← Beranda
14 Tempat Makan di Yogyakarta dengan Menu Ikonik, Wajib Dicoba Saat Berlibur ke Kota Pelajar
Vindi Rayinda AyudyaJumat, 8 Mei 2026 | 16.39 WIB
Ilustrasi tempat makan di Yogyakarta. (Magnific)

JawaPos.Com - Yogyakarta selalu berhasil menjadi destinasi favorit wisatawan karena perpaduan budaya, sejarah, dan kulinernya yang begitu khas. 

Tidak hanya menawarkan suasana kota yang hangat dan penuh nostalgia, Jogja juga memiliki banyak tempat makan legendaris hingga kuliner hits yang selalu ramai pengunjung setiap harinya. 

Mulai dari gudeg manis khas Jogja, sate klathak, bakmi Jawa, hingga aneka jajanan tradisional, semuanya menghadirkan cita rasa autentik yang sulit ditemukan di kota lain.

Menariknya, banyak tempat makan di Yogyakarta yang sudah berdiri selama puluhan tahun dan tetap mempertahankan resep turun-temurun. 

Hal inilah yang membuat wisatawan selalu ingin kembali menikmati kuliner khas Kota Pelajar. 

Selain rasa yang lezat, harga makanan di Jogja juga terkenal ramah di kantong sehingga cocok untuk semua kalangan, mulai dari backpacker hingga wisatawan keluarga.

Dengan pilihan kuliner yang sangat beragam dan suasana kota yang nyaman, berburu makanan di Yogyakarta menjadi pengalaman yang tidak boleh dilewatkan saat liburan. 

Dilansir dari Google Maps, inilah empat belas tempat makan di Yogyakarta dengan menu ikonik yang wajib Anda coba.

1. Gudeg Yu Djum

Gudeg Yu Djum menjadi salah satu ikon kuliner paling legendaris di Yogyakarta yang selalu ramai diburu wisatawan dari berbagai daerah. 

Tempat ini terkenal karena mempertahankan cita rasa gudeg khas Jogja yang autentik dengan rasa manis yang kuat dan bumbu yang meresap hingga ke dalam nangka muda.

Nangka mudanya dimasak dalam waktu lama sehingga menghasilkan tekstur yang sangat lembut dan aroma rempah yang khas. 

Gudeg biasanya disajikan bersama ayam kampung, telur pindang, sambal krecek pedas, serta areh santan gurih yang membuat rasanya semakin lengkap dan nikmat.

Perpaduan rasa manis, gurih, dan pedas menciptakan sensasi makan yang khas dan membuat banyak orang selalu ingin kembali mencicipinya. 

Sambal kreceknya juga menjadi salah satu favorit karena memberikan rasa pedas gurih yang seimbang dengan manisnya gudeg.

Kawasan Wijilan sendiri sudah dikenal sebagai sentra gudeg legendaris di Yogyakarta sehingga suasana kulinernya terasa sangat khas. 

Banyak wisatawan datang sejak pagi untuk menikmati gudeg hangat yang baru dimasak.

Harga menu berkisar Rp25.000 hingga Rp50.000 tergantung pilihan lauk dan porsinya.

2. Sate Klathak Pak Pong

Sate Klathak Pak Pong menjadi salah satu kuliner khas Jogja yang terkenal karena kesederhanaannya namun memiliki cita rasa yang sangat khas. 

Berbeda dari sate kambing pada umumnya, sate klathak hanya menggunakan bumbu sederhana berupa garam dan sedikit rempah, tetapi justru di situlah letak keistimewaannya.

Daging kambing yang digunakan memiliki tekstur empuk dan aroma yang tidak terlalu tajam. 

Sate dibakar menggunakan jeruji besi sehingga panas dapat menyebar merata ke seluruh bagian daging. 

Teknik tersebut membuat daging matang sempurna dengan rasa gurih yang kuat.

Saat disajikan, sate biasanya ditemani kuah gulai hangat yang kaya rempah sehingga rasa daging terasa semakin nikmat. 

Perpaduan antara aroma bakaran dan kuah gurih membuat kuliner ini memiliki karakter yang unik dan sulit dilupakan.

Tempat makan ini hampir selalu ramai terutama saat malam hari. Banyak pengunjung rela antre cukup lama demi menikmati sate klathak yang sudah terkenal hingga luar kota.

Harga menu berkisar Rp30.000 hingga Rp60.000 tergantung jumlah tusuk dan pilihan menu tambahan.

3. Bakmi Jawa Mbah Gito

Bakmi Jawa Mbah Gito dikenal sebagai salah satu tempat makan bakmi tradisional paling terkenal di Yogyakarta. 

Tempat ini memiliki suasana khas Jawa dengan interior kayu dan nuansa tradisional yang membuat pengalaman makan terasa lebih hangat dan autentik.

Bakminya dimasak menggunakan tungku arang sehingga menghasilkan aroma smokey yang khas dan sulit ditemukan pada bakmi biasa. 

Proses memasak tradisional tersebut membuat rasa bumbu lebih meresap dan memberikan cita rasa yang lebih dalam.

Pilihan menu di sini cukup beragam, mulai dari bakmi goreng, bakmi godog, hingga nasi goreng Jawa yang semuanya dimasak satu per satu. 

Ayam kampung yang digunakan juga memiliki tekstur lembut dengan rasa gurih alami yang kuat.

Selain rasa makanannya, suasana tempat makan menjadi daya tarik utama. 

Dekorasi khas Jawa dengan ornamen tradisional membuat pengunjung merasa seperti sedang makan di rumah joglo tempo dulu.

Harga menu berkisar Rp25.000 hingga Rp45.000.

4. Oseng Mercon Bu Narti

Oseng Mercon Bu Narti menjadi salah satu kuliner pedas paling terkenal di Yogyakarta. 

Nama “mercon” berasal dari sensasi pedasnya yang sangat kuat seperti ledakan cabai di mulut.

Menu ini terdiri dari potongan daging sapi, kikil, dan lemak yang dimasak bersama cabai dalam jumlah melimpah. 

Bumbu pedasnya meresap hingga ke dalam daging sehingga setiap suapan terasa gurih sekaligus membakar lidah.

Meski terkenal sangat pedas, rasa oseng mercon tetap terasa nikmat karena perpaduan rempah dan bumbunya cukup seimbang. 

Daging dan kikilnya juga dimasak hingga empuk sehingga mudah disantap bersama nasi hangat.

Tempat makan ini sering dipenuhi pecinta makanan pedas terutama saat malam hari. 

Banyak pengunjung penasaran mencoba sensasi pedas khas Jogja yang sudah sangat terkenal ini.

Harga menu berkisar Rp20.000 hingga Rp40.000.

5. Soto Kadipiro

Soto Kadipiro merupakan salah satu soto ayam legendaris di Yogyakarta yang sudah terkenal sejak puluhan tahun lalu. 

Soto ini memiliki kuah bening gurih dengan rasa yang ringan tetapi kaya rempah.

Ayam kampung yang digunakan disuwir dengan tekstur lembut dan rasa gurih alami yang terasa sangat nikmat saat dipadukan dengan kuah hangat. 

Tambahan bawang goreng, seledri, dan sambal membuat rasa sotonya semakin segar.

Kuahnya tidak terlalu berminyak sehingga terasa ringan namun tetap menghangatkan tubuh. 

Banyak pelanggan menyukai Soto Kadipiro karena cita rasanya dianggap konsisten sejak dulu.

Tempat makan ini memiliki suasana sederhana khas warung tradisional Jogja yang membuat pengalaman makan terasa lebih nyaman dan akrab.

Harga menu berkisar Rp20.000 hingga Rp35.000.

6. Angkringan Lik Man

Angkringan Lik Man menjadi salah satu ikon kuliner malam Yogyakarta yang terkenal dengan suasana santai dan menu sederhana khas angkringan.

Menu paling terkenal di sini adalah kopi joss, yaitu kopi hitam panas yang dicampur arang membara sehingga menghasilkan aroma unik dan rasa yang khas. 

Banyak wisatawan datang khusus untuk mencoba sensasi kopi tradisional ini.

Selain kopi joss, tersedia juga nasi kucing, sate usus, sate telur puyuh, gorengan, dan berbagai camilan sederhana yang cocok disantap sambil bersantai malam hari.

Suasana angkringan yang sederhana dengan lesehan dan obrolan santai menjadi daya tarik utama tempat ini. 

Banyak pengunjung menikmati suasana khas Jogja sambil duduk bersama teman hingga larut malam.

Harga menu sangat terjangkau, berkisar Rp5.000 hingga Rp20.000.

7. House of Raminten

House of Raminten menjadi salah satu tempat makan paling unik dan populer di Yogyakarta karena memadukan konsep tradisional Jawa dengan suasana modern yang artistik.

Interiornya dipenuhi ornamen khas Jawa seperti gamelan, dekorasi kayu, dan aroma dupa yang menciptakan suasana khas budaya Jogja. 

Para pelayan juga mengenakan pakaian tradisional sehingga pengalaman makan terasa semakin menarik.

Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari nasi kucing jumbo, sate lilit, wedang tradisional, hingga berbagai makanan khas Jawa dengan penyajian unik.

Selain makanannya yang lezat, banyak pengunjung datang karena suasana tempat yang sangat estetik dan cocok untuk bersantai maupun berfoto.

Harga menu berkisar Rp15.000 hingga Rp50.000.

8. Tengkleng Gajah

Tengkleng Gajah terkenal dengan porsi tengklengnya yang besar dan kuah rempah yang kaya rasa. 

Meski namanya menggunakan kata “gajah”, menu di sini sebenarnya menggunakan daging kambing dengan ukuran porsi jumbo.

Kuah tengklengnya memiliki rasa gurih dengan perpaduan rempah yang kuat dan aroma khas kambing yang menggugah selera. 

Dagingnya empuk dan mudah dilepas dari tulang sehingga terasa sangat nikmat saat disantap hangat.

Selain tengkleng, tersedia juga berbagai olahan kambing lain seperti sate dan gulai yang tidak kalah favorit.

Tempat makan ini cukup populer di kalangan wisatawan maupun warga lokal karena porsinya besar dan cita rasanya khas.

 

Harga menu berkisar Rp40.000 hingga Rp80.000.

9. Gudeg Pawon

Gudeg Pawon menjadi salah satu kuliner malam paling terkenal di Yogyakarta yang memiliki konsep unik dan berbeda dari tempat gudeg lainnya. 

Nama “Pawon” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti dapur, karena proses penyajiannya dilakukan langsung dari dapur tradisional tempat gudeg dimasak.

Pengunjung biasanya harus mengantre di area dapur untuk mendapatkan seporsi gudeg hangat yang baru diambil dari tungku masak. 

Suasana tradisional tersebut justru menjadi daya tarik utama karena memberikan pengalaman makan yang terasa lebih autentik dan khas Jogja.

Gudeg di tempat ini memiliki rasa manis gurih yang kuat dengan tekstur nangka muda yang lembut dan bumbu yang meresap sempurna. 

Disajikan bersama ayam kampung, telur pindang, sambal krecek, dan areh santan gurih, rasanya menjadi semakin nikmat dan mengenyangkan.

Sambal kreceknya memiliki rasa pedas yang cukup kuat sehingga memberikan keseimbangan dengan rasa manis gudeg. 

Aroma rempah yang keluar dari dapur tradisional juga membuat suasana makan terasa semakin menggoda selera.

Tempat ini biasanya mulai ramai pada malam hari hingga larut malam. 

Banyak wisatawan rela datang dan antre demi merasakan sensasi menikmati gudeg langsung dari pawon tradisional.

Harga menu berkisar Rp20.000 hingga Rp35.000.

10. Mangut Lele Mbah Marto

Mangut Lele Mbah Marto menjadi salah satu kuliner tradisional Jogja yang sangat terkenal karena rasa kuah santannya yang gurih pedas dengan aroma asap khas yang menggugah selera.

Lele yang digunakan terlebih dahulu diasap hingga menghasilkan aroma smokey yang kuat. 

Setelah itu, lele dimasak bersama kuah santan berbumbu rempah dan cabai sehingga menghasilkan cita rasa yang kaya dan khas.

Kuah mangutnya terasa gurih dengan sedikit rasa pedas yang meresap hingga ke dalam ikan. 

Aroma asap dari lele memberikan sensasi rasa yang unik dan membuat hidangan ini berbeda dari olahan ikan lainnya.

Tempat makan ini masih mempertahankan suasana dapur tradisional dengan proses memasak menggunakan tungku kayu. 

Hal tersebut membuat rasa masakan terasa lebih autentik dan khas rumahan.

Banyak pengunjung datang khusus untuk menikmati mangut lele hangat bersama nasi putih dan sambal yang pedas. 

Meski tempatnya sederhana, suasananya justru terasa nyaman dan penuh nuansa tradisional Jawa.

Harga menu berkisar Rp20.000 hingga Rp35.000.

11. Lumpia Samijaya

Lumpia Samijaya menjadi salah satu jajanan legendaris yang sangat populer di kawasan Malioboro. 

Tempat ini hampir selalu ramai wisatawan karena lumpianya terkenal renyah dengan isian gurih yang khas.

Kulit lumpianya digoreng hingga garing namun tetap tipis dan tidak terlalu berminyak. 

Isiannya terdiri dari rebung, telur, dan daging yang dimasak dengan bumbu sederhana tetapi terasa nikmat.

Saat disantap hangat, perpaduan kulit renyah dan isian lembut menciptakan tekstur yang sangat memuaskan. 

Lumpia biasanya disajikan bersama cabai rawit atau saus sehingga rasanya menjadi semakin nikmat.

Lokasinya yang berada di kawasan Malioboro membuat tempat ini sangat mudah ditemukan oleh wisatawan yang sedang berjalan-jalan menikmati suasana pusat kota Jogja.

Selain dimakan langsung, banyak pengunjung membeli lumpia ini sebagai camilan atau oleh-oleh karena rasanya cocok dinikmati kapan saja.

Harga menu berkisar Rp10.000 hingga Rp25.000.

12. Bakpia Pathok 25

Bakpia Pathok 25 menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Yogyakarta yang sudah terkenal sejak lama. 

Bakpia ini dikenal memiliki tekstur kulit yang lembut dengan isian manis yang khas dan aroma yang menggoda.

Varian rasa yang tersedia cukup beragam, mulai dari kacang hijau klasik hingga cokelat, keju, durian, dan berbagai rasa modern lainnya. 

Meski begitu, rasa kacang hijau tetap menjadi favorit banyak orang karena dianggap paling autentik.

Kulit bakpianya tipis dan lembut dengan isian yang padat namun tidak terlalu manis. 

Saat masih hangat, aroma bakpia terasa semakin harum dan menggugah selera.

Tempat ini hampir selalu ramai wisatawan yang mencari oleh-oleh khas Jogja untuk dibawa pulang. 

Banyak pelanggan juga menyukai kualitas rasa yang dianggap tetap konsisten sejak dulu.

Selain bakpia, tersedia juga berbagai camilan khas Jogja lain yang cocok dijadikan buah tangan.

Harga menu berkisar Rp30.000 hingga Rp70.000 tergantung jumlah dan varian rasa.

13. Jadah Tempe Mbah Carik

Jadah Tempe Mbah Carik menjadi salah satu kuliner khas Kaliurang yang terkenal karena perpaduan rasa gurih dan manis yang unik.

Jadah yang terbuat dari ketan memiliki tekstur lembut dan sedikit lengket dengan rasa gurih dari santan. 

Jadah tersebut kemudian disantap bersama tempe bacem manis yang dimasak menggunakan gula jawa dan rempah-rempah khas Jawa.

Perpaduan rasa gurih dari jadah dan manis gurih dari tempe menciptakan kombinasi yang sederhana tetapi sangat nikmat. 

Kuliner ini biasanya paling enak disantap saat masih hangat sambil menikmati udara sejuk kawasan Kaliurang.

Tempat makan ini sudah cukup lama dikenal wisatawan dan sering menjadi tempat singgah setelah berwisata di kawasan lereng Merapi.

Selain rasanya yang khas, suasana pedesaan dan udara dingin di sekitar tempat makan membuat pengalaman menikmati jadah tempe terasa semakin menyenangkan.

Harga menu berkisar Rp15.000 hingga Rp30.000.

14. Es Buah PK

Es Buah PK menjadi salah satu minuman legendaris di Yogyakarta yang terkenal karena kesegarannya dan isi buah yang melimpah. 

Tempat ini sudah lama menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan terutama saat cuaca panas.

Isiannya terdiri dari berbagai potongan buah segar seperti melon, alpukat, nangka, kelapa muda, dan buah lainnya yang disiram sirup manis serta es serut dingin.

Rasa manis dan segarnya terasa pas sehingga cocok dinikmati setelah berjalan-jalan di kawasan Alun-Alun Kidul. 

Porsinya juga cukup besar sehingga membuat pengunjung merasa puas.

Selain es buah, tersedia juga berbagai minuman segar lain yang tidak kalah populer. 

Tempat ini biasanya ramai pada sore hingga malam hari karena banyak orang datang untuk bersantai menikmati suasana Jogja malam.

Suasana sederhana dengan nuansa kaki lima khas Jogja justru menjadi daya tarik tersendiri yang membuat pengunjung merasa lebih santai dan nyaman.

Harga menu berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti