← Beranda
15 Kuliner yang Cocok untuk Makan Siang di Semarang: Dari yang Viral sekaligus Legendaris dengan Rasa Autentik dan Harga Terjangkau!
Vindi Rayinda AyudyaSelasa, 28 April 2026 | 16.21 WIB
Ilustrasi kuliner untuk makan siang dengan rasa autentik di Semarang. (Freepik)

 

 

JawaPos.com - Kota Semarang bukan hanya dikenal dengan pesona kota lama dan warisan sejarahnya, tetapi juga sebagai salah satu destinasi kuliner paling kaya di Indonesia. 

Saat siang hari, suasana kota berubah menjadi lebih hidup dengan hadirnya berbagai warung makan viral sekaligus legendaris yang menyajikan hidangan khas dengan cita rasa autentik yang sudah diwariskan turun-temurun.

Kuliner siang di Semarang identik dengan rasa yang cenderung manis dan gurih, dipadukan dengan teknik memasak tradisional yang tetap dipertahankan hingga kini. 

Dari makanan berkuah yang ringan hingga hidangan berat yang mengenyangkan, setiap sajian menawarkan pengalaman rasa yang berbeda dan khas. 

Tidak hanya soal rasa, harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau sehingga cocok untuk semua kalangan, baik wisatawan maupun warga lokal.

Menariknya, banyak dari tempat makan ini telah menjadi viral karena konsistensi rasa dan popularitasnya di berbagai platform. 

Dilansir dari Google Maps, berikut lima belas kuliner yang cocok untuk makan siang di Semarang, terkenal autentik, legendaris, dan wajib masuk daftar wisata kuliner kamu.

1. Lumpia Gang Lombok

Lumpia Gang Lombok yang berlokasi di Jalan Gang Lombok No.11 merupakan salah satu ikon kuliner paling legendaris di Semarang. 

Tempat ini telah berdiri sejak puluhan tahun dan menjadi tujuan utama bagi wisatawan yang ingin mencicipi lumpia khas dengan cita rasa autentik yang tidak berubah.

Seporsi lumpia di sini berisi rebung, telur, dan udang yang dibungkus dengan kulit tipis. 

Proses memasaknya dilakukan dengan teknik khusus sehingga menghasilkan aroma yang kuat dan khas.

Rasa yang dihasilkan cenderung gurih dengan sentuhan manis yang ringan. 

Bumbu yang meresap pada isian membuat setiap gigitan terasa kaya rasa tanpa berlebihan.

Tekstur menjadi salah satu keunggulan utama, di mana kulit lumpia terasa renyah di luar namun tetap lembut di dalam. Isian rebung yang tidak pahit juga menambah kualitas rasa.

Pengalaman makan di tempat ini terasa autentik dengan suasana toko klasik yang selalu ramai pengunjung. Harga per porsi berkisar antara Rp15.000 hingga Rp25.000.

2. Nasi Ayam Bu Wido

Nasi Ayam Bu Wido yang berlokasi di Jalan Melati Selatan merupakan salah satu kuliner siang favorit warga lokal Semarang. 

Tempat ini dikenal dengan sajian nasi ayam khas yang sederhana namun memiliki cita rasa yang kuat dan konsisten.

Seporsi nasi ayam terdiri dari nasi putih, ayam suwir, telur pindang, tahu, serta sambal goreng yang kemudian disiram dengan kuah santan gurih.

Rasa yang dihasilkan cenderung manis dan gurih khas Jawa Tengah, dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam lauk. Perpaduan ini menciptakan rasa yang nyaman dan familiar.

Tekstur lauknya lembut, terutama ayam suwir dan telur pindang yang mudah dikunyah. Kuah santan memberikan sensasi yang lebih kaya tanpa terasa berat.

Pengalaman makan di sini terasa sederhana namun hangat, dengan suasana warung yang selalu ramai. Harga per porsi berkisar antara Rp20.000 hingga Rp30.000.

3. Soto Bangkong

Soto Bangkong yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso merupakan salah satu soto legendaris di Semarang yang telah bertahan selama puluhan tahun. 

Tempat ini dikenal dengan cita rasa soto yang ringan namun tetap kaya akan rasa.

Seporsi soto terdiri dari kuah bening, ayam suwir, bihun, serta taburan bawang goreng yang memberikan aroma khas.

Rasa yang dihasilkan cenderung gurih dengan karakter ringan sehingga cocok untuk makan siang. Kuahnya tidak terlalu berminyak sehingga terasa segar.

Tekstur isian seperti ayam dan bihun terasa lembut dan mudah disantap, menciptakan keseimbangan dalam setiap suapan.

Pengalaman makan terasa nyaman dan cocok untuk semua kalangan. Harga per porsi berkisar antara Rp20.000 hingga Rp30.000.

4. Tahu Gimbal Pak Edy

Edy yang berada di Jalan Menteri Supeno dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati tahu gimbal khas Semarang. Tempat ini cukup populer dan sering menjadi tujuan kuliner siang.

Seporsi terdiri dari tahu goreng, lontong, kol, tauge, dan gimbal udang yang disiram dengan bumbu kacang kental.

Rasa yang dihasilkan gurih dengan sedikit sentuhan manis yang khas. Bumbu kacangnya memiliki karakter kuat namun tetap seimbang.

Tekstur gimbal yang renyah berpadu dengan tahu yang lembut menciptakan kontras yang menarik.

Pengalaman makan terasa khas street food dengan suasana santai. Harga per porsi berkisar antara Rp20.000 hingga Rp30.000.

5. Nasi Goreng Babat Pak Karmin

Nasi Goreng Babat Pak Karmin yang berlokasi di kawasan Mberok merupakan salah satu kuliner legendaris yang terkenal dengan cita rasa khasnya. Tempat ini selalu ramai terutama saat jam makan siang.

Seporsi nasi goreng disajikan dengan babat yang telah dimasak hingga empuk dan bumbu yang meresap.

Rasa yang dihasilkan cenderung gurih dengan aroma smoky khas nasi goreng tradisional. Bumbu yang digunakan terasa kuat namun tidak berlebihan.

Tekstur nasi yang sedikit kering berpadu dengan babat yang kenyal menciptakan sensasi makan yang unik.

 

Pengalaman makan terasa autentik dengan suasana warung yang ramai. Harga per porsi berkisar antara Rp25.000 hingga Rp35.000.

6. Gudeg Koyor Mbak Tum

Gudeg Koyor Mbak Tum yang berlokasi di Jalan Taman Menteri Supeno menjadi salah satu kuliner khas Semarang yang memiliki keunikan tersendiri. 

Tempat ini dikenal luas karena penggunaan koyor atau urat sapi sebagai pelengkap utama, yang jarang ditemukan pada gudeg di daerah lain.

Seporsi gudeg di sini terdiri dari nasi putih, gudeg nangka yang lembut, koyor yang empuk, serta tambahan lauk seperti telur dan sambal goreng. 

Komposisi ini memberikan variasi rasa yang cukup lengkap dalam satu sajian.

Rasa yang dihasilkan cenderung manis khas Jawa Tengah, namun dipadukan dengan gurihnya koyor yang memberikan keseimbangan yang menarik. 

Bumbu yang digunakan terasa meresap hingga ke dalam setiap komponen.

Tekstur koyor yang kenyal menjadi daya tarik utama, berpadu dengan gudeg yang lembut dan nasi yang pulen. Kombinasi ini menciptakan pengalaman makan yang unik dan tidak monoton.

Pengalaman makan terasa sederhana namun khas rumahan dengan suasana yang selalu ramai. Harga per porsi berkisar antara Rp20.000 hingga Rp30.000.

7. Sate Sapi Pak Kempleng

Sate Sapi Pak Kempleng yang berlokasi di Jalan Sultan Agung merupakan salah satu tempat makan yang terkenal dengan olahan sate sapi khas Semarang. 

Tempat ini telah berdiri cukup lama dan memiliki banyak pelanggan setia.

Seporsi sate disajikan dengan potongan daging sapi yang cukup besar, dibakar dengan bumbu kecap khas yang meresap hingga ke dalam. 

Proses pembakaran dilakukan dengan teknik yang menjaga kelembutan daging.

Rasa yang dihasilkan cenderung manis dan gurih dengan aroma bakaran yang khas. 

Bumbu kecap memberikan karakter rasa yang kuat namun tetap seimbang.

Tekstur dagingnya empuk dan juicy, sehingga mudah dikunyah dan tidak alot. Lapisan luar yang sedikit karamelisasi menambah sensasi rasa.

Pengalaman makan terasa hangat dan cocok untuk makan siang santai. Harga per porsi berkisar antara Rp25.000 hingga Rp40.000.

8. Pecel Bu Sumo

Pecel Bu Sumo yang berlokasi di kawasan Semarang dikenal sebagai salah satu tempat makan pecel dengan cita rasa khas yang konsisten. 

Tempat ini cukup populer di kalangan warga lokal karena kualitas rasanya.

Seporsi pecel terdiri dari aneka sayuran rebus seperti kangkung, bayam, dan kacang panjang yang disiram dengan bumbu kacang kental. Komposisi ini sederhana namun sangat khas.

Rasa yang dihasilkan gurih dengan sedikit manis, dengan aroma kacang yang cukup kuat. Bumbu kacangnya terasa kental dan tidak terlalu encer.

Tekstur sayuran yang segar berpadu dengan bumbu kacang menciptakan keseimbangan yang menyenangkan saat disantap.

Pengalaman makan terasa ringan namun mengenyangkan dengan suasana yang santai. Harga per porsi berkisar antara Rp15.000 hingga Rp25.000.

9. Tahu Pong Gajah Mada

Mada yang berlokasi di Jalan Gajah Mada merupakan salah satu kuliner khas Semarang yang cukup legendaris. 

Tempat ini dikenal dengan tahu pong yang memiliki ciri khas bagian dalam yang kosong.

Seporsi tahu pong terdiri dari tahu goreng yang disajikan dengan kuah petis serta pelengkap seperti cabai dan lontong. Komposisinya sederhana namun khas.

Rasa yang dihasilkan gurih dengan sedikit manis dari petis. Perpaduan ini menciptakan rasa yang unik dan berbeda dari tahu goreng biasa.

Tekstur tahu yang renyah di luar dan kosong di dalam memberikan sensasi makan yang berbeda dan menarik.

Pengalaman makan terasa ringan dan cocok untuk camilan siang. Harga per porsi berkisar antara Rp15.000 hingga Rp25.000.

10. Mie Kopyok Pak Dhuwur

Mie Kopyok Pak Dhuwur yang berlokasi di kawasan Semarang dikenal sebagai salah satu kuliner khas dengan cita rasa ringan dan unik. Tempat ini cukup populer di kalangan pecinta kuliner tradisional.

Seporsi mie kopyok terdiri dari mie kuning, lontong, tahu, serta kuah khas yang ringan. Komposisi ini terlihat sederhana namun memiliki karakter tersendiri.

Rasa yang dihasilkan gurih dengan karakter ringan sehingga cocok untuk makan siang. Kuahnya tidak terlalu berat sehingga mudah dinikmati.

Tekstur mie yang lembut berpadu dengan lontong dan tahu menciptakan kombinasi yang seimbang.

 

Pengalaman makan terasa santai dan nyaman. Harga per porsi berkisar antara Rp15.000 hingga Rp25.000.

11. Soto Ayam Pak Man

Soto Ayam Pak Man yang berlokasi di kawasan Semarang menjadi salah satu pilihan kuliner siang yang cukup populer, terutama bagi pecinta soto dengan cita rasa gurih yang khas. 

Tempat ini dikenal dengan racikan kuahnya yang konsisten dan selalu ramai oleh pelanggan.

Seporsi soto ayam di sini terdiri dari nasi, ayam suwir, bihun, kol, serta taburan bawang goreng yang disiram dengan kuah bening. 

Komposisinya terlihat sederhana, namun diracik dengan proporsi yang tepat sehingga menghasilkan rasa yang khas.

Rasa yang dihasilkan cenderung gurih dengan karakter ringan namun tetap terasa kaya. 

Kuahnya tidak terlalu berminyak sehingga nyaman dinikmati saat siang hari tanpa terasa berat di perut.

Tekstur isian seperti ayam dan bihun terasa lembut, sementara nasi memberikan keseimbangan dalam setiap suapan. 

Kombinasi ini membuat hidangan terasa ringan namun tetap mengenyangkan.

Pengalaman makan di sini terasa hangat dan santai dengan suasana warung yang sederhana. Harga per porsi berkisar antara Rp20.000 hingga Rp30.000.

12. Nasi Gandul Pak Memet

Nasi Gandul Pak Memet yang berlokasi di kawasan Semarang dikenal sebagai salah satu kuliner khas Jawa Tengah yang memiliki cita rasa gurih dan kaya akan rempah. 

Tempat ini cukup populer sebagai pilihan makan siang yang mengenyangkan.

Seporsi nasi gandul terdiri dari nasi putih yang disiram dengan kuah santan berwarna cokelat, dilengkapi dengan potongan daging sapi serta tambahan lauk lainnya. 

Penyajiannya biasanya menggunakan alas daun pisang yang menambah aroma khas.

Rasa yang dihasilkan cenderung gurih dengan sentuhan manis ringan khas Jawa Tengah. 

Bumbu santan yang digunakan terasa meresap hingga ke dalam daging, menciptakan rasa yang mendalam.

Tekstur dagingnya empuk dan mudah dikunyah, sementara kuahnya kental namun tidak terlalu berat. Perpaduan ini menciptakan sensasi makan yang kaya namun tetap nyaman.

Pengalaman makan terasa tradisional dengan suasana sederhana yang khas. Harga per porsi berkisar antara Rp25.000 hingga Rp35.000.

13. Bakmi Jawa Pak Gareng

Bakmi Jawa Pak Gareng yang berlokasi di kawasan Semarang menjadi salah satu tempat makan yang terkenal dengan sajian bakmi khas Jawa yang dimasak menggunakan arang. 

Tempat ini cukup legendaris dan sering menjadi tujuan kuliner siang maupun malam.

Seporsi bakmi terdiri dari mie kuning, ayam, telur, serta tambahan sayuran yang dimasak langsung di atas wajan dengan api arang. Proses ini memberikan aroma khas yang sulit ditiru.

Rasa yang dihasilkan cenderung gurih dengan sentuhan manis yang khas. 

Bumbu yang digunakan terasa meresap dengan baik ke dalam mie sehingga menghasilkan rasa yang konsisten.

Tekstur mie yang kenyal berpadu dengan ayam yang lembut menciptakan keseimbangan yang pas. Aroma smoky dari arang juga menambah kenikmatan tersendiri.

Pengalaman makan terasa autentik dengan suasana sederhana yang khas. Harga per porsi berkisar antara Rp20.000 hingga Rp30.000.

14. Es Puter Cong Lik

Es Puter Cong Lik yang berlokasi di kawasan Semarang dikenal sebagai salah satu minuman tradisional yang legendaris. 

Tempat ini menjadi pilihan favorit untuk menyegarkan diri setelah menikmati kuliner siang.

Seporsi es puter terdiri dari es berbahan dasar santan dengan berbagai pilihan rasa seperti cokelat, kelapa, dan durian. 

Penyajiannya biasanya dilengkapi dengan roti atau topping sederhana.

Rasa yang dihasilkan cenderung manis dengan sentuhan gurih dari santan. Kombinasi ini menciptakan rasa yang khas dan berbeda dari es krim modern.

Tekstur esnya lembut dan tidak terlalu keras, sehingga nyaman dinikmati saat cuaca panas. Sensasi dinginnya juga terasa menyegarkan.

Pengalaman menikmati es puter terasa klasik dan sederhana dengan nuansa tradisional. Harga per porsi berkisar antara Rp10.000 hingga Rp20.000.

15. Wingko Babat

Wingko Babat yang berlokasi di kawasan Semarang merupakan salah satu jajanan khas yang sangat identik dengan kota ini. 

Meskipun sering dijadikan oleh-oleh, wingko babat juga cocok dinikmati sebagai camilan siang.

Seporsi wingko terdiri dari kue berbahan dasar kelapa parut, tepung, dan gula yang dipanggang hingga matang. Proses pemanggangan memberikan aroma khas yang menggoda.

Rasa yang dihasilkan cenderung manis dengan sentuhan gurih dari kelapa. Kombinasi ini menciptakan rasa sederhana namun tetap khas.

Tekstur bagian luar sedikit kering sementara bagian dalamnya lembut dan padat. Perpaduan ini membuat wingko terasa unik saat digigit.

Pengalaman menikmati wingko terasa santai dan cocok sebagai pelengkap kuliner siang. Harga per buah berkisar antara Rp5.000 hingga Rp15.000.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti