wedangan Pendhopo

Wedangan Pendhopo menjadi salah satu tempat nongkrong dan kuliner tradisional yang cukup populer di Solo. 

Tempat ini terkenal karena menghadirkan suasana khas Jawa yang hangat dengan konsep pendopo tradisional yang nyaman untuk bersantai.

Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari nasi kucing, sate usus, gorengan, hingga berbagai makanan tradisional Jawa lainnya yang cocok dinikmati bersama teh hangat atau kopi.

Salah satu daya tarik utama tempat ini adalah suasananya yang tenang dan penuh nuansa budaya Jawa. Interior kayu, lampu temaram, dan alunan musik tradisional membuat pengunjung merasa lebih santai dan nyaman.

Selain makanan ringan, tersedia juga berbagai menu tradisional khas Solo seperti nasi liwet, tahu bacem, dan wedang jahe yang cocok dinikmati saat malam hari.

Tempat ini sering menjadi pilihan anak muda, keluarga, hingga wisatawan yang ingin menikmati suasana Solo yang hangat sambil menikmati kuliner sederhana namun nikmat.

Pada malam hari, suasananya terasa semakin hidup dengan banyak pengunjung yang datang untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama teman maupun keluarga.

Harga menu berkisar Rp10.000 hingga Rp30.000 tergantung pilihan makanan dan minuman.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti