← Beranda
Murah, Enak, dan Legendaris! 9 Spot Makan Malam di Jogja yang Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner Anda
Vindi Rayinda AyudyaSelasa, 28 April 2026 | 00.06 WIB
Ilustrasi kuliner malam khas jogja. (Freepik)

 

 

JawaPos.Com - Kota Yogyakarta selalu punya daya tarik tersendiri, terutama saat malam hari. 

Saat suasana mulai tenang, deretan kuliner malamdi Jogja justru mulai hidup dan dipadati pengunjung. 

Mulai dari angkringan sederhana hingga warung legendaris, kota Istimewa ini menawarkan pengalaman makan yang hangat, autentik, dan tentunya ramah di kantong.

Kuliner malam di Jogja identik dengan harga terjangkau, porsi yang pas, serta rasa yang khas dengan sentuhan manis ala Jawa. 

Tidak heran jika banyak wisatawan menjadikan wisata kuliner malam sebagai agenda wajib saat berkunjung. 

Dilansir dari Google Maps, berikut sembilan spot makan malam di Jogja yang murah, enak, dan legendaris.

1. Angkringan Kopi Joss Lik Man

Angkringan Kopi Joss Lik Man yang berlokasi di Jalan Wongsodirjan, tidak jauh dari Stasiun Tugu Yogyakarta, merupakan salah satu ikon kuliner malam paling legendaris di kota ini. 

Tempat ini dikenal luas karena menyajikan kopi joss, yaitu kopi hitam panas yang dicelupkan arang membara ke dalam gelas. 

Proses ini menciptakan sensasi unik, baik dari segi rasa maupun pengalaman menikmati kopi yang berbeda dari biasanya.

Suasana angkringan yang sederhana dengan konsep lesehan di pinggir jalan justru menjadi daya tarik utama. 

Pengunjung bisa menikmati berbagai menu khas seperti nasi kucing, sate usus, sate telur puyuh, gorengan, hingga aneka minuman hangat. 

Interaksi antara penjual dan pembeli yang santai membuat suasana terasa hangat dan khas Jogja.

Harga makanan di sini sangat terjangkau, mulai dari Rp3.000 hingga Rp10.000 per porsi kecil, sedangkan kopi joss dibanderol sekitar Rp5.000 hingga Rp7.000. 

Dengan harga tersebut, kamu bisa menikmati berbagai menu sekaligus tanpa perlu khawatir soal biaya.

Dengan suasana khas dan pengalaman unik, tempat ini menjadi destinasi wajib bagi pecinta kuliner malam.

2. Gudeg Pawon

Gudeg Pawon yang beralamat di Jalan Janturan UH/IV No.36 menawarkan pengalaman kuliner yang sangat berbeda dari tempat lain di Jogja. 

Sesuai namanya, “pawon” berarti dapur, sehingga pengunjung harus masuk langsung ke area dapur untuk mengambil dan memesan makanan. 

Konsep ini menciptakan suasana yang sangat autentik dan memberikan pengalaman unik yang tidak biasa.

Gudeg yang disajikan memiliki cita rasa manis khas Jogja dengan tekstur nangka yang lembut dan bumbu yang meresap sempurna. 

Lauk pelengkap seperti ayam kampung, telur, dan krecek memberikan tambahan rasa gurih dan pedas yang seimbang. 

Perpaduan ini menghasilkan hidangan yang kaya rasa dan sangat khas.

Proses penyajian langsung dari dapur membuat makanan terasa lebih hangat dan segar. 

Antrean panjang yang sering terjadi justru menjadi bukti bahwa tempat ini memiliki kualitas rasa yang konsisten.

Harga per porsi berkisar antara Rp20.000 hingga Rp35.000 tergantung pilihan lauk. 

Dengan rasa autentik dan konsep unik, Gudeg Pawon menjadi salah satu kuliner malam yang wajib dicoba saat berada di Jogja.

3. Sate Klathak Pak Pong

Sate Klathak Pak Pong yang berlokasi di Jalan Sultan Agung No.18, Bantul, merupakan salah satu kuliner khas Jogja yang sangat populer dan selalu ramai pengunjung. 

Berbeda dari sate pada umumnya, sate klathak hanya menggunakan bumbu sederhana berupa garam dan merica. 

Justru kesederhanaan ini membuat rasa asli daging kambing menjadi lebih menonjol.

Daging kambing yang digunakan memiliki tekstur empuk dan tidak berbau prengus karena diolah dengan teknik khusus. 

Proses pembakaran menggunakan jeruji besi membuat panas merata hingga ke dalam, sehingga menghasilkan tingkat kematangan yang sempurna. 

Aroma smoky dari proses pembakaran semakin menambah kenikmatan.

Biasanya sate disajikan dengan kuah gulai yang ringan, memberikan tambahan rasa tanpa menghilangkan karakter asli daging. 

Porsinya cukup besar dan cocok untuk makan malam yang mengenyangkan.

Harga per porsi berkisar antara Rp25.000 hingga Rp40.000. Dengan rasa autentik dan teknik memasak yang unik, sate klathak ini menjadi salah satu kuliner wajib saat berkunjung ke Jogja.

4. Bakmi Jawa Mbah Gito

Bakmi Jawa Mbah Gito yang berlokasi di Jalan Nyi Ageng Nis No.9 menawarkan pengalaman makan dengan suasana tradisional Jawa yang sangat kental. 

Bangunan restoran didominasi oleh kayu dengan ornamen khas Jawa, menciptakan suasana hangat, klasik, dan sangat instagramable.

Menu andalan di tempat ini adalah bakmi jawa yang dimasak menggunakan anglo atau arang. 

Teknik memasak ini memberikan aroma khas yang sulit ditemukan di tempat lain. 

Tekstur mie yang lembut berpadu dengan bumbu gurih yang meresap menciptakan rasa yang autentik.

Selain bakmi, tersedia juga menu lain seperti nasi goreng jawa dan magelangan yang tidak kalah lezat. Porsi yang disajikan cukup besar dan cocok untuk makan malam.

 

Harga per porsi berkisar antara Rp20.000 hingga Rp35.000. Dengan suasana unik dan rasa yang konsisten, tempat ini menjadi salah satu favorit wisatawan dan warga lokal.

5. Oseng Mercon Bu Narti

Oseng Mercon Bu Narti yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan merupakan salah satu kuliner malam paling terkenal di Yogyakarta, khususnya bagi pecinta makanan pedas. 

Hidangan ini dikenal karena tingkat kepedasannya yang ekstrem, bahkan sering disebut “mercon” karena sensasi pedasnya seperti meledak di mulut.

Menu utama berupa potongan daging sapi, kikil, dan lemak yang dimasak dengan cabai dalam jumlah besar. 

Bumbu yang digunakan sangat kaya, dengan perpaduan rasa gurih, pedas, dan sedikit manis khas Jawa. 

Aroma tumisan cabai yang kuat langsung menggugah selera sejak pertama kali disajikan.

Tekstur daging yang empuk berpadu dengan kikil yang kenyal menciptakan sensasi makan yang menarik. 

Biasanya disajikan dengan nasi putih hangat yang membantu menyeimbangkan rasa pedas yang dominan.

Harga per porsi berkisar antara Rp20.000 hingga Rp30.000, tergolong sangat terjangkau untuk porsi yang cukup besar. 

Dengan cita rasa yang kuat dan khas, tempat ini selalu ramai pengunjung.

6. Angkringan KR

Angkringan KR yang berada di Jalan Margo Utomo merupakan salah satu angkringan paling populer di Yogyakarta. 

Lokasinya yang strategis di pusat kota membuat tempat ini selalu ramai, terutama pada malam hari saat wisatawan dan warga lokal berkumpul.

Konsep angkringan dengan tempat duduk lesehan menciptakan suasana santai dan akrab. 

Menu yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari nasi kucing, sate usus, sate telur puyuh, hingga gorengan dan aneka minuman hangat seperti kopi dan teh.

Setiap menu memiliki rasa sederhana namun khas, mencerminkan kuliner tradisional Jogja yang apa adanya tetapi tetap lezat. 

Pengunjung bisa memilih makanan sesuai selera dan menikmati suasana malam yang hangat.

Harga makanan berkisar antara Rp3.000 hingga Rp10.000 per porsi, menjadikannya salah satu kuliner paling terjangkau di Jogja. 

Dengan suasana khas dan harga ramah, tempat ini cocok untuk nongkrong santai.

7. Nasi Goreng Beringharjo

Nasi Goreng Beringharjo yang berada di kawasan Pasar Beringharjo, tepatnya di sekitar Jalan Malioboro, menjadi salah satu kuliner malam favorit di Yogyakarta. 

Lokasinya yang dekat dengan pusat wisata membuat tempat ini mudah dijangkau dan selalu ramai pengunjung.

Nasi goreng yang disajikan memiliki cita rasa khas dengan bumbu yang sederhana namun kuat. 

Tekstur nasi yang sedikit kering berpadu dengan bumbu gurih menciptakan rasa yang autentik dan khas street food.

Biasanya disajikan dengan telur, ayam, serta kerupuk sebagai pelengkap, sehingga memberikan kombinasi rasa dan tekstur yang seimbang. 

Aroma dari nasi yang dimasak di atas wajan besar semakin menambah daya tarik.

Harga per porsi berkisar antara Rp15.000 hingga Rp25.000. Dengan harga tersebut, kamu sudah bisa menikmati hidangan yang mengenyangkan dengan rasa yang konsisten.

8. Wedang Ronde Lek Dhie

Wedang ronde Lek Dhie yang berlokasi di Jalan Kauman merupakan salah satu kuliner malam yang cocok dinikmati saat udara Jogja mulai dingin. 

Minuman tradisional ini menjadi favorit karena mampu memberikan sensasi hangat yang menenangkan.

Wedang ronde terdiri dari bola-bola ketan berisi kacang yang disajikan dalam kuah jahe hangat. 

Rasa jahe yang sedikit pedas berpadu dengan manisnya gula menciptakan rasa yang seimbang dan menyegarkan.

Tekstur ronde yang lembut dengan isian kacang yang gurih menambah kenikmatan dalam setiap suapan. 

Biasanya juga dilengkapi dengan kolang-kaling dan potongan roti tawar.

Harga berkisar antara Rp10.000 hingga Rp20.000. Dengan rasa yang khas dan harga terjangkau, tempat ini cocok untuk penutup kuliner malam.

9. Soto Sampah

Soto sampah yang berada di Jalan Kranggan merupakan salah satu kuliner malam unik di Yogyakarta. 

Nama “sampah” berasal dari tampilan isiannya yang beragam seperti kol, tauge, dan soun yang terlihat seperti campuran acak.

Meskipun namanya unik, rasa soto ini justru sangat lezat dengan kuah bening yang gurih dan ringan. 

Isiannya cukup lengkap dengan tambahan daging ayam dan pelengkap lainnya.

Harga per porsi berkisar antara Rp10.000 hingga Rp20.000. Dengan rasa yang ringan dan harga terjangkau, tempat ini menjadi favorit banyak orang.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti